Thursday, 26 June 2014

Penjualan Jonjo Shelvey, Akankah Berakhir Manis?

Seorang yang berperawakan santai di lapangan, namun mematikan ketika melakukan pergerakan. Itulah gambaran singkat tentang Jonjo Shelvey, pemain ini merupakan produk asli akademi Northampton Town dan sempat berlatih dengan tim akademi Liverpool FC yang terkenal setelah mengorbitkan berberapa pemain bintang di eranya, seperti Michael Owen, Steven Gerrard, Robbie Fowler, Jamie Carragher, dll.


Jonjo Shelvey dan Steven Gerrard saat merayakan gol bersama

Jonjo, gelandang serang muda berusia 22 tahun ini bukan lagi menjadi milik Liverpool sejak 3 Juli 2013, dimana saat itu Swansea City tim anggota Liga Primer Inggris menebusnya dengan harga yang terbilang sangat murah, £5 Juta, ya itulah harga untuk seorang pemain yang saya katakan memiliki masa depan cerah.


Penandatanganan Jonjo Shelvey dengan Swansea City

Saat ini memang dia sudah dimiliki Swansea City, namun walau sudah berpindah klub, kemampuannya tidak pernah mengurang, bahkan bisa dikatakan dirinya sudah lebih berkembang dari yang lalu.



Gol Jonjo Shelvey v Liverpool, 16 September 2013. Nyesek? Iya
Sepanjang musim 2013-14, dari 32 kali bertanding, Shelvey sanggup mencetak 6 gol dan 7 assist. Termasuk 1 golnya kegawang Liverpool pada 16 September 2013 lalu. Dan jika kalian melihat skema tiki-taka yang diterapkan Michael Laudrup waktu itu pada saat masih melatih Swansea, kalian tidak akan sulit menemukan Shelvey di dalamnya, selain karna botak, dia adalah seorang yang memiliki daya oper yang luas dan paling sibuk ketika melakukan skema oper-mengoper tersebut, bisa disebut sebagai playmaker serba bisa dan hampir seperti Kapten Stevie G.


Jonjo Shelvey v Steven Gerrard.
Punya kekuatan, akurasi tendangan dan insting mencetak gol handal, itulah mengapa Gerard Houllier memberikan debut secara spesial untuk seorang anak ajaib yang saat ini biasa kita kenal Stevie Gerrard. Dan di era modern ini, hal tersebut tersaji lagi ketika Jonjo Shelvey yang saat itu juga masih berusia 18 tahun melakukan debut lawan Northampton Town di Anfield.

Kepindahannya pada 3 Juli 2013 lalu memang sedikit membuat kehilangan dalam skuad karna kita akan sangat sulit mencari pemain pembanding Steven Gerrard saat ini.

Namun, memang desas-desus yang saya dengar adalah bahwa ego dari pemuda itu juga berpengaruh dalam proses penjualan ini, ya Shelvey mengeluh jika dirinya tidak ingin terus dicadangkan, dan memang, akhir-akhir masa baktinya di LFC dia malah memperlihatkan sifat nakalnya. Sementara saat itu, posisi sang kapten Gerrard memang tidak tergantikan.

Rodgers, yang saat itu mempersilahkan Shelvey pergi mengatakan bahwa:

"Shelvey masih muda dan disini tempatnya untuk berkreasi masih sangat terbatas. Saya tidak bisa memilih 2 pemain yang sama dan salah satunya adalah pemain yang sudah pasti selalu berada di starting XI, saya tidak ingin membunuh karirnya (Shelvey)." kata Rodgers pada konferensi pers pasca Swansea membuat pengumuman perekrutan Jonjo.

Rodgers memang sudah melakukan yang terbaik untuk Shelvey. Namun, apakah langkah itu yang terbaik untuk Liverpool kedepannya? Saya masih mengkhawatirkan itu. Karna dia akan terus berkembang dan terus berkembang menjadi pemain yang lebih baik lagi dengan keadaan bukan lagi menjadi bagian dari Anfield.

Hal terbaik yang bisa kita lakukan saat ini adalah mendoakan agar dinasti Gerrard tetap berjalan, dan masa kejayaan tim kita tercinta ini akan terus-menerus bersambung. Akhir kata dari saya penulis, YOU'LL NEVER WALK ALONE!

0 comments:

Post a Comment