Pages

Showing posts with label Quick Analys. Show all posts
Showing posts with label Quick Analys. Show all posts

Wednesday, 18 October 2017

Bahaya Laten Mager

Gue gak ngerti sebelumnya kenapa gue kepikiran buat tulisan yang satu ini, awalnya sih karna disuruh buat daftar sikap tidak terpuji dari dosen gue, eh malah jadi curhat kaya gini. Gue kasian ke dosen gue, bisa nangis doi baca tulisan merembet ke artikel kaya gini. Daripada mubazir, gue taro artikel ini di blog, resumannya gue tulis tangan buat dikasih ke dosen.

Sebenarnya, gue punya banyak sikap tidak terpuji, mulai dari mudah emosi, terlalu mudah rewel, buruk dalam hal mengatur keuangan, teliti dalam detail namun ceroboh secara umum, hingga rajin tetapi hanya pada hal yang sepele, namun ada sikap tercela yang paling umum gue lakukan adalah MAGER.

People jaman now (Manusia jaman sekarang) memang memiliki karakter malas yang beragam, mager sendiri merupakan kepanjangan dari ‘malas gerak’, sementara diluar sana masih ada kawan-kawan yang menemani kata ‘malas’ seperti malas berpikir, malas baca, malas mandi (karna kulit badan sulit menerima suhu air yang dingin) bahkan malas makan hingga malas tidur merupakan contoh-contoh malas masa kini yang seringkali menghiasi status-status facebook, whatsapp hingga snapgram yang tujuan aslinya memperlihatkan kegiatan, malah tidak sedikit penggunanya yang mengupload kemalasannya.

Bokap gue pernah mengatakan, gue ingat banget hari itu merupakan hari bersih-bersih rumah, sementara gue sendiri merupakan anak yang paling anti kamar sendiri kotor, hingga terbawa sampai saat gue tinggal di kosan, saat itu bokap bilang “Kok kamu jadi males beresin kamar sih?”, disitu gue curiga dan langsung gue menyadari bahwa malas gerak dalam hal sikap merupakan bahaya laten, kita tidak akan menyadari seperti apa rajin kita, namun kita akan segera melihat ketika momennya tiba, saat itu hari minggu suhu Kota Bogor yang menyejukkan, cuacanya mendukung untuk tidur, ditambah handphone yang penuh dengan tulisan artikel panditfooball memang sulit untuk ditinggali, sehingga gue lupa bergerak untuk mendukung kegiatan bersih bersih di hari libur tersebut.

Ketika gue udah berada di kota berbeda dengan kedua orang tua, ternyata sikap laten MAGER masih membayangi hari gue, contohnya setelah mengerjakan tugas di malam hari gue shut down laptop, gue tidak menunggu laptop mati namun gue langsung lemparkan badan ke tempat tidur, namun nahas ternyata laptop gue tidak bisa mati karna ada file yang harus gue klik untuk setuju di close, rasanya kasur gue udah melekat erat di badan sehingga akibat MAGER tersebut tidak memungkinkan gue untuk membawa kasur gue sembari bangkit meraih dan paksa shut down laptop tersebut, jadi gue biarkan laptop tersebut menyala hingga pagi hari.

Untuk mengatasi sikap buruk tersebut gue selalu mengingat wejangan dari kedua orang tua gue, beliau mengatakan “Kamu di Semarang jangan males, tinggal Belajar sama urusin hidup sendiri aja kok males.” Kata-kata tersebut walaupun tidak didukung dengan EBI, namun cukup ampuh untuk melawan sikap MAGER tersebut, bagi gue orang tua merupakan figur penting dan salah satu motivasi kenapa gue harus sukses dan bahagiakan mereka. Sehingga gak aneh kalo kata-kata itu gue bikin jadi motivasi supaya sikap tidak terpuji gue itu ilang.

Wednesday, 11 October 2017

Regenerasi Tanpa Gap

Kring... Kring... Bunyi hujan diatas genting, bukan lagu deng, itu deskripsi suara alarm yang bangunin gue jam 5 pagi tadi, sebenernya sih udah bunyi 3 kali, soalnya gue snooze. hehe. Yaudah ulang

Kring... kring... Luwak white coffee, kopi enak nyaman di lamb.. Fakkkk

Jadi singkat aja, tadi pagi gue kebangun jam 5, tapi gak jam 5 amat sih, jam 5 lewat 55 menit lah. Terus gue cek hape ada notif dari goal.com, itu tentang Belanda yang tersingkir dari Piala Dunia 2018. Ya, itu Belanda men, Timnas idola gue setelah Inggris, Indonesia gimana? Iyalah guekan nasionalis, tapi dalam hal sepakbola bukan sisi nasionalisme cara gue menikmati permainan kulit bundar ini. Skip, jadi setelah Inggris gue emang jatuh cinta sama Timnas Belanda. Lalu ada pertanyaan lagi, apakah gue kaget setelah Timnas jagoan gue nomer dua itu tersingkir? Ga sama sekali.

Hubungan gue sama Timnas Belanda itu diawali ketika pada tahun 2010 yang lagi marak-maraknya Piala Dunia waka waka ehehe di Afsel sana, saat itu orang-orang pada ngomongin gokilnya permainan tiki-taka Spanyol, sebagai penikmat taktik sepakbola gue coba telusuri tiki taka, ternyata gue nemuin satu kata keren di salah satu artikel mengenai permainan Spanyol di PilDun "Tiki taka berawal dari total football." Total football men, coba bandingin Cetanaccio, Tiki Taka atau Samba, Total dan Football itu kata yang gak asing ditelinga gue, akhirnya sesimpel itu aja gue jadi mulai mempelajari secara bocah mengenai taktik ini, receh emang.

Prinsipnya, total football itu permainan paling atraktif menurut gue karna semua pemain yang berada di lapangan ikut bermain bola (passing, shooting, dribbling) dan aktif bergerak kesana kemari untuk menghidupkan permainan, bedanya dengan tiki-taka sih mungkin tiki-taka lebih mendewakan operan pendek dibanding total football sehingga gue kira dalam tiki taka tidak perlu yang namanya box to box karena gelandang hanya perlu mencari pemain terdekat untuk di oper, sementara total football merupakan formasi yang mendepankan bukan hanya kecerdasan pemain, selain itu juga kemampuan fisik karena pemain tetap dituntut untuk bertanggung jawab di posisi aslinya selagi membantu tim untuk mencetak skor.

Saat 2010, Timnas Belanda asuhan Bert van Marwijk merupakan tim dengan pemain generasi emasnya, disana ada Stekelenburg yang masih cekatan, bek tengah Mathijsen, Heitinga yang tangguh, bek sayap muda van Der Wiel dan kaptennya van Bronckhrost serta Robben, Sneijder yang lagi bagus bagusnya di Inter, van Persie dan manusia tanpa paru-parunya Liverpool, Dirk Kuyt di usia emasnya.

Namun ketika Belanda tersingkir kemarin, hanya tersisa Robben yang bermain dari generasi finalis Piala Dunia 2010, sisanya Ryan Babel dan Stekelenburg tidak dimainkan oleh Meneer Advocaat, sebagai tambahan Advocaat merupakan asisten dari Rinus Michels, pelatih penemu Total Football. Nah yang lebih ironis, kemenangan atas kegagalan Belanda melaju itu ditentukan oleh Robben itu sendiri.

KNVB (PSSI nya Belanda) bisa aja ngeles dengan mengatakan bahwa Skuat Belanda saat ini disiapkan untuk Piala Eropa 2020 dan Piala Dunia 2022, namun aneh ketika Timnas sebesar Belanda membuat gap regenerasi padahal hal tersebut bisa saja dihindari jika KNVB tidak melakukan banyak blunder yang mengganggu proses regen tersebut seperti membiarkan van Gaal yang membuat permainan Belanda kembali atraktif memilih melatih klub, lalu menggantinya dengan Danny Blind yang minim improvisasi, lalu menimbulkan kekacauan dengan pemilihan dini Guus Hiddink dan mengangkat Dick Advocaat ketika Belanda sedang diujung tanduk. Atas dasar itu gue dan mungkin para pecinta bola yang menyukai Timnas 'Raja tanpa mahkota' banyak yang underestimate sejak awal kualifikasi Piala Dunia 2018 mengenai langkah Belanda di even akbar 4 tahunan tersebut.

Selain Belanda gue juga gak kaget dengan pencapaian Islandia, negara berpenduduk terkecil sepanjang sejarah Piala Dunia yang berhasil masuk ke babak grup Piala Dunia 2018. Islandia sejak Piala Eropa 2016 kemaren emang gila, gimana engga dari negara kejutan yang berhasil melaju babak grup hingga hentikan langkah Inggris di babak 16 besar, dengan materi pemain seadanya, disana cuma ada Sigurdsson yang menjadi pemain mahal di Everton bahkan ketika salah satu pemain yang pernah main di klub sekelas Barca kaya Eidur Gudjonsen udah mulai uzur dan jarang tampil, sisanya pemain-pemain yang notabenenya bermain di klub medioker sekelas Reading atau Burnley di Inggris.

Islandia mengajarkan bahwa permainan sepakbola juga gak melulu soal skill, namun kolektif dan prinsip bermain yang sejak dini di tanamkan dalam tim sangat membantu kesiapan tim, Islandia dan Jerman merupakan contoh mengapa skill hanyalah anugerah, sementara anugerah jika tidak diarahkan maka akan sia sia apalagi tidak semua pemain diberikan anugerah dan kita sendiri harus tetap fight dalam hidup meski tidak diberi anugerah oleh Yang Maha Kuasa.

Lalu, gue juga mendapati fakta bahwa rata-rata pelatih sepakbola di Islandia termasuk tertinggi dibanding Inggris, sekali lagi ini menunjukan bahwa peran pelatih yang memperkenalkan prinsip dan taktik dalam bermain sepakbola merupakan unsur penting dalam mempersiapkan Tim menjadi lebih kuat.

Makanya tidak akan aneh jika Chile, Kosta Rika dan baru-baru ini Islandia selalu menggebrak event sekelas Piala Dunia, meski tanpa banyak pemain mahal didalamnya, karena prinsip penghargaan akan proses regenerasi yang selalu dimiliki mereka dan tidak akan aneh juga jika pusat kekuatan sepakbola dunia masih akan berada di tangan Timnas Jerman yang memiliki pemain kelas dunia dan ditopang oleh kesiapan DFB (PSSI-nya Jerman) yang sejak kegagalan 2010 manghadirkan kepercayaan tanpa henti terhadap proses untuk membentuk regenerasi tanpa gap.

Thursday, 24 August 2017

ETIKA POLITIK DALAM MEMBENTUK KREDIBILITAS MASYARAKAT

Oleh: Muhamad Farhan Maulana

Perkenalkan nama saya Muhamad Farhan Maulana, sebelumnya saya ingin berterimakasih kepada panitia PBAK UIN Walisongo 2017 yang memberi penugasan ini, karena menurut saya tema yang diberikan yaitu “Urgensi Etika Politik Indonesia” adalah hal yang harus menjadi perhatian kita semua, khususnya para pemuda calon pakar, ahli Politik di seluruh pelosok NKRI. Karna saat ini politik tanpa etika merupakan momok yang lumrah terjadi akibat keserakahan politisi dan membludaknya politik praktis dari figur publik di negeri ini.  Maka dari itu dengan membeberkan berberapa fakta, survei dari lembaga dan pendalaman politik pribadi yang dikemas melalui sebuah sistem pengkajian ilmiah, saya angkat tulisan ini dengan judul essay “ETIKA POLITIK DALAM MEMBENTUK KREDIBILITAS MASYARAKAT” .

Di era pasca reformasi ini, kita melihat kenyataan bahwa banyak tokoh masyarakat, selebritis atau sekedar figur publik yang ‘mendadak politis’, sebagian besar dari mereka tidak dibarengi dengan latar belakang politik malah masuk ke dalam lingkaran yang mestinya diisi oleh para ahlinya, sehingga mereka lupa, pura-pura lupa atau sama sekali tidak paham etika pemikiran dan sikap dalam berpolitik yang harusnya berlandaskan pancasila, yaitu kritis, mendasar, rasional, sistematis dan kompehensi.[1] Seperti halnya abrasi, kenyataan tersebut terbukti semakin membuat terkikisnya pantai kepercayaan masyarakat terhadap dunia politik di negara kita tercinta.

Etika Politik merupakan prinsip yang harus dijunjung tinggi dalam keberlangsungan politik di Indonesia. Etika tersebut menjadi salah satu aspek yang harus ditegakkan sebagai mana mestinya. Dengan demikian, politik memiliki batasan yang akan mengontrol kekuasaannya agar tidak merugikan masyarakat serta mencapai tujuan awal yaitu menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kita harus menyadari bahwa politik tanpa etika bukanlah politik yang di lahirkan untuk tujuan mulia. Politik yang seharusnya ialah dilakukan dengan pemikiran yang rasional, berpedoman nilai-nilai pancasila dan mengedapankan kepentingan rakyat Indonesia. Politik yang beretika akan mengantarkan politik negara pada satu titik dimana tidak ada penyalah gunaan kekuasaan serta menguntungkan suatu golongan. Namun nyatanya saat ini etika dalam berpolitik sedang berada di titik terendahnya. 

Akibat keserakahan dan ambisi pribadi maupun golongan tertentu, politisi Indonesia sedang kehilangan daya kritis cerdas dan etika yang benar, panggung politik Indonesia saat ini sedang menghadapi sebuah persoalan politik yang sebetulnya sungguh menggelitik, saya ambil contoh ketika seorang politisi DPR RI, Fahri Hamzah berkomentar mengenai kawannya sekaligus Ketua DPR RI Setya Novanto yang berberapa hari lalu terciduk KPK misalnya, secara terang-terangan seorang wakil Ketua DPR RI tersebut mengkritik lembaga anti korupsi dan menyalahkan mereka atas banyaknya kasus korupsi di negeri akibat tidak efektifnya lembaga tersebut.[2] Saya tidak habis pikir. Bagaimana kalau kita analogikan dengan sebuah rumah sakit dipenuhi oleh pasien yang berobat, apakah kita salahkan rumah sakitnya? Tidak, karna disitu rumah sakit sebagai tempat untuk berobat, dan semua orang menggunakan tempat sebagaimana fungsinya, lalu dengan kenyataan KPK yang berhasil menangkap sebagian besar tersangka baru, bagaimana bisa dikatakan KPK tidak efektif? Inilah sebagian kecil penyakit politik yang mendera sanubari bangsa saat ini.

Sementara itu, di lokasi lain kita lihat saja sebuah fakta yang aneh (untuk tidak dikatakan gila) bagaimana seorang tersangka korupsi masih dengan senyumnya memimpin lembaga yang kelasnya terhormat.[3] Apakah masyarakat bisa mempercayai politikus yang tidak memakai etika dalam melaksanakan amanah politiknya? Apakah kita harus percaya dengan politikus yang urat malunya bahkan sudah tidak terdeteksi lagi? Dari fakta tersebut terlihat sebuah paradoks yang nyata dalam dunia perpolitikan kita dimana mereka yang tidak baik, justru banyak bergentayangan. Posisinya pun sangat tragis, sebagai penentu nasib bangsa kedepan.

Masalahnya kemudian dengan segala bentuk carut-marut berpolitikan di negara kita ini, rakyat kemudian apatis dengan politik. Tingkat kepercayaan rakyat sebegitu rendahnya terhadap politisi dan politik seakan menjadi “barang haram” yang najis ketika di sentuh. Bahkan berberapa waktu lalu sebuah survei dilakukan oleh Tempo mendapati 51,3% dari 1200 masyarakat di 34 provinsi di Indonesia sama sekali tidak percaya pada partai politik, sebagian besar dari mereka bahkan sudah jarang mengikuti perkembangan politik di Indonesia.[4] Padahal apatisme rakyat terhadap politik bisa menjadi bumerang karena hampir semua kebijakan dan kepentingan rakyat diambil melalui jalur politik.

Maka dari itu Indonesia harus segera menelaah sistem yang menjadi pondasi politiknya. Apakah pondasinya telah kokoh dibangun dengan komitmen bersama mewujudkan Indonesia sejahtera atau menggunakan material yang mudah rapuh dimakan keserakahan manusia. Etika dapat menjadi bahan yang kuat untuk terciptanya pondasi politik yang kuat, salah satunya dengan tempatkan manusia yang benar dan ahli dibidang politik itu sendiri, bukan sekedar politik praktis yang hanya memakai nama besarnya dibidang diluar politik malah ditempatkan posisi strategis dalam strata politik. Karena hal tersebut dapat menimbulkan paradigma orang berada cepat kaya, orang hebat malah tersingkir, sementara hidupnya hanya menimbulkan citra pribadi, bukan citra pembangunan politik yang selalu digaung-gaungkan dengan indahnya lewat panggung pada masa kampanye dulu.

Kemudian kita mengenal prinsip “The right man on the right place” oleh pakar politik Peter G. Northouse.[5] Juga dalam Islam, dari hadis Bukhari nomor 6015, yang sahih dikatakan bahwa “Jika sesuatu dipasrahkan pada bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya”.[6] Begitupun dalam konteks politik.

Oleh karenanya, Etika dalam politik harus dibangun dan ditegakkan secara baik dan benar melalui politisi yang memang memiliki latar belakang politik. Politik yang memiliki kepercayaan dari masyarakat tidak akan mudah untuk di serang ketahanannya. Baik ketahanan dalam maupun luar, sehingga mampu membuat kredibilitas masyarakat meningkat yang otomatis membawa Indonesia menjadi lebih sejahtera.
            
    Mulai dari kasus E-KTP, keributan internal, lalu upaya pelemahan terhadap sebuah lembaga anti korupsi, dari berberapa contoh tersebut mungkin essay ini hanya mewakili sebagian kecil pendapat pribadi terhadap situasi politik di negara kita saat ini, masyarakat banyak menanggung kerugian akibat keserakahan para politisi yang tak beretika, dari mereka yang melecehkan aspirasi rakyat dengan bangganya duduk di bangku kehormatan, mereka dengan egoisnya berdiri kokoh diatas penderitaan rakyat. Kini rakyat sedang meringis menanti sebuah revolusi hebat oleh para calon ahli politik yang saat ini sedang membaca, mendengar atau mungkin yang sedang menulis sebuah essay sederhana ini.

DAFTAR PUSTAKA



·         [1] Prof. DR. Kaelan, M.S.. 2014. Pendidikan Pancasila. Paradigma. Yogyakarta;
·         [2] Hamzah, Fahri. “Pertanyaannya kok #15TahunKPK OTT makin banyak? Bukankah ini pengakuan korupsi tambah banyak? Lalu sukses KPK di mana?.” Cuitan dari Twitter @Fahrihamzah. 20 Juni 2017. <https://twitter.com/Fahrihamzah/status/877132894728105985;
·         [3] Suryowati, Estu. “Jadi Tersangka KPK, Novanto Tak Mundur sebagai Ketua DPR”. Kompas.com. 18 Agustus 2017 < http://nasional.kompas.com/read/2017/07/18/13425221/jadi-tersangka-kpk-novanto-tak-mundur-sebagai-ketua-dpr;
·         [4] Faiz, Ahmad. “Survei: Partai Politik Makin Tidak Dipercayai Masyarakat”. Tempo.co. 23 Maret 2017. <https://nasional.tempo.co/read/news/2017/03/23/078858765/survei-partai-politik-makin-tidak-dipercayai-masyarakat;
·         [5] G. Northouse, Peter. 1997. Leadership: Theory and Practice. Michigan;
·         [6] Tandjung, Ihsan. “Jika Bukan Ahlinya Yang Mengurus, Tunggulah Kehancuran..!”. Eramuslim.com. 16 April 2015. <https://www.eramuslim.com/suara-langit/penetrasi-ideologi/jika-bukan-ahlinya-yang-mengurus-tunggulah-kehancuran.html


*)Daftar Pustaka yang bersumber dari internet disusun sesuai dengan gaya penulisan APA (American Psychological Association)





 

Thursday, 16 June 2016

Web Blog Killer? - Blog dan Vlog

Assalamualaikum.

Hallo semua, salam dan semangat ramadhan. Semoga  di Ramadhan para pembaca dapat mengamalkan ramadhan sebaik mungkin dan mendapat hidayah untuk terus baca blog gue yang sederhana ini. Bisa.

Okey, kali ini gue pengen ngomongin sesuatu hal yang lagi tren akhir-akhir ini. Video Blog... Sebelumnya udah padatau dong Video Blog atau yang biasa disingkat Vlog itu apa? Gak tau? Yaelah. Masa gue mesti cari di google juga.

Sedikit tambahan aja yang gue tau nih, Video Blog atau Vlog atau Blogger yang make video adalah para blogger yang memakai video (audio-visual) sebagai media broadcast mereka. Nah biasanya nih para pelaku vlog atau biasa disebut vlogger menjadikan Youtube sebagai tempat mereka berekspresi. Tapi ada juga yang make Snapchat, IG, Path, Dsb.

Bisa dibilang Vlog ini lagi musim-musimnya terutama di Indonesia, jadi ada konspirasi geografi wahyudi yang mengatakan sebenernya Indonesia dilalui 3 musim; Panas, Hujan, Vlog *Mampus gapenting*. Bahkan, blogger yang udah bisa dibilang senior banget walopun belom tua macam Raditya Dika pun udah mulai mengepak kan sayapnya di dunia per-vlogger-an.

Ada banyak tema yang diulas para vlogger di vlognya. Misalnya Motovlog, Gamevlog, Daily Activities bahkan Vlog cuma sekedar chat chit chut sesama vlogger pun dijadikan tema oleh para blogger tersebut, namun kerennya mereka para vlogger dapat menyajikan tema-tema tersebut menjadi hal yang dapat membuat para penikmatnya  keliatan buang-buang kuota cumen untuk menonton atau mendengar mereka ngomong. Praktek hipnotis modern gaes, hati hati!

Kembali kejudul, gue mengangkat judul 'Web blog killer?' nah yang dimaksud adalah Vlog. Apakah vlog adalah sebuah killernya webblog? Wow wow wow. Gue khawatir terjadi bentrokan antar vlogger dan blogger semacam ojek online dan ojek pangkalan. Tapi itu mungkin gaakan terjadi. Karna disini gue yakin bahwa blogger maupun vlogger akan lebih siap bermain disegmennya untuk menyedot para peselancar web.

Nah, pertanyaannya menjamur, ada kalimat 'segmen' disana. Lantas apakah benar ada segmentasi diantara vlog dan blog yang memisahkan keduanya? Padahal fondasi vlog adalah dari blog itu sendiri.

Vlog dan blog sebenernya perbedaannya sedikit, seperti yang gue bilang, vlog didasari oleh ke-modern-an blog yang mana pembaca secara tidak langsung maupun langsung menuntut suatu hal yang lebih baru dari sekedar hanya membaca, di vlog bukan mata yang digerakan, tapi yang dilihat pembaca adalah yang bergerak. So, itu adalah esensi dari sebuah teknologi, yaitu menyimpelkan apa yang bisa disimpelkan. Tema-tema vlog pun tidak berbeda jauh dari blog. Bahkan cenderung sama. Bedanya cumen kalo di vlog tangan gue gaakan pegel2 buat ngetik kek gini. Paling capek karna act like seniman supaya penonton tetep terhibur

Jadi simpulannya ya gitu. Vlog adalah blog, blog adalah vlog. Keduanya sama namun tak serupa. Hanya media yang dipakai keduanya yang berbeda. Dari segi segmennya menurut gue vlog bisa masuk kedalam kategori blog, istilahnya seperti misalnya 'Judul'-nya blog, nah 'Sub-Judul'-nya itu vlog. Vlog dan blog sama saja, tinggal bagaimana kreatif para blogger maupun vlogger yang dapat menarik pembaca atau penonton. Gitu.

Itu aja sih dari gue tentang berberapa analisis yang bisa gue kemukakan tentang vlog dan blog. Jadi gak ada tawuran antar blogger dan vlogger ya. Kalopun ada gue bakal ikut sebagai tukang bacang. Ga kena ya? Yaudah lah bodo amat

Wassalamualaikum,

Tuesday, 8 March 2016

Mahluk Misterius Hisap Darah 200 Unggas di Tiongkok

Hallow epribadiii!!! Kerasa lamanya gue gak isi blog ini, maklum, gue udah masukin masa SMA yang penuh dengan tugas dan kesibukan lainnya. Ini pun gue sempetin ngepost karna besok libur tanggal merah.

Oiya, sebelum ke topik, gue pengen cerita sedikit tentang salah satu kesibukan kemarin, jadi ceritanya gue ada seminar 3 hari di salah satu hotel bilangan Sentul Bogor, semiar itu tentang kewirausahaan yang digagas oleh Dispora Kab. Bogor. Dari sekolah gue ngirim 5 orang terpilih, sialnya salah satu dari 5 orang itu adalah manusia ajaib yang bisa selamet dari kampretnya jalanan daerah Bogor. Setiap sekolah emang ngirim 5 perwakilan, dan yang diundang sebanyak 10 sekolah Kab. Bogor. Itung aja dah tuh berapa orang yang ikut seminar.

Seminar ini menurut gue emang serunya luar biasa parah. Salah satu bagian dari hidup gue yang paling membahagiakan, serius kagak lebay gue. Biasanya lebih lebay lagi. Mulai dari undangan yang menurut gue niat banget pemerintah ini, segala-galanya hampir sempurna, lalu pemateri yang bener-bener berkompeten di bagian-bagian masing, pelayanan hotelnya juga gak mengecewakan, makanannya banyak dan as well enak! dan yang paling spesial diantara itu adalah teman-teman calon entreprenuer dari 9 sekolah + 4 manusia hasil mutasi kambing dari sekolah gue yang menurut gue friendly abis! Serius 3 hari gak dirumah yang paling nyaman bagi gue. Dari yang awalnya gak kenal siapa, apa dan bagaimana mereka, hingga kini mereka yang menjadi salah satu catatan hidup gue yang perlu gue garis bawahi tebal, senengnya punya banyak temen seperti mereka dan mungkin gue bakal jarang lagi dapat kesempatan kaya 3 hari lalu itu.

Baiklah, kali ini gue pingin ceritain sesuatu yang berbeda dari tema-tema di blog gue. Gue kembalikan hobi nulis hewan Cryptozoology. Krip..., what? FYI, mahluk Cryptozoology, biasa blogger sebut Crypto saja atau Cryptid atau orang alay biasa sebut Cryptz Bgtz adalah sejenis kegiatan penelitian atau penyelidikan tentang mahluk hidup yang belum dikenal dalam ilmu sains. Pernah denger Monster Loch Ness? Bigfoot? Yetti? Nah trio maut disamping adalah para mahluk Cryptid yang paling dikenal dan populer di jagat internet. Tapi masih ada jutaan mahluk lainnya yang menanti untuk diungkap rahasianya.

Cerita pada topik kali ini berasal dari Tiongkok, daerah Pudong yang merupakan salah satu distrik di Shanghai yang tak luput oleh serangan mahluk misterius.

Berberapa hari lalu, pinggiran distrik tersebut dikejutkan oleh kematian 200 unggas yang misterius yang telah terjadi dalam kurun berberapa minggu.


Menurut NetEase, di sekitar bangkai unggas terdapat petunjuk yang mengejutkan. Diyakini, mahluk yang membunuh unggas-unggas memiliki 4 kaki dan memiliki semacam jari yang berukuran sebesar tangan anak manusia yang nyeplak di lumpur.


Selama berberapa minggu terakhir, warga sekitar banyak mengatakan kalau unggas-unggas mereka mati bersama berberapa kelinci ternak. Unggas dan para kelinci itu dibunuh oleh mahluk itu dengan cara yang sama, tidak dimakan, melainkan dihisap darahnya setelah dianiaya hingga mati.


Penduduk desa menduga bahwa pelaku adalah hewa yang kabur dari Kebun Biatang Shanghai yang terletak 2km jauhnya. Namun pihak kebun binatang memastikan jika mereka tidak kehilangan satupun binatang.


Pihak kebun binatang pun mencoba membantu dengan membuat perangkap besi dengan ayam yang digantung sebagai umpannnya, namun tidak berhasil. Mahluk tersebut mungkin lebih pintar dari yang diduga.


Salah satu warga bernama Lin bercerita pada Shanghai Daily tentang kehilangannya: "Saya memiliki 23 bebek dan 19 ayam, semuanya mati. Tetangga saya juga 29 ayamnya mati."

Lin juga menjelaskan keterkejutannya pada Discovery: "Daging dan bulu berserakan di tanah, lubang sebesar bola di pagar kawat ditemukan robek."

Berberapa orang juga khawatir jika mahluk tersebut khilaf, sehingga mencari manusia sebagai korban terbarunya.

Analisis

Melihat dari jejak kakinya, bisa jadi ini merupakan jejak kaki hewan sejenis anjing, namun anjing biasa tidak mungkin hanya meminum darah, pasti dagingnya juga. Teori yang paling rasional adalah penampakan Chupacabra, dimulai dari jejak kaki, cara memangsa dan cara memperlakukan mangsanya itu sangat kental dengan mahluk Cryptid ini.

Ini Chupacabra, bukan Scooby-Doo.

Jejak Chupacabra
Namun seperti yang kalian tau, Chupacabra merupakan mahluk Cryptid berasal dari benua Amerika, salah satunya ada di Meksiko. Bagaimana caranya Cryptid sejenis anjing yang katanya hasil mutasi ini bisa nyasar sampe China? Masih menjadi misteri yang diselediki oleh pihak kepolisian setempat dan para ahli pun masih berspekulasi.

Menurut kalian apa? Anjing gila? Anjing Vampir? Warewolf? Chupacabra? atau mungkin Gue?

Wednesday, 23 December 2015

Berberapa Kemungkinan Dalam Film Superman vs Batman: Dawn of Justice

Halo semua kembali lagi dalam postingan blog gue yang super gak penting ini. Luar biasa gue baru kembali nulis disaat liburan-liburan kayak gini. Masa-masa yang mungkin sebagian orang bakal berpikir bahwa gue bakal nulis hal-hal yang lebih rasional lagi, tapi kenyataannya...

Ya, gue gapernah bisa berpikir rasional, sedikit main logika tapi konyol. Tapi ya gue gak tau gimana pendapat kalian di postingan gue satu ini. Postingan gue ini lebih ke merensesi sebuah film yang paling gue tunggu-tunggu di 2016. Well, memang di 2016 banyak hal yang paling gue tunggu-tunggu, salah satunya film ini. Batman vs Superman (kebalik gak tuh judulnya).



Film ini mengisahkan tentang 2 superhero andalan DC Comics, yaitu The Dark Knight alias Batman dan Man of Steel, Superman, si dewa yang identik dengan kolor merah diluar. Jangan berpikir bahwa mereka berdua bakal berkoalisi sebagai perdana menteri Gotham atau jadi pemandu wisatanya Metropole City. Karna berdasarkan judulnya saja mereka berdua akan berduel. Penasarankan? Sinopsis Film yang bakal meluncur di tahun depan ini pun diliris untuk mengobati rasa penasaran para fans film ini. berikut sinopsisnya...

"Takut tindakan superhero seperti dewa dibiarkan, pemilik kota Gotham yang tangguh, kuat dalam main hakim sendiri, mengambil alih kota Metropolis yang paling dihormati itu, penyelamat modern, sementara dunia sedang bergulat tentang pahlawan seperti apa yang benar-benar mereka butuhkan. Dan dengan Batman dan Superman berperang satu sama lain, ancaman baru datang dengan cepat, menempatkan umat manusia dalam bahaya yang lebih besar dari yang pernah dikenal sebelumnya."

WHAT? Ini sinopsis apaan pendek amat? Ini sinopsis kalo dibanding rumusan masalah tugas PKn juga masih kalah panjang!

Oke jadi intinya 2 superhero ini bakal berantem buat buktiin siapa yang terbaik. Tapi yang gue pikirin sekarang adalah kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi kalau mereka berdua bakal berseteru. Apa aja?

1. Populasi Penduduk Menipis

Di Film The Dark Knight-nya Batman yang baru baru ini gue tonton kayaknya banyak banget tuh jiwa manusia yang melayang, mulai dari karna ketabrak mobil kontainer yang dibawa Joker sampe efek karna ledakan-ledakan yang logikanya bakal menelan banyak korban jiwa, itu belom kalo 'ancaman' yang lain dateng kaya yang disebutin di sinopsis. Well, bakal banyak korban nih lads.

2. Banyak Orang Kehilangan Lapangan Pekerjaan

Gue liat di trailernya sih film ini bakal merugikan orang-orang dari segi ekonomi. Bayangin, banyak gedung yang runtuh karna ditabrak BatPlane-nya Ben Affleck atau Superman kalo lagi khilaf. Belom lagi kalo Ultramen sama para monnsternya tiba-tiba ikut nonton pertempuran di Metropole... Gedung bakal banyak yang keinjek-injek. Kebayang gak luar biasa banyak orang yang kena PHK gara-gara pertempuran antar 2 superhero itu.

3. Tawuran Antar Warga

Walaupun nasib kedua superhero ini berbanding terbalik dikota maisng masing, kaya Superman yang banyak dipuja, sementara Batman yang dianggap sebaliknya, sebagai Superhero yang dibenci Polisi karna main hakim sendiri, nyatanya mereka tetaplah kedua superhero karismatik dan patut dibela oleh kedua kota basecamp mereka. Ketika kedua superhero yang memiliki dukungan massa di 2 kota berbeda sedang bertempur, maka para warganya pun merasa harus bertindak. Kejadian ini mengingatkan kita akan warga Johar Baru dan Kampung Rawa yang seneng tawuran entah apa penyebabnya.

Sebenernya masih ada banyak hal yang kemungkinan terjadi di film ini menurut gue, tapi daripada imajinasi gue semakin absurd yang lebih gak rasional lagi ada baiknya kita tunggu di tahun 2016 dimana film ini rilis dan kamu aku bakal nonton berdua. Uhuk.

Saturday, 31 October 2015

6 Keuntungan dan Manfaat Jadi Jomblo

Jomblo... Mengucap katanya saja udah mau ketawa, "SITU JOMBLO? HAHAHAHASAMAHAHA.."

Jomblo.. Tau artinya saja pasti sudah disepelekan dan banyak yang mengira kaum jomblo adalah kaum pemuda rupawan tertindas dijaman serba globalisasi ini, iyalah, pemuda lain sudah menasbihkan sumpah cinta, sementara yang jomblo masih hapalin sumpah pemuda...

Tapi gue punya sedikit motivasi buat kalian yang masih jomblo. Jangan bingung, risau dan gundah deh kalau masih jomblo... Jomblo itu gak selalu menjadi kaum tertindas kok setelah kalian mengetahui keuntungan sekaligus manfaat-manfaatnya. Berikut ini adalah berberapa keuntungan kalian yang masih jomblo...

1. Jomblo Lebih Banyak Duit

Tidak ada kebahagiaan lain selain punya dompet tebal setiap hari, jomblo yang punya kemampuan keuangan yang baik akan merasakan ini, dia selalu merasa bahwa punya duit banyak karna tidak akan memfoya-foyakan uang yang dikumpulinnya untuk ngedate tiap akhir pekan bareng doi.

Tapi emang sih, dompet tebel belom tentu isinya duit, bisa aja dalemnya cuma kartu member supermarket, bon, struk parkir atau paling uang monopoli

2. Jomblo Banyak Temen
Keberadaan temen menjadi salah satu kebahagiaan tersendiri, apalagi kalau punya banyak, pasti kalian merasa sangat bahagia. Biasanya jomblo ini punya banyak temen karna kaum yang punya pasangan terlalu banyak menghabiskan waktu bareng doinya, sementara itu mungkin dapat memperkeruh hubungan dengan temannya.

3. Jomblo Itu Bebas

"Pagii... Kamu udah makan belum? Kamu udah mandi belum? Kamu jangan ujan ujanan.. Jangan lupa makan yah... Jangan lupa jemuran depan pager masukin yahh." Oke maap yang terakhir itu kalimat dari nyokap gue.

Ini poin yang menurut gue paling bermanfaat, bebas! Jomblo mau makan kapan kek, mau mandi kapan kek, mau nostalgia masa kecil juga bodo amat, jemuran basah bodo amat. Bahkan dengan bebasnya jomblo, mereka bisa berteman hingga ngedate sama siapa aja, asal gak bikin baper duluan. Jadi buat kaum jomblo yang masih penasaran pingin punya pasangan terbaik, jomblo bisa menjadi solusinya!


Jomblo juga gaakan tertekan karna jomblo jika sudah bersama temannya pasti 'lepas'! Gaada jaim jaiman. Beda dengan yang berpasangan kalo jalan bareng sama pasangannya pasti harus jaga sikap, jaga hati, jaga hati, jaga penampilan. Hadeh... Itu pasangan apa penjaga lapas.

4. Kepuasan Hobi Cepat Terpenuhi

Hobi merupakan hal yang pasti dimiliki setiap pemuda di dunia ini, tanpa hobi hidup pasti hampa. Nah jomblo dengan segala kebebasannya berarti punya banyak waktu buat memenuhi kepuasan hobinya, semakin cepat puas maka semakin bahagia mereka dengan hobinya. Bagaimana dengan mereka yang berpasangan? Mungkin agak sulit, dikit dikit pasangannya sms, bbm, wa, line dll.

Nah poin ini yang menurut gue emang berguna juga, sejak jomblo, hobi bersepeda gue mulai terealisasi, tiap minggu bisa upgrade sepeda sedikit-sedikit dengan uang yang mungkin kalo gue punya pasangan pasti habis tiap minggu karna ngajak jalan doi. Tapi emang, sedikit perasaan hampa karna tidak adanya doi membuat gue sedikit down, ah mungkin gue eamng belum bisa move on. Lanjut...

5. Jomblo Itu Sehat
Siapa sih yang tidak ingin hidup sehat? Apalagi di masa muda ini, kalian bisa merasakan nikmatnya sehat ini lewat status jomblo kalian. Jomblonya kalian berarti kembali ke hobi masing masing, kalo hobi kalian di segmen olahraga, berarti kalian memang bisa hidup sehat lewat status jomblo, atau dengan jomblo artinya waktu kalian dirumah lebih banyak, kulit kalian akan lebih putih dan bersih *kecuali kalo emang udah dari sononya.

Selain itu dengan banyak berdiam dirumah kalian juga akan lebih banyak merasakan sehat dan baiknya makanan yang disediakan dirumah. Nyokap mana sih yang biarin anaknya makan junk food tiap hari.

6. Jomblo Itu Gak Galau
Poin ini sih emang kembali ke diri masing masing. Kadang emang, walaupun kalian jomblo, kalian masih sering meratapi kejombloan, kengenesan, kehinaan, kejelekkan kalian, atau meratapi teks berisi 'Yaudahlah kita putus aja.' dari doi yang lama, dan sedihnya sampe sekarang gak bisa bangkit dari sana. Hiih...Guebgt.


Tapi kalau memang jomblo sejati gaaakan deh merasakan galau galau gak jelas, ini adalah poin yang PASTI tidak akan dirasakan oleh mereka yang punya pasangan.

Jadi, masih ada penyesalan kalian kah dengan status jomblo?

Wednesday, 28 October 2015

Killpop, Ketika Bisnis Menginvasi Industri Musik

Halo semua pengunjung blog gue yang paling berbahagia, kali ini gue mau ngomongin tentang musik, tepatnya gue si Manusia Kaleng Sarden mau ngomongin sebuah lagu yang menurut gue punya makna mendalam dari grup band Slipknot yang berjudul 'Killpop'.

Killpop?
Bukan bukan, gambar diatas namanya lollipop. Gue cowo yang super maskulin ini gaakan banting stir buat ngomongin permen manis ini, karna yang manis manis masih gue incer. Skip~

Killpop... Mendengar judulnya aja gue sempet kira: "Wah ini lagu jangan-jangan menceritakan tentang project pembunuhan si King Pop Michael Jackson?!",

Bahkan dari salah satu lirik akhir yang berbunyi "now die and f*cking love me" gue kira ini lagu jangan jangan bisa mendoktrin kita supaya bertindak kriminal?!

Eits tapi nanti dulu pikiran macam-macamnya, kita dengar dulu komentar Pakde Corey Taylor, vokalis bernomor 8 dari Band Slipknot. Beliau mengatakan bahwa lagu ini menceritakan tentang Cinta-Benciya beliau terhadap industri musik saat ini.

"Sejujurnya, lagu ini adalah tentang pendapat atas hubungan saya dengan musik. 'She' dalam lirik yang saya maksud adalah si musik itu. Tapi bukan cuma untuk musik, namun untuk industri musik secara umum juga. Jadi ini tentang hubungan cinta dan benci saya dengan musik."

Pakde juga menambahkan bahwa dia frustasi dengan musik yang dicampuri bisnis, namun ia juga 'beruntung' karna hal itu.

"Ada dua pepatah tua, 'Hati-hati dengan apa yang kamu harapkan,' dan 'Hati-hati melakukan sesuatu yang kamu sukai karna suatu saat itu akan berubah menjadi buruk untuk kamu.'. Kamu tau, setiap kamu mencampur musik dan bisnis, kamu akan menemukan retakan yang berkarat yang membuat kamu jatuh. Jadi lagu itu benar-benar tentang betapa saya masih sangat cinta membuat musik, namun saya juga benci sisi bisnisnya, di sisi angkanya, orang-orang berjas yang mencoba menjalankan bisnis, lalu kami membuat urusan dengan mereka dan belajar bagaimana berbicara dengan mereka.

"Dan kamu tau, kadang itu membuat frustasi, namun beruntung, kami memiliki lagu bagus (Lagu ini) tentang hal itu dan kami benar-benar bisa melukiskan sesuatu yang keren tentang itu dan meletakannnya disana supaya orang-orang bisa sadar." [Sumber]

Di lain tempat juga sang vokalis bercerita tentang lagu ini yang kurang lebih sama:

"Secara kiasan, liriknya bukan hanya tentang band ini sendiri, namun juga tentang industri musik secara keseluruhan, karena setelah sekian lama kami disini, banyak perubahan secara dramatis, bukan hanya sejak All Hope Is Gone (Album ke-4 Slipknot), namun sejak kami kehilangan Paul (Mantan bassistnya yang meninggal pada tahun 2008). Pada dasarnya lagu ini tentang cinta-bencinya kami dengan situasi yang saat ini kami alami, dengan bukan hanya di sisi bisnis, namun juga dengan bagaimana musik saat ini. Gambarannya kami adalah anggota yang besar dalam permainan ini, namun disaat yang bersamaan ada banyak orang yang ingin mengambil keuntungan walaupun faktanya mereka juga masih mencampuri hati, cinta dan kreatifitas mereka dalam musik ini, namun mereka juga ingin mengambil keuntungan dari itu. Ini adalah tentang bagaimana kami berusaha mendamaikan kejahatan yang datang dengan itu. Dimana ada daging maka disana ada burung bangkai yang mengitarinya selama sekian waktu." [Sumber]

Diluar dari kerennya lagu ini, ternyata liriknya mengandung makna yang dalam dan sangat berarti untuk industri musik. Bayangkan saja, musik diluar sana saking keren-keren lagunya sehingga dapat mendatangkan pundi-pundi uang yang luar biasanya masih sempat saja dihujat.

Bagaimana di Indonesia? jangankan bisnis, dijaman semakin modern ini musik Indonesia bisa dikatakan semakin tenggelam, kreatifitas permusikan di negara tercinta kami semakin menyusut.

Orientasi musik Indonesia semakin tenggelam ciri khasnya oleh arus globalisasi dari luar, contoh saja efek budaya K-Pop dari Korea. Efek dari hal tersebut memang sempat membuat booming, sehingga lahirnya banyak Boyband dari Indonesia, disaat yang bersamaan efek itu juga sempat berhasil memukul telak kreatifitas anak bangsa lewat karyanya bernuansa band khas Indonesia, kita ambil sample band Ungu atau Wali. Sehingga apa yang terjadi? Sampai saat ini industri Indonesia bisa dikatakan 'Mati Suri', bahkan kenyataannya saat ini selera musik Indonesia tertahan di tahun 2007-kebawah. Tidak ada perkembangan saat ini. Jelas bahwa saat ini musik Indonesia sedang krisis kreatifitas.

Jadi mari teman-teman muda, kita bangkitkan jiwa musik Indonesia, dengan jalan Indonesia atau lewat modifikasi 'sewajar-wajarnya'! Berhubung post ini turun pada tanggal 28 Oktober 2015, alias Hari Peringatan Sumpah Pemuda, jadi pas deh! Semangat Pemuda!

Ini dia MV nya. Curhatan tambahan dari gue, jadi ini salah satu lagu yang memantapkan posisi gue sebagai 'The Maggots' alias pecinta Slipknot, selain dari lagu lainnya seperti Psychosocial dan Duality. Kadang kalo lagi nyetir dijalan suka headbanging kepala saking asiknya ini lagu.


Slipknot - Killpop
[Verse 1]
She's sticking needles in her skin, I turn with an ugly grin
Her canvas doesn't leave a lot... to fantasy
But her peace of mind can't stay inside the lines
It's so... confusing, the methods that she's using
She knows she shouldn't leave a mark... that I can see
Will she ever find one million of a kind?
It's cold and lonely, but that's because she told me
Lost inside her dirty world, no one hurts this pretty girl but her
Oh, she's beautiful
A little better than a man deserves
Oh, I'm not insane
Please tell me she won't change...

[Chorus]
Maybe I should let her go...
But only when she loves me (she loves me)
How can I just let her go?
Not until she loves me (she loves me)

[Verse 2]
She's drowning in herself again
My god what a lovely sin...
I guess there's nothing left to do, but have my way
She can feel it's right so she doesn't close her eyes
She smiles and answers, it doesn't seem to matter
Lost inside my dirty headsomething tells me I'm the one who's kept
Oh, so volatile
A little better than a man defiled
Oh, I need the pain
Please tell me she won't change...

[Chorus]
Maybe I should let her go...
But only when she loves me (she loves me)
How can I just let her go?
Not until she loves me (she loves me)

[Outro]
We were meant to be together
Now die and fucking love me
We were meant to hurt each other
Now die and fucking love me
Die and fucking love me
Die and fucking love me
Die and fucking love me