Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Friday, 24 April 2015

Ben Affleck dan Tugas Kebudayaan dan Peradaban.

Kembali lagi dalam blog usang ini yang ternyata sudah mulai menyebar ke satu sekolah, kesan pertama dari teman teman untuk postingan diary ada yang suka dari tata bahasanya yang katanya keren tapi lebih ngeselin, ada yang juga bilang ngefans dengan Tukiyem yang di diary tersebut menjadi salah satu aktor antagonis, berberapa teman juga ada yang ngasih masukan:
"Tulisannya bagus cuma kurang baku"
"Tulisannya keren cuma agak ngeselin"
"Tulisannya keren tapi gak sama penulisnya"
"Tulisannya keren tapi pembacanya lebih keren"
"Tulisannya ngeselin tapi penulisnya tampan nan rupawan(itu review saya sendiri)."

Mungkin kalian akan berpikir dalam postingan kali ini saya mau review kemampuan Ben yang katanya bakal jadi lawannya Superman ketika dirinya terpilih memerankan Batman. Engga ko, kali ini saya cuma sedikit ngomongin mukanya aja dan pintarnya saja.

Tema dalam postingan kali ini 'lagi lagi' yang berwawasan dan masuk dalam bahasan sekolah, ya akhir akhir ini sih saya emang jadikan blog ini menjadi salah satu ajang penghematan uang untuk biaya yang mestinya dipake ngeprint tugas atau untuk simpan tenaga yang mestiya dipake buat nulis tapi dipake buat terus ngejar doi HAHA *ketawa garing.

Banyak nulis berwawasan, gue kalo ngaca jadi suka dimiripin sama si Batman Ben Affleck, tapi lebih muda dikit.
Sebagai pelajar paling revolusioner saya juga mengingatkan untuk teman-teman agar mengikuti langkah serba hemat saya ini, sungguh ini cara yang menurut saya paling menyenangkan dan hemat dalam menyelesaikan tugas.

Tugas kali ini datang dari guru Sejarah saya yang kebetulan juga ikut bagian dalam postingan diary saya itu, kembali yang membuat bagi saya tugas menarik ini karna Pak Eko kasih lampu hijau sekaligus tantangan buat memberikan pandangan tentang "PERBEDAAN KEBUDAYAAN DAN PERADABAN SERTA HUBUNGANNYA.". Oke gak lama-lama kita langsung ke pembahasannya.

1. KebudayaanBudaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia. - Wikipedia.

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual, dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan, dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan, dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku, dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
  1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
    • alat-alat teknologi
    • sistem ekonomi
    • keluarga
    • kekuasaan politik
  2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
    • sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
    • organisasi ekonomi
    • alat-alat, dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
    • organisasi kekuatan (politik)
  3. C. Kluckhohn mengemukakan ada 7 unsur kebudayaan secara universal (universal categories of culture) yaitu:
    • bahasa
    • sistem pengetahuan
    • sistem tekhnologi, dan peralatan
    • sistem kesenian
    • sistem mata pencarian hidup
    • sistem religi
    • sistem kekerabatan, dan organisasi kemasyarakatan

Ciri – ciri Kebudayaan Secara Umum
1.Kebudayaan dipelajari
2.Kebudayaan diwariskan atau diteruskan
3.Kebudayaan hidup dalam masyarakat
4.Kebudayaan dikembangkan dan berubah
5.Kebudayaan itu terintegrasi

2. Peradaban
Secara umum peradaban adalah bagian-bagian dari kebudayaan yang tinggi, halus, indah, dan maju. Sedangkan Pengertian peradaban yang lebih luas adalah kumpulan sebuah identitas terluas dari seluruh hasil budi daya manusia, yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia baik fisik (misalnya bangunan, jalan), maupun non-fisik (nilai-nilai, tatanan, seni budaya maupun iptek), yang teridentifikasi melalui unsur-unsur obyektif umum, seperti bahasa, sejarah, agama, kebiasaan, institusi, maupun melalui identifikasi diri yang subjektif. Istilah "peradaban" dalam bahasa inggris disebut civilization atau dalam bahasa asing lainnya peradaban sering disebutbescahaving (belanda) dan die zivilsation (jerman).

Istilah Peradaban ini sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita pada perkembangan dari kebudayaan dimana pada waktu perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya yang berwujud unsur-unsur budaya yang halus indah, tinggi, sopan, luhur, dan sebagainya, maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi. Ada beberapa pengertian peradaban yang didefinisikan oleh para ahli. Pengertian peradaban menurut definisi para ahli adalah sebagai berikut...

  • Arnold Toynbee : Arnol Toynbee dalam bukunya "The Disintegrations of Civilization" dalam Theories of Society, (New York, The Free Press, 1965), hal 1355 menyatakan peradaban adalah kebudayaan yang telah mencapai taraf perkembangan teknologi yang sudah lebih tinggi. Pengertian lain menyebutkan bahwa peradaban adalah kumpulan seluruh hasil budi daya manusia, yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, baik fisik (misalnya bangunan, jalan), maupun non-fisik (nilai-nilai, tatanan, seni budaya, maupun iptek). 
  • Albion Small : Menurut Albion Small Peradaban adalah kemampuan manusia dalam mengendalikan dorongan dasar kemanusiaannya untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Sementara itu, kebudayaan mengacu pada kemampuan manusia dalam mengendalikan alam melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut Albion Small, yang mengatakan bahwa peradaban berhubungan dengan suatu perbaikan yang bersifat kualitatif dan menyangkut kondisi batin manusia, sedangkan kebudayaan mengacu pada suatu yang bersifat material, faktual, relefan, dan konkret. 
  • Bierens De Hann : Menurut pendapat Bierens De Hann yang mengemukakan pendapatnya tentang pengertian peradabadan yang memiliki arti bahwa peradaban adalah seluruh kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan teknik. Jadi, peradaban memiliki kegunaan praktis dalam hubungan kemasyarakatan. 
  • Huntington : Huntington memberikan pendapatatnya mengenai definisi peradaban bahwa pengertian peradaban adalah sebuah identitas terluas dari budaya, yang teridentifikasi melalui dalam unsur-unsur obyektig umum, seperti bahasa, sejarah, agama, kebiasaan, institusi, maupun melalui identifikasi diri yang subyektif. Berangkat pada definisi ini, maka masyarakat Amerika-khususnya Amerika Serikat dan Eropa yang sejauh ini disatukan oleh bahasa, budaya, dan agama dapat diklasifikasikan sebagai satu peradaban, yakni peradaban barat. 
  • Alfred Weber : Menurut definisi Alfred Weber yang mengatakan bahwa pengertian peradaban adalah mengacu pada pengetahuan praktis dan intelektual, serta sekumpulan cara yang bersifat teknis yang digunakan untuk mengendalikan alam. Adapun kebudayaan terdiri atas serangkaian nilai, prinsip, normatif, dan ide yang bersifat unik. Aspek dari peradaban lebih bersifat kumulatif dan lebih siap untuk disebar, lebih rentan terhadap penilaian, dan lebih berkembang daripada aspek kebudayaan. Peradaban bersifat impersonal dan objektif, sedangkan kebudayaan bersifat personal, subjektif dan unik. 
  • Prof Dr. Koentjaraningrat : Peradaban adalah bagian-bagian yang halus dan indah seperti seni. Masyarakat yang telah maju dalam kebudayaan tertentu berarti memiliki peradaban yang tinggi. Istilah peradaban sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan kebudayaan dimana pada waktu perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya yang bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur dan sebagainya maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi.
  • Oswald Spengler : Spengler berpendapat bahwa pengertian peradaban adalah kebudayaan yang telah mencapai taraf tinggi atau kompleks. Terlebih lagi Spengler menyatakan bahwa peradaban adalah tingkat kebudayaan ketika telah mencapai taraf tinggi dan kompleks. Lebih lanjutnya lagi, Spengler menyatakan bahwa peradaban adalah tingkat kebudayaan ketika tidak lagi memiliki aspek produktif, beku, dan mengkristal. Adapun kebudayaan pada sesuatu yang hidup dan kreatif. 
Peradaban memiliki ciri-ciri atau karakteristik yang berfungsi dalam memperjelas peradaban dan juga berfungsi dalam membedakan peradaban dan kebudayaan dimana kita tahu bahwa banyak dari kita yang menganggap bahwa peradaban dan kebudayaan sama, padahal peradaban dan kebudayaan tersebut adalah sangat berbeda. Maka dari itu, ciri-ciri peradaban sangat membantu dalam membedakan antara peradaban dan kebudayaan. Ciri-ciri umum sebuah peradaban adalah sebagai berikut.... 
  • Pembangunan kota-kota baru dengan tata ruang yang baik, indah, dan modern
  • Sistem pemerintahan yang tertip karena terdapat hukum dan peraturan. 
  • Berkembangnya beragam ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih maju seperti astronomi, kesehatan, bentuk tulisan, arsitektur, kesenian, ilmu ukur, keagamaan, dan lain-lainnya. 
  • Masyarakat dalam berbagai jenis pekerjaan, keahlian, dan strata sosial yang lebih kompleks.

Kesimpulan: Hubungan Kebudayaan dan Peradaban

Seperti salah satu bait artikel diatas mengatakan bahwa menilik dari fungsinya, kebudayaan dan peradaban itu sangat berbebeda. Hal tersebut di kuatkan dari potongan pengertian yang saya ambil dari salah satu ahli tentang kebudayaan

"Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa kebudayaan adalah segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri."

Sementara itu peradaban itu...

"...sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita pada perkembangan dari kebudayaan dimana pada waktu perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya yang berwujud unsur-unsur budaya yang halus indah, tinggi, sopan, luhur, dan sebagainya, maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi."

Pernyataan diatas menguatkan pandangan saya bahwa yang dimaksud kebudayaan itu diciptakan oleh manusia untuk manusia yang turun temurun dari generasi ke generasi. Sementara peradaban adalah sesuatu yang terjadi setelah lahirnya kebudayaan tersebut, bisa menjadi tolak ukur agar terjadinya peradaban baru yang lebih kompleks dan lebih kualitatif dari kebudayaan sebelumnya.

Namun ternyata diluar kesimpulan saya diatas, perbedaan penggunaan kata 'Kebudayaan dan Peradaban' masih menjadi polemik diantara para ahli, dan atas dasar kepolosan saya hanya mencoba menyambungkan pendapat berberapa ahli diatas menjadi pandangan saya tentang hal ini. Untuk itu, kurang lebihnya mohon maaf, karna saya bukanlah seorang yang sempurna, sebelum berhasil membahagiakan orang tua, sukses dimasa depan, meyakinkan camer 'kelak' jika berhasil dapetin doi dan tentu saja yang mungkin bakal terjadi tidak lama 'Insha Allah' melihat Liverpool juara EPL. Amiin... *Oke Curhat

Itu aja,

Bahan:
http://betanokaz.blogspot.com/2013/05/perbedaan-kebudayaan-dan-peradaban.htmlhttp://gondang.blogspot.com/2013/12/kebudayaan-peradaban-manusia.htmlhttp://satria-kelayu.blogspot.com/2013/12/kebudayaan.htmlhttps://dienalj.wordpress.com/2013/03/19/pengertian-kebudayaan/http://www.lepank.com/2014/06/pengertian-kebudayaan-secara-umum.htmlhttp://www.artikelsiana.com/2015/02/pengertian-peradaban-ciri-ciri-para-ahli-peradaban.html

Wednesday, 8 April 2015

(Kurang) Satu Hari Bersama Kapten TNI Suroso - Jalan-Jalan Edukatif ke Museum PETA Bogor

Artikel saya kali ini berbicara tentang sejarah, ya saya tau klub kebanggaan saya memang kental dengan aroma sejarah, namun dalam rangka tugas Bahasa Indonesia yang diberikan Bu Hastri selaku guru mapel tersebut untuk mengisi liburan yang dihadiahi selama satu minggu akhirnya kami (saya dan 1 teman saya) bermaksud untuk memenuhi tugas tersebut.

Menurut saya tugas ini spesial (gak pake sayur), karena berhubungan dengan dunua jurnalistik, ya jurnalistik adalah hobi yang saya sangat cintai saat ini, selain senang memberikan berberapa artikel dengan berbagai macam tema, seperti olahraga terutama sepakbola, tentang politik dan lain lain, termasuk yang tentang tulisan kali ini mungkin akan menjadi salah satu tema kesukaan saya nanti.

Tugas ini sebenarnya sih berkelompok, namun karna saya memiliki pengalaman yang sangat tidak mengenakan bagi saya ketika menjalankan tugas kelompok interview seperti yang ini maka saya meminta maaf kepada Bu Hastri dan teman-teman kelompok saya, bukannya saya anti-sosial ya, hanya karna ketidak mampuan saya mengerjakan dengan cara kelompok di tema pelajaran interview ini yang membuat akhirnya saya hanya mengajak teman yang sering saya ajak sharing Panji (kelas sebelah) agar saya bisa lebih serius menjalankan tugas saya. Diharapkan sodara sodari mengerti.

I just feel free and more comfortable with my own way.
Oke, kita mulai dari awal. Bisa dibilang persiapan saya cukup minim karna pada tanggal 5 april atau 2 hari sebelum hari-h pembuatan tugas ini saya baru mengerjakan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat suatu wawancara, yang saya maksud adalah pertanyaan dan baha lainnya handycam. menilik dari bahan tersebut, skema awal saya membuat interview ini supaya bisa terlihat lebih pro, hehe.. Namun karna keterbatasan barang dan kemampuan maka dengan waktu 1 hari saya putuskan untuk mengganti skema tersebut dengan hanya mengandalkan recorder hape Nokia C3-00 dan berberapa pertanyaan yang dinilai anti-mainstream dan diharapkan bisa benar-benar menambah pengetahuan pembaca yang gabisa pembaca dapatkan dari Wikipedia atau artikel yang berada di blog setema lain.

Malamnya sekitar jam setengah-delapan tanggal 6 April (H-1), saya memutuskan untuk mengajak Panji (yang dari siang-sore-malam hari itu paling rajin PING!!! di bbm saya dengan maksud membuat suatu argumen baru seperti biasa), Setelah mengalami tawar menawar yang panjangnya lebih dari jarak Bumi ke Bekasi, akhirnya Panji hanya menawarkan dirinya sebagai kerabat saya saja ketika ditanya ingin menyelesaikan tugas tersebut karena dirinya dengan kelompoknya yang awal sudah sepakat untuk melakukan tugas berkelompok. It's okay dude. Aku biasa sendiri, apalagi doi belom peka-peka *tepok nyamuk. Dan dihari yang sama Panji juga sepakat untuk perjanjian dengan saya yaitu "Besok kita ke museum PETA, jam 09.45 janjian di pertigaan Alfamart Bojongggede (orang bojong pasti tau), no ngaret kecuali gue, jadi sekarang lu tidur bro takut kesiangan, jangan lupa cuci muka, gosok gigi pake sabun mandi." *kalimat yang saya coret tidak benar-benar saya ucapkan kok.

Keesokan harinya tepatnya di hari-h sekitar jam setengah 5 pagi saya dibanguni oleh alarm jam weker yang kerasnya ampe buat penghuni rumah saya juga ikutan bangunn, dengan raut muka Zayn Malik abis ultah dilempar bahan pembuat martabak saya cuci muka, gosok gigi, ibadah subuh, lalu..... tidur lagi.

Bangun lagi sekitar jam 8 lalu siap siap sarapan, mandi dan cusss otw... ketempat tidur lagi. Haha engga langsug cuss ketempat janjian pastinya. Kerabat saya Panji diantar ibunya saat itu. Dan tanpa pikir panjang sekitar jam 10 kurang kami melakukan perjalanan ke museum PETA sembari mengejek manusia manusia dari negeri Indonesia yang belum tersentuh revolusi mentalnya pak Presiden yang sebenernya sampe saat ini sayapun belum merasakan salah satu bagian dari janjinya saat Pilpres yang menurut saya sangat menggugah hati itu. Ya saya mengejek manusia manusia yang mengaku memiliki SIM namun mindsetnya seperti orang yang ga lulus TK (ga ngerti aturan dasar), seperti kontraflow, supir angkot yang ngeterm sembarangan, rider yang ga sabar menghadapi macet sehingga buat kemacetan baru, rider yang mesra-mesraan dengan pacarnya, ah pokoknya mengeneskan banget deh.

Sesosok Panji.
Setelah kengenesan di sepanjang jalan akhirnya kami sampai ditempat yang menurut saya sangat strategis, dijantung kota Bogor, dengan bangunan kokoh TNI yang dipertegas kebenarannya dengan banyaknya monumen senjata yang dijajakan dibelakang pagar yang sangat gagah terlihat. Akhirnya kami sampai dipintu masuk paling tengah dari komplek tersebut, dididing bagian atas bangunan tersebut kami langsung mendapatkan angin segar mengenai kepastian bahwa kami tidak salah lokasi, ya disana langsung terpampang 'Musem PETA Bogor', sebelum masuk ke gerbang museum, kami disambut dengan banyaknya bis dan berberapa angkot yang sepertinya charter-an dari salah satu rombongan yang terlihat ramai (yaiyalah Malih namanya juga rombongan), usut punya usut yang saya lihat ternyata mereka adalah rombongan dari salah satu TK, soalnya sedikit lebih pendek dari saya *oke saya akui saya seukuran ideal anak kelas 5 SD. Setelah para adik adik di TK tersebut bubar kami rencananya ingin langsung melakukan wawancara untuk mendapatkan jawaban dari tugas tentang museum ini, namun ternyata setelah kami bertanya kepada salah satu penjaga mengatakan bahwa orang yang berwajib kami wawancarai masih melakukann tur dengan rombongan dari Dinas Perhubungan RI. Wow! Dinas Perhubungan, ternyata bukan hanya kalangan unyu, kalangan om-om gagah dan ayunya tante-tante dari Dishub juga tak kalah ingin eksis dan menambah pengetahuan di museum ini.

Akhirnya tidak sampai 30 menit saya menunggu, ternyata kami berdua sudah dipanggil menghadap kepala museum, bukan bukan karna tadi kami iseng di museum, ternyata kami langsung dihadapkan dengan kepala museum untuk melakukan wawanncara sederhana tersebut! Gokil! ini kami langsung ke kepala museumnya! Mana belum siap sepenuhnya dengan pertanyaan-pertanyaannya lagi! Ah  karna kami sudah didesak dengan penjaganya untuk melakukan interview ini dengan berkata "Ayo kamu yang mau wawancara sudah ada kepala museumnya. Lebih cepat lebih baik" kata penjaga museum yang saya berikan hipotesa bahwa ia mungkin adalah pendukung Pak JK di Pilpres 2009,  akhirnya kami dengan tampang polos seperti anak kecil usia 7 bulan yang ditanyain 'berapa nem SMP kamu?' terpaksa langsung melakukan interview yang kami kira awalnya akan berakhir konyol.

Tadinya pertanyaannya mau yang iniii-_-
Kami datang dengan membawa recorder dan satu buah kamera hape saya (karna habis narsis di patung Pak Jendral Sudirman) mencoba seprofesional mungkin menunjukan bahwa kami adalah siswa SMA Negeri 1 Bojonggede yang terkenal karna over-pedenya, lalu kami langsung menghadapi Tentara yang terlihat gagah, sedikit serem (ampun pak) dan wibawa bernama Kapten Suroso, Pak Kapten ini ternyata adalah kepala museum PETA, beliau ternyata berasal dari TNI, padahal saya kira kami akan dihadapkan dengan kepala atau pemadu tur museum yang biasanya berkacamata dan berpakaian formal PNS. Kami berjalan dan langsung dihadapkan oleh Tentara yang sedang duduk dengan sedikit rasa kepayahan akibat memandu total 4 rombongan sebelum kami datang.

Baru saja ketika kami ingin memperkenalkan diri, justru kami yang langsung disuguhi pertanyaan "Ini adek darimana?" tukasnya dengan santai, "Kami siswa dari SMA Negeri 1 Bojonggede yang bermaksud ingin menyelesaikan tugas tentang interview pak" kata manusia berkacamata yang mukanya sedikit mirip Zayn Malik view dari belakang *itu saya ya. "Ini disuruh guru?" balasnya dengan nada penasaran, "Iya pak, tugasnya disuruh guru namun untuk gagasan pokok dari tugas ini adalah inisiatif kami sendiri," balas mantan pemilik jambul yang terkenal seantero sekolah itu *saya lagi. Harapan awal ketika saya ingin mengawali wawancara dari narasumber paling berkompeten di museum ini mengucapkan salam lalu langsung ke pertanyaan saya, namun ternyata saya malah langsung ditanya duluan "Kenapa kamu memilih museum ini?", lalu saya jawab "Karna supaya lebih menarik aja pak, ditambah saya adalah mantan siswa Sosial jadi saya memilih museum sebagai objek tugas wawancara ini pak.", lalu Pak Kapten mengganguk dan membalas "Siapa? YANG NANYA!?", "Baik pak bisa kita langsung ke pertanyaan saya?", pertanyaan santai dari si jomblo yang masih menunggu gebetannya peka *saya lagi, "Siap." jawab penuh kesiapan dari Pak Kapten. Akhirnya kami melakukan interview dengan berberapa pertanyaan yang keasliannya penuh dengan penuh tanggung jawab dan pastinya menarik, asli, anti-mainstream, anti karat, anti air. Oke itu embel embel produk jam tangan kali ya.

Farhan: "Apa yang menjadi latar belakang atau yang menjadi tujuan utama dibuatnya museum ini?"

Kapten Suroso: "Agar supaya kita semua sebagai generasi penerus bangsa bisa mengenang kembali kemudian mempelajari, bahkan lebih yaitu melestarikan nilai nilai perjuangan para pejuang tanah air kita."

Farhan: "Apa fungsi awal dari bangunan museum PETA ini?"

Kapten Suroso: "Dibangun pada tahun 1745 yang artinya sudah lebih dari 210 tahun berdiri yang saat itu didirikan oleh pemerintah penjajah Belanda, Museum ini dibuat sebagai tempat tinggal para pegawai dan para pengawal Gubernur Jendral Belanda yang kantornya berada di Istana Bogor. Setelah Belanda menyerah pada Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, tempat ini diambil alih oleh Jepang sebagai tempat melatih dan mendidik calon calon tentaranya. Setelah Indonesia merdeka, bangunan ini dipakai sebagai Zeni TNI AD, dan pada tahun 1995 satu unit bangunan yang terletak paling depan dari komplek Zeni ini dipakai sebagai museum PETA."

Farhan: "Apa saja koleksi-koleksi dari museum ini?"

Kapten Suroso: "Museum PETA ini menawarkan relief-relief yang berada dalam monumen-monumen disini, selain itu ada dua buah bangunan yang menjadi bagian dari museum ini yang isinya dapat dideskripsikan oleh diorama-diorama.

"Disana ada 14 diorama, diorama sendiri adalah salah satu koleksi atau wahana di museum ini yang memberikan deskripsi tentang kejadian pada masa lalu. Diorama pertama menggambarkan tentang pembentukan tentara PETA, diorama kedua tentang pendidikan tentara PETA, diorama ketiga tentang pemberontakan tentara PETA, lalu yang ke empat menggambarkan peristiwa Rengasdengklok 16 Agustus 1945, diorama selanjutnya peristiwa proses proklamasi, diorama lainnya menggambarkan keadaan ketika Indonesia telah merdeka yaitu tentang penolakan-penolakan yang ada di indoesia seperti Ambarawa dan sebagiannya, termasuk tentang pembentukan TNI, seperti pemilihan panglima TNI yang saat itu Panglima Jendral Sudirman yang terpilih, lalu perang-perang yang dikomandoi Jendral Sudirman. Itu ada total 14 buah diorama yang bisa kalian dan pengunjung lain bisa visualisasikann."

"Lalu Relief, banyak dari senjata, perlengkapan pertempuran, perlengkapan TNI kita yaitu teropong, tas magasin, pedang Katana, baju baju asli tentara Jepang dan TNI ketika masih dalam masa perjuangan."

Farhan: "Mengapa Kota Bogor menjadi tempat dibangunnya museum PETA?"
Kapten Suroso: "Karena memang tentara PETA itu dididiknya pertama kali di Bogor sehingga museum, monumen dan relevansinya di Bogor karena juga ditempat inilah tentara PETA itu ditumbuh kembangkan, dididik dan dibentuk untuk menjadi prajurit-prajurit tentara PETA yang menjadi cikal bakal TNI pada saat ini. Jadi, museum PETA sementara ini hanya di Bogor."

Farhan: "Apakah satu tema dengan Museum Perjuangan yang berada di jalan merdeka?"

Kapten Suroso: "Tidak, museum PETA ini temanya Nasional, artinya jenis perlawan dan perjuangannya secara keseluruhan sejak jaman tentara PETA  hingga saat ini menjadi TNI, sehingga perjuangannya tidak hanya kedaerahan tetapi seluruh Indonesia, sementara museum perjuangan mengangkat sejarah yang ada di Kota Bogor saja."

Farhan: "Kepala Museum ini sempat berapa kali berganti?"

Kapten Suroso: "Museum peta ini diresmikan pada tahun 1995, kemudian yang megelola museum PETA ini adalah Yayasan PETA, jadi kepalanya itu diangkat oleh Yayasan, sampai pada tanggal 9 Agustus 2010 museum ini diserahkan pada pemerintah. Nah, pada saat diserahkan pada Dinas Sejarah TNI AD untuk dikelola, Dinas Sejarah sempat menunjuk 2 kali ditunjuk antara tahun 2010 sampai sekarang 2015, saya menjabat dari tahun 2012."

Farhan: "Bagaimana dengan antusiasme masyarakat terhadap museum PETA ini?"

Kapten Suroso: "Seperti yang bisa kita lihat cukup signifikan dan mencakup banyak kalangan SD, SMP, SMA bahkan Umum seperti hari ini dari KeMenHub yang barusan saya pandu selama 1,5 jam. cukup ramai, jadi utuk antusiasme cukup pada musuem PETA. Namun kami didominasi oleh kota lain seperti Tangerang, untuk dari Bogor sendiri masih kurang.

Farhan: Bagaimana dan dari mana saja pemasukan Museum?

Kapten Suroso: "Museum ini dikelola negara, museum ini dipelihara negara, idealnya tidak ada tiket dan realitanya memang tidak ada tiket, jadi untuk partisipasi dari pengunjung dalam rangka untuk membayar honor karyawan yang kerja disini, karna selain dari dinas, pemerintah dan TNI, kita juga mengangkat honor yang berjumlah 6 orang yang mesti dibayar di museum PETA ini, jadi kalau perawatan oleh pemeritah namun dalam kebersihan yang melakukan adalah para honorer karena tenaga kami belum mencukupi. Jadi pemasukan dari pengunjug hanya antisipasi pembayaran pegawai honorer yang berjumlah 6 orang itu saja." Tutupnya untuk mengakhiri sesi wawancara.

Setelah wawancara tersebut kami berdua juga sempat diasehati dengan sangat bijak oleh Pak Suroso, beliau mengatakan bahwa agar kita sebagai generasi penerus bangsa bisa selalu berada dalam jalur yang benar dan tidak belok kearah yang menyesatkan sehingga merugikan banyak orang.


"Saya minta kalian sebagai generasi muda agar menjauhi rokok karna itu menjadi cikal bakal dari sifat jahat lainnya, setelah rokok kamu bisa naik level dengan minum-minuman keras lalu puncaknya narkoba. Jauhi juga segala bentuk nafsu yang merugikan kalian dan keluarga kalian, contohnya jika kalian diajak berantem lebih baik kalian ngalah, karna mengalah bukan berarti kalah, lebih baik megalah dari pada membuat masalah. Lalu kalian bawa motor kan? Itu adalah fasilitas yang diberikan orang tua, jadi jagalah fasilitas itu dengan hati jangan dengan nafsu. Saya dengar ada kasus pembunuhan bertipe pengeroyokan dan bermotif dendam di daerah Cilebut baru baru ini (kebetulan deket rumah saya dan itu bener) itu adalah contoh yang mesti kalian antisipasi." Tutup beliau dengan penuh wibawa sebagai seorang pemimpin dari TNI AD Bogor.

Sungguh mengesankan di pengalaman jurnalis hari ini, awal kami yang kami kira Pak kepala Museumnya serem ternyata asik dan suportif! Yang awalnya wawancara ini menjadi konyol ternyata lebih konyol, engga ding ternyata jauh dari perkiraan dan harapan kami diawal, kami bisa mendapatkan banyak pelajaran formal maupun moral dalam satu hari, dalam formal kami bisa mendapatkan pengalaman lebih dari aktivitas jurnalis yang saya gemari akhir-akhir ini, jika biasanya saya hanya bergelut untuk menerjemahkan berita-berita dari sumber sekunder yang paling dekat dengan klub LFC (biasa saya post di FP), maka sekarang saya langsung menjadi pelaku wartawan yang membuat suatu artikel langsung dari sumber primer, yaitu orang yag paling berkompeten di bidang yang saya jadikan tema wawancara saya kali ini.

Parah Panji belum juga pose, hasil muka jadi abstrak
Lalu pendidikan moralnya tentu nasihat yang diberikan oleh Panglima Kapten Suroso sekaligus sebagai Kepala Museum dengan kalimatnya: "Mengalah bukan berarti kalah, namun hanya untuk meghindari masalah.", jadi berlakulah bijak sejak dini agar tidak tersesat dikemudian hari. Sekian dari saya. Muhamad Farhan Maulana.

Terimakasih pak atas wawacaranya, jawabannya serta nasehatnya, semoga kami bisa terus amanah. - Pak Suroso (kiri), korban Pedofil (kanan)

Saturday, 31 January 2015

Dadah Me and Liverpool FC, Welcome Kata Farhan!

Halo pembaca blog yang abis kena sial gara-gara baca-baca di blog ini. Terhitung mulai akhir Januari ini atau tepatnya 31 januari 2015. Me and Liverpool FC berubah menjadi 'Kata Farhan'. YEAH! Tepuk tangan sodara sodara...

Alasannya karna selama ini gue merasa visitor yang-banyak-di-blog-ini (1 orang tiap harinya-itu gue sendiri) rata-rata mungkin tidak semuanya adalah Kopite atau nama lain fans Liverpool. Gue siap buat rangkaian kata-kata yang subjeknya gak stagnan tentang LFC, selama ini gue cukup kesulitan buat nulis karya gak penting gue karna berdasarkan tema blog ini adalah Liverpool FC, namun karna gue itu tipe orang yang cukup aktif berbaur dengan hal lain maka segalanya mulai berubah sejak Bekasi buat negara serikat. Haha no offense buat viewer dari Bekasi. Engga mulai hari ini berubah maksudnya.

Dan mau terimakasih buat viewer yang sudah menyempatkan diri berkunjung ke blog datar ini. Semoga diberi kebahagiaan selalu dan kejang kejang setelahnya. YNWA!

Friday, 27 June 2014

Para Pemegang Rekor Transfer Liverpool FC Dari Masa Ke Masa

Sejak didirikan, total 32 pemain telah mengukir rekor transfer klub. Yang pertama, transfer William Dunlop pada tahun 1895 seharga £35. 117 tahun kemudian, catatan rekor tersebut meningkat satu juta kali lipat ketika Liverpool membeli striker muda dari Newcastle, Andy Carroll seharga £35 Juta. Berikut daftar sekaligus rincian rekor transfer klub dari masa-ke-masa...


William Dunlop - £35
Bek kiri muda berusia 23 tahun asal Skotlandia, William 'Billy' Dunlop sepertinya menjadi pemegang rekor pertama klub ketika didatangkan pada Januari 1895 dari Paisley Abercorn seharga hanya £35. Setelah pembelian ini, Dunlop terus bersama Liverpool hingga 14 tahun  dan mengemas 325 penampilan.







Francis Becton - £100
Striker berusia 21 tahun Francis 'Frank' Becton mematahkan rekor Dunlop hanya setelah 2 bulan rekor
tersebut bertahan. Frank bergabung bersama Liverpool pada bulan Maret 1895 dari Preston North End. Karirnya di Liverpool cukup manis, bermain 70 kali dan mencetak 38 gol.





John Walker - £350
Tiga musim setelah menandatangani Frank Becton, manajer Liverpool saat itu Tom Watson merekrut pemain berusia 23 tahun asal Skotlandia pada bulan April 1898 dari Heart of Midlothian seharga £350. Walker bertahan hanya selama 4 tahun di klub, namun dirinya juga salah satu pemain kunci atas kesuksesan Liverpool pada musim 1900-01 dengan membantu tim
menjuarai Liga. Dia memegang rekor transfer selama 7 tahun.






Sam Hardy - £500
Pada Mei 1905, rekor transfer John Walker dipatahkan dengan pembelian kiper berusia 22 tahun Sam Hardy dari Chesterfield. Hardy dikenal sebagai salah satu kiper terbaik di masanya, dan bertahan di Liverpool selama 7 tahun. Pada saat itu dirinya juga telah memegang rekor transfer Liverpool selama 16 tahun.





Fred Hopkin - £2.8 Ribu
Pada Mei 1921, Liverpool membuat kejutan dengan pembelian Fred Hopkin dengan harga lebih dari £1.000 tepatnya seharga £2.800. Hopkin dibeli dari Manchester United di usianya yang ke-25 tahun. Hopkin yang berposisi sebagai penyerang kiri bermain untuk Liverpool selama 1 dekade, bermain 335 kali dan mencetak 10 gol. Hopkin memegang rekor selama 6 tahun.





Tom Morrison - £4 Ribu
Liverpool menandatangani pemain berusia 23 tahun asal Sktlandia, Tom Morrison pada bulan November 1927 dari St. Mirren seharga £4.000. Pemain yang berposisi sebagai bek ini menghabiskan 8 tahun di klub, membuat 254 penampilan sebelum pindah ke Sunderland. Dia memegang rekor transfer hanya selama 2 tahun.





Jim Smith - £5.5 Ribu
Liverpool menandatangani Jim Smith si striker berusia 27 tahun pada September 1929 dari Ayr United seharga £5.500. Jim hanya bermain sebanyak 61 laga untuk Liverpool dan mencetak 38 gol sebelum di jual kembali ke Tunbridge Wells. Rekor transfernya hanya bertahan selama 3 bulan.






Tom Bradshaw - £8.8 Ribu
Rekor transfer liverpool selanjutnya tercipta pada Januari 1930 dengan pembelian pemain asal Skotlandia lainnya, Tom Bradshaw yang berusia 25 tahun, yang dibeli dari Bury seharga £8.000. Bradshaw biasa bermain sebagai bek tengah dan berada di Liverpool selama 8 tahun, membuat 277 penampilan. Tom memegang rekor transfer selama 17 tahun.





Albert Stubbins - £12.5 Ribu
Pada 12 September 1946, Liverpool membayar kepada Newcastle sebesar £12.500 untuk servis striker berusia 27 tahun , Albert Stubbins, yang mencetak 83 gol dari 178 pertandingan kompetitif untuk Reds. Rekor Stubbins bertahan selama hampir 14 tahun.






Kevin Lewis - £13 Ribu
Liverpool kembali mematahkan rekor transfer pada Juni 1960 untuk membeli winger berusia 19 tahun Kevin Lewis dari Sheffield United seharga £13.000. Lewis berada di Liverpool hanya selama 3 tahun, bermain sebanyak 81 kali pertandingan liga dan mencetak 44 gol. Rekor ini hanya bertahan selama 2 bulan.





Gordon Milne - £16 Ribu
Gordon Milne adalah pemegang rekor transfer Liverpool selanjutnya, pada Agustus 1960 bergabung dengan manajer Bill Shankly di usianya yang ke 23 tahun dari Preston North End. Pemain berposisi sebagai gelandang ini adalah salah satu andalan "Shankly's Red Revolution". Bermain sebanyak 236 pertandingan liga bersaman Liverpool dan mencetak 17 gol pada 7 tahun karirnya di Anfield. Namun rekor transfernya hanya bertahan selama 1 tahun.





Ian St. John - £37.5 Ribu
Pemain yang saat itu masih berusia 22 bergabung ke Liverpool dari klub Skotlandia Motherwell dengan harga yang disepakati sebesar £37.500 pada 2 Mei 1961. Pemain yang berposisi sebagai penyerang tengah ini mencetak 118 gol dari 425 pertandingan untuk Liverpool di era Revolusi Bill Shankly. St John memegang rekor transfer selama 2 tahun.






Peter Thompson - £40 Ribu
Peter Thompson bergabung dengan Liverpool pada bulan Agustus 1963 diusianya yang masih 20 tahun dari Preston North End. Thompson bermain selama 10 tahun bersama Liverpool, membuat 322 penampilan dan mencetak 41 gol sebelum pindah ke Bolton Wanderers. Dia memegang rekor ini selama 3,5 tahun.




Emlyn Hughes - £65 Ribu
Bek tengah yang saat itu masih berusia 19 tahun, Emlyn Hughes menandatangani kesepakatan bermain di Anfield pada 27 Februai 1967 dari Blackpool dengan harga £65.000. Hughes bertahan di Liverpool sampai tahun 1979, berhasil mencetak 665 penampilan di pertandingan kompetitif dan menjadi kapten utama dengan jangka waktu yang lama. Hughes memegang rekor transfer hanya 5 bulan setelah rekor tersebut tercipta.





Tony Hateley - £96 Ribu
Liverpool menandatangani Tom Hateley dari Chelsea pada 5 Juli 1967 dengan harga £96.000, £31.000 lebih mahal ketimbang rekor transfer Emlyn Hughes sebelumnya. Karir sang striker ini tidak terlalu cemerlang, bermain hanya 2 musim di klub sebelum dijual kembali. Walau begitu, dia berhasil mencetak 28 gol dari 56 pertandingan artinya Hateley mampu mencetak rata-rata 1 gol dari dua pertandingan. Rekor Hateley hanya bertahan setahun.





Alun Evans - £100 Ribu
Pada bulan September 1968, Liverpool berhasil menembur rekor transfer sebesar £100.000 dengan membayar kepada Wolves untuk pemain muda mereka, Alun Evans. Evans tidak terlalu berkembang di Liverpool, sebagai striker Evanas tidak terlalu produktif dengan mencetak hanya 33 gol dari 111 pertandingan untuk The Reds sebelum di jual kembali. Rekor transfer Evans bertahan selama 2 tahun.





John Toshack - £110 Ribu
Liverpool membayar kepada Cardiff City sebesar £110.000 untuk servis striker yang saat itu masih berusia 21 tahun pada 11 November 1970. Toshack menjadi salah satu pemain yang paling sukses sepanjang sejarah Liverpool, mencetak 96 gol dari 247 penampilan berhasil membantu Liverpool mendapatkan sukses luar biasa pada saat itu. Rekor transfer tersebut bertahan hampir 4 tahun lamanya.




Ray Kennedy - £180 Ribu
Pada 12 Juli 1974, Liverpool mendapatkan servis pemain berusia 22 tahun Ray Kennedy dari Arsenal denga  harga £180.000. Seperti striker, Kennedy mencetak 72 gol dari 393 penampilan untuk The Reds dari posisinya yang sebetulnya adalah gelandang yang sering bermain ke dalam. Rekor Kennedy bertahan hingga 2 tahun.





David Johnson - £200 Ribu
Liverpool berhasil menembus rekor transfer £200.000 ketika mendatangkan Johnson dari Ipswich Town, pemain yang berposisi sebagai penyerang pada tanggal 12 Agustus 1976. Johnson perlu berberapa waktu untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan Liverpool,  namun akhirnya dia menjadi luar biasa ketika berpartner dengan Kenny Dalglish dan mengakhiri karirnya di Liverpool dengan catatan 78 gol dari 213 pertandingan. Rekor transfer ini bertahan hampir mendekati 1 tahun sebelum penandatanganan King Kenny oleh Reds.




Kenny Dalglish - £440 Ribu
Ikon Liverpool, Kenny Dalglish berhasil membuat rekor transfer baru Liverpool pada 10 Agustus 1977 ketika dirinya bergabung dari Celtic seharga £440.000 pada usia 26 tahun. Dalglish membuat 515 penampilan untuk Liverpool dan mencetak 172 gol, menjadikan ia dikenal sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah klub. Ia juga ditunjuk sebagai manajer pada 2 kesempatan yang berbeda. Dalglish memegang rekor ini hampir 4 tahun lamanya.



Craig Johnston - £575 Ribu
Rekor tarnsfer Dalglish telah dipatahkan pada April 1981 ketika pembelian pemain berusia 20 tahun asal
Middlesborough, Craig Johnston. Johnston berada di Liverpool selama 7 tahun, mencatatkan190 penampilan dan mencetak 30 gol. Rekornya ini hanya bertahan selama 4 bulan.




Mark Lawrenson - £900 Ribu
Rekor Johnston dipatahkan pada Agustus 1981 ketika pembelian pemain yang saat itu berusia 24 tahun dari Brigthon seharga £900.000. Bek tengah tersebut mencatatkan 356 penampilan bersama Reds dan rekornya bertahan hingga 6 tahun.





Peter Beardsley - £1.9 Juta
Liverpool melewati rekor transfer £1 Juta ketika merekrut pemain yang saat itu berusia 26 tahun Peter Beardsley dari Newcastle pada 14 Juli 1987. Beardsley membuat 175 penampilan untuk klub Anfield dan mencetak 59 gol, juga menjadi bagian trio penyerang maut yang terkenal saat itu dengan John Barnes dan Ian Rush. Trio itu menjadi bukti kedigdayaan Liverpool pada musim 1980-an. Rekor ini bertahan hanya setahun.





Ian Rush - £2.8 Juta
Rekor transfer Liverpool selanjutnya adalah ketika Reds melakukan penandatanganan kembali pemain berusia 26 tahun, Ian Rush dari Juventus, hanya semusim setelah raksasa Italia itu memiliki Rush. Striker yang juga memegang rekor sebagai Top Skor sepanjang masa klub ini bermain lebih banyak namun ketajamannya sedikit menurun. Walau begitu, dia adalah pemain kunci Liverpool ketika memenangkan gelar liga terakhir Reds pada akhir 1980-an. Rekor ini bertahan hingga 3 tahun.




Phil Babb - £3.6 Juta
Liverpool menandatangani pemain berusia 23 tahun yang berposisi sebagai bek tengah pada September 1994 dari Coventry City seharga £3.6 Juta. Phil Babb bermain untuk Liverpool selama 6 tahun dan membuat 128 penampilan sebelum pindah ke Sporting Lisbon. Rekor Babb bertahan hanya 1 tahun.






Stan Collymore- £8.5 Juta
Liverpool membeli Stan Collymore seharga £8.5 Juta dari Nottingham Forest pada 1 Juli 1995. Collymore terkenal dengan duetnya bersama Robbie Fowler dan mencetak 35 gol dari 81 pertandingan selam karirnya di klub. Rekor Collymore bertahan hampir 5 tahun.






Emile Heskey - £11 Juta
Pada tanggal 10 Maret 2000, Liverpool menandatangani Emile Heskey dari Leicester City dengan kesepakatan seharga £11 Juta. Heskey memulai karirnya yang produktif pada semusim setelah ia didatangkan dari Leicester ketika dirinya banyak diberikan waktu bermain. Heskey mengakhiri karirnya di Anfield dengan catatan 60 gol dari 223 penampilan. Rekor transfernya bertahan hingga 4 tahun.





Djibril Cisse - £14.5 Juta
Cisse adalah pembelian terakhir Gerard Houllier selama dirinya memanajeri Liverpool, Cisse didatangkan dari Auxerre dengan nilai transfer mencapai £14.5 Juta ketika diusianya  yang masih 22 tahun. Karirnya di Anfield tidak pernah sesuai ekspetasi, namun dirinya telah berhasil mencetak 24 gol dari 79 penampilan untuk klub. Rekor ini bertahan hingga 3 tahun.




Fernando Torres - £20.2 Juta
Pembelian penyerang asal Spanyol Fernando Torres dari Atletico Madrid pada 4 Juli 2007 lalu menjadi rekor transfer Liverpool dengan nilai transfer £20.2 Juta. Torres membuat penampilan impressif selama 3,5 tahun berseragam The Reds, dengan mencetak 81 gol dari `42 penampilannya. Selain rekor pembelian, saat ini Torres juga terdaftar sebagai penjualan termahal The Reds ketika dirinya dijual ke Chelsea pada 31 Jauari 2011.



Luis Suarez - £22.8 Juta
Liverpool mendaratkan pemain asal Uruguay berusia 22 tahun saat itu, Luis Suarez. Luis Suarez didatangkan dari Ajax pada 31 Januari 2011 dengan harga £22.8 Juta. Karir Suarez di Liverpool terbilang masih panja
ng, namun dimusim perdananya bersama Anfield Gank berhasil menaruh hati para fans dengan skill-skill yang menawan. Rekornya hanya bertahan selama berberapa jam setelah Liverpool menandatangani Andy Carroll.




Andy Carroll - £35 Juta
Andy Carroll adalah pemegang rekor transfer Liverpool saat ini setelah dibeli dari Newcastle United pada 31 Januari 2011 di usia 22 tahun. Dia adalah perekrutan ketiga Liverpool dari Newcastle yang telah membuat rekor transfer setelah Albert Stubbins dan Peter Beardsley. Sayangnya, karir Carroll di Liverpool dinilai
gagal total. Sebagai striker, catatan golnya sangat memprihatinkan, hanya mencetak 11 gol dari 58 penampilan selama dirinya bermain untuk Liverpool. Pada tahun 2012, Carroll dipinjamkan selama semusim penuh ke West Ham, namun akhirnya statusnya dipermanenkan oleh West Ham dengan tebusan £15.5 Juta di tahun 2013.

Wednesday, 25 June 2014

ME AND LIVERPOOL FC!

Assalamualaikum Wr. Wb.

Salam Sejahtera bagi kita semua.

Pertama-tama... ahsudahlah kaya mau pidato aja.

Hallo semua, ini adalah entri pertama gue di blog ini. Sebelumnya gue juga pernah mengoperasikan salah satu blog saya yang cukup sukses di kalangan pelajar ganteng, tampan, dan menawan *terbilang ketika jaman manusia Homo Sapien*.

->Ini blognya | Namun sayang, karna didunia ini juga tercipta istilah 'lupa' diantara 'orang ganteng lainnya'. Maka tentunya gue yg termasuk 'orang ganteng lainnya'. Iya, gue lupa kata kunci buat masuk ke blog tersebut. Selain itu, alasan gue gak mau ngelanjutin mosting di blog itu juga karna gue mau vakum dari dunia per-blogger-an *kosakatanya ribet ya*. Sekarang, setelah blog tersebut gue tinggali. Di blog ini gue mau buat tema lain yang lebih presh, maklum org sunda gabisa ngomong fresh *HAHA*. Sorry gue pernah kok lebih garing dr itu. Ya, mungkin blogger yang isinya penuh tentang klub yang paling seneng bentangin 5 jari didepan para bagian dari Emyu itu. Siapa lagi kalo bukan Elepce.


Ya, kalo kalian tertarik sama cerita cinta gue sama Elepce, sini biar gue ceritain...

Dahulu kala... Semua negara hidup dengan damai... *abaikan*

Jadi dulu itu awal-awal gue suka LFC karna pernah liat pertandingan LFC v Arsenal dimusim 2006/07. Wktu itu LFC emg kalah telak 3-0, awalnya sih karna emg gue itu remaja penganut paham 'Ke-Anti-Mainstream-an', sementara saat itu, sodara-sodara gue yg pada ngejagoin tim yang saat itu make jersey warna merah-putih itu, alhasil gue milih klub yang pake jersey kuning dan berlogo warna merah.



Dari situ, gue terus jaga jarak sama LFC, hampir gak pernah ketinggalan info ttg LFC di koran BOLA/OLE yang saat itu lagi marak-maraknya dan terkenalnya dengan poster. Ah, gak lama, gue punya poster LFC yang isinya ada Kuyt, Riise, Reina, Alonso, Jami Carragher, Bellamy dan Gerrard tentunya. Itu gue dapet dari koran BOLA itu. Dan sampai sekarang, disetiap musim EPL, setiap jam, waktu, keadaan sekalipun, gue tetap mentasbihkan diri sebagai Kopites. Yeah!



Sampai sini dulu postingan gue tentang LFC. Setelah postingan ini, selebihnya gue bakal kasih artikel tentang LFC yang semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita semua. Akhir kata... Semoga kalian bisa terhibur, supaya nyenyak saat tidur, seperti org abis dikubur. Wassalamualaikum. Wr. Wb. YNWA!