Thursday, 3 July 2014

Adam Lallana - John Barnes Jilid 2

Pertama-tama, saya mau ngucapin selamat datang Adam Lallana di 'Tanah Kejayaan' Anfield. Semoga pada musim perdananya bisa memberikan kejayaan lagi untuk Liverpool dan membuat The Kop mencintai anda!

Welcome to ours family Lallana!

Kali ini saya mau membahas pemain baru kita ini, dari mulai perjalanan hidup, karir hingga cerita ketika dirinya sampai di Anfield serta harapan yang mungkin kita bisa capai bersamanya selama dirinya berada di Liverpool.

Si pemain baru kita ini mempunyai nama lengkap Adaaaaaaaaaaaaammmmm.... Hehe becanda, nama lengkapnya Adam Lallana. Pemain ganteng ini lahir di Hertfordshire, tepatnya di St. Albans pada tanggal 10 Mei 1988. Namun ketika masih berumur 5 tahun, Lallana pindah ke Bournemouth dan belajar formal di Corpus Christi School dan dilanjutkan ke St Peter's Catholic Comprehensive School ketika sudah remaja. Seperti Ayahnya, sejak kecil Lallana adalah fans dari rival sekota Liverpool, Everton.

Karir sepakbola juniornya diawali dengan berlatih di klub lokal Bournemouth Centre of Exellence, dimana potensinya saat itu langsung tercium oleh pemandu bakat asal Southampton yang memang sedang populer saat itu. Lallana bergabung dengan Saints Academy pada umur 12 tahun. Pihak Southampton membayar biaya kompensasi pembelian sebesar £3000 kepada Bournemouth, £5000 untuk kompensasi lolos ke Akademi The Saint dan ditambah £10.000 untuk kompensasi ketika dirinya diberi kontrak professional oleh Soton. Kabarnya, Bournemouth mendapat jatah 25% hasil dari penjualan Lallana ke Liverpool dari Southampton.


Lallana ketika di Bournemouth

Lallana bergabung dengan tim utama Soton pada Juli 2006 dan mendapat debutnya pada tanggal 23 Agustus 2006 pada kemenangan 5-2 atas Yeovil Town di League One. Semenjak itu Lallana justru kehilangan tempat di skuad utama Soton dan akhirnya pada tanggal 9 Oktober 2007 ia kembali bergabung ke klub masa kecilnya Bournemouth dalam status pinjaman selama sebulan penuh.



Lallana ketika peminjaman di Bournemouth

Kurang dari 1 tahun kemudian ketika dirinya dipinjamkan ke Bournemouth tepatnya tanggal 28 April 2008, Lallana membuat gol pertamanya sepanjang karir professionalnya lawan West Bromwich Albion di pertandingan krusial Liga Championship.



Gol debut Lallana lawan West Brom

Pada 29 Agustus 2008 ia mendapat kontrak 3 tahun bersama Soton, dan semenjak saat itu dirinya menjadi pemain reguler di tim utama Soton dibawah asuhan manajer Jan Poortvliet yang sayangnya dipecat pada tanggal 23 Januari 2009 ketika kompetisi Championship masih berlangsung.

Pada musim 2012/13, seiring lolosnya Southampton ke Liga Primer Inggris, Lallana pertama kali mengemban ban kapten pada laga pembuka lawan juara Liga Primer musim sebelumnya Manchester City dengan kekalahan 3-2, semenjak saat itu ban kapten terus melekat di lengan kirinya. Lallana mencetak gol pertamanya di Liga Primer ketika klubnya menderita kekalahan 4-1 lawan West Ham United. 



Debut Liga Primer dan Ban Kapten Lallana vs Manchester City
Pada 24 Desember 2013, Adam Lallana menikahi tunangannya Emily Jubb setelah mereka bersama sejak 7 tahun lamanya. Lallana akhirnya resmi dipanggil ayah ketika anak pertamanya yang bernama Arthur lahir pada tanggal 26 Spetember 2012 (Budaya Inggris ya...)


Adam Lallana dan Emily Jubb
Adam Lallana dan Arthur
Selain kehidupan sepakbola, paras tampan yang dimiliki Lallana juga membuat dirinya dilirik oleh perusahaan baju yang cukup terkemuka di Dunia 'French Connection' asal Inggris.

Duh Lallana, kegantengannya nambah 18++ deh

Kembali ke karir sepakbolanya. Kampanye Lallana di Liga Primer musim 2013/14 diawali dengan gol luar biasanya ketika melewati 4 pemain Hull City dari jarak sekitar 30 yard sebelum menceploskan bola ke gawang kiper Hull, Steve Harper.




Setelah gol tersebut, Lallana terus menampilkan performa cemerlang di Liga Primer sehingga membantu klubnya The Saint berada di posisi 9 klasemen akhir EPL dan juga membuat namanya pada 18 April 2014 tercantum dari 6 kandidat peraih 'PFA Player of the Year', selain itu Lallana juga masuk dalam 'PFA Team of The Year' bersama rekan setimnya Luke Shaw yang kini bergabung dengan Manchester United. Lallana juga mendapat penghargaan internal dari klub berupa 'Player and Fans: Player of the year".



Adam Lallana PFA Player of The Year Nominee

Akhirnya, Lallana melanjutkan perjalanan karir ambisiusnya ke Liverpool FC pada tanggal 1 Juli 2014 dan memakai kembali kostum bernomor 20 kesayangannya sejak berada di Southampton. Biaya transfer diperkirakan memakan biaya £25 Juta - termasuk £6,25 Juta untuk klub masa kecilnya Bournemouth.



Peresmian Transfer Adam Lallana di Melwood

Kini Lallana menjadi pemain kedua yang resmi berseragam Liverpool, setelah rekan setimnya Ricky Lambert juga telah diresmikan sebagai punggawa baru Reds untuk musim depan. Semoga anda sukses di Tanah Kejayaan, Lallana!



Statistik Karir
ClubSeasonLeagueFA CupLeague CupOtherTotal
AppsGoalsAppsGoalsAppsGoalsAppsGoalsAppsGoals
Southampton2006–071000100020
2007–08510000—51
Bournemouth (loan)2007–083000001040
Total3000001040
Southampton2008–094010031—432
2009–1044155122525620
2010–113683221004111
2011–1241112131—4613
2012–133030000—303
2013–143893110—4210
Total235481351255226560

Tuesday, 1 July 2014

Menatap Indah Musim Depan Lewat Perkiraan Line Up

Cukup sulit untuk menentukan perkiraan line up utama musim depan menilik dari kedalaman skuad Liverpool yang memiliki kekuatan pemain yang merata, apalagi jika Liverpool sudah meresmikan Emre Can dan Adam Lallana atau dengan melakukan kesepakatan dengan Dejan Lovren. Namun, dengan berberapa pertimbangan, saya memilih berberapa pemain dan formasi 4-2-3-1 untuk menjadi andalan Rodgers dalam mengarungi ketatnya persaingan EPL. Berikut gambaran formasinya

Formasi Utama Pilihan 'Me and Liverpool'



Kiper: Simon Mignolet


Mignolet menjadi satusatunya pemain yang tak tergantikan di musim lalu. Tampil sebanyak 38 kali untuk LFC, ia harus merelakan gawangnya dibobol 50 kali. Namun seperti yang saya katakan di awal bahwa sepenuhnya bukan salah Mignolet, taktik Rodgers, kesolidan para pemain bertahan juga bertanggung jawab atas capaian buruk tersebut. Diluar dari itu semua, Mignolet telah memperlihatkan kematangan yang akan sangat berharga untuk musim ini.

Bek Kanan: Glen Johnson


Mungkin kalian akan bertanya-tanya mengapa saya memilih GlenJo yang musim lalu terlihat tampil angin-anginan. Namun, kalian tidak bisa mengelak jika Glen adalah salah satu bek kanan terbaik dan yang paling sempurna di EPL. Tubuh yang gempal namun lincah memungkinkan dirinya untuk memenangkan duel bola, penempatan posisi yang hampir selalu sempurna membuat Johnson tidak perlu melakukan tackling berlebihan pada saat yang sama, skill dribbling juga kekuatan tendangan adalah faktor hebat lainnya dari pemain ini. Tetapi, Cafunya Inggris, Jon Flanagan juga bisa menyaingi bahkan memberikan perlawanan sengit untuk dirinya di posisi tersebut.

Bek Tengah (1): Mamadou Sakho


Rekor pembelian Sakho yang sebesar £17 Juta menjadi topik pembahasan yang cukup hangat saat itu, berberapa forum fans Liverpool juga tidak sedikit yang mengkritisi langkah membeli bek muda raksasa yang saat itu bermain di Prancis bersama PSG. Namun, bukan maksud manajemen LFC untuk menghamburkan uang, Sakho diproyeksikan akan menjadi bek tengah tangguh dan tak tergantikan di masa depan untuk Liverpool. Sakho memiliki tubuh yang ideal untuk menjadi bek tengah terbaik disini. Maka, musim ini dianggap sebagai waktu yang tepat untuk memulai revolusi bek tengah yang musim lalu masih dipegang Skrtel dan Agger jika tidak banyak dihantam cedera.

Bek Tengah (2): Dejan Lovren


Jika uang sekitar £15 Juta diterima oleh pihak Southampton, maka Lovren akan menjadi duet baru dalam revolusi bek tengah Liverpool. Seperti yang sudah saya katakan diatas, bahwa Lovren memiliki kemampuan kepemimpinan seperti Agger atau Carragher, dia tidak pernah canggung untuk mengatakan apa yang harus dilakukan kepada pemain bertahan lain. Hal tersebut tentu menjadi solusi terbaik untuk pertahanan Liverpool saat ini.

Bek Kiri: Jose Enrique


Si banteng dipastikan kembali dari cedera panjaaaaaaang musim lalu. Jika kita memadukan 2 bek sayap bertipe sama-sama sempurna, maka hasilnya akan luar biasa. Energi dan kekuatan Enrique sangat nyata sebelum dirinya mendapat cedera panjang tersebut. Saat ini jika Enrique membuat penampilan konsisten, bukan tidak mungkin jika sepanjang musim dirinya akan terus berada di starting line-up untuk musim ini. Duet Glen dan Jose akan mengaktifkan kekuatan lini sayap belakang LFC!

Gelandang Bertahan (1): Steven Gerrard


Stevie akan kembali menjadi andalan di posisi lama yang ia tempati lagi sejak Lucas cedera panjang berberapa waktu lalu. Visi, sifat kepemimpinan, juga akurasi dan kekuatan tendangan masih menjadi andalan Brendan Rodgers untuk legenda kita ini. Musim lalu Gerrard membuktikan bahwa dirinya masih kuat bermain dengan cara yang luar biasa! Catatan 13 gol dan 13 assistnya menjadikan dirinya salah satu kandidat pemain terbaik EPL musim lalu yang jatuh ke tangan teammatenya Luis Suarez.

Gelandang Bertahan (2): Emre Can


Penampilan yang kurang konsisten dari Lucas serta performa yang juga semakin menurun membuat rekrutan baru Emre Can saya proyeksikan akan menggantikan posisi yang sempat tak tergantikan dalam berberapa musim lalu. Can yang baru berusia 20 tahun saya nilai sudah memiliki mental dan kemampuan yang cukup untuk mengarungi kerasnya Liga Primer untuk pemuda seusianya.

Gelandang Tengah-Serang: Jordan Henderson


Sebenarnya, Henderson bisa saja menjadi pemain yang tak tergantikan dimusim lalu, namun kartu merah yang ia dapatkan ketika lawan Manchester City diakhir musim lalu membuat dirinya hanya bisa menonton lewan tribun penonton untuk 2 laga. Motor lini tengah LFC ini benar-benar memiliki energi yang luar biasa. Tidak salah jika Stevie menyebut Hendo sebagai baterai. Dia akan menemani Can dan Gerrard dari lini tengah LFC untuk proyeksi line up versi saya ini.

Sayap Kiri: Phillipe Coutinho


Anak ajaib ini saya pilih sebagai pengisi pos sayap kiri, punya segala kelebihan untuk menjadi penyerang yang disegani lawan meski bertubuh mungil. Musim lalu Coutinho juga tak kalah memberikan sumbangsih yang sangat cukup untuk tim meski akhirnya hanya berhasil mengantarkan tim ke peringkat 2.

Sayap Kanan: Adam Lallana


Sebetulnya, Lallana bisa diposisikan di berbagai posisi gelandang serang, sayap kiri atau kanan. Namun, situs statistik whoscored.com menilai jika Lallana lebih efektif ketika bermain diposisi ini. Pemain baru kita ini akan memberikan warna baru dalam skema serangan kuat ala Rodgers.

Goal Getter - False 9: Luis Suarez


Jika Luis Suarez tidak jadi pindah dan musim depan bertahan di Liverpool. Maka dirinyalah yang pantas berada diposisi pencetak gol atau sebagai striker 'palsu'. Kemampuannya di EPL memang sudah tidak diragukan lagi, unggul 10 gol dari Daniel Sturridge yang menjadi Top Skorer keduanya membuat figur yang juga kontroversi ini tak sedikitpun mengubah niatan saya untuk menggantinya dengan Daniel Sturridge atau Alexis Sanchez sekalipun. Luis Suarez mungkin akan diandalkan di 2 kompetisi besar yaitu EPL dan UCL untuk musim ini.

Taktik Alternatif:

Perkiraan Line Up Kejuaraan Piala
Perkiraan Line Up Utama UCL

Monday, 30 June 2014

Tentang 4 Pemain Incaran Versi Telegraph

16 Agustus 2014 - Anfield akan siap memulai revolusi!
Premier League secara resmi telah mengumumkan pembukaan kampanye liga yang akan jatuh pada tanggal 16 Agustus 2014 mendatang, namun saat ini LFC masih dalam situasi menegangkan ketika Pra-Musim sedang berlangsung, transfer pemain. Tentu, transfer pemain adalah salah satu yang sangat berpnegaruh terhadap performa tim selama semusim penuh. Maka semua tim ikut berlomba-lomba menghamburkan uang jutaan poundsterling hanya untuk memperkuat barisan mereka. Termasuk LFC.

Tidak bisa disangkal jika, Liverpool kini membutuhkan berberapa pemain untuk memperkuat lini pertahanan, menambah kreativitas lini tengah atau menambah daya gedor seiring keikutsertaan kembali LFC di Liga Champions untuk musim ini.

Sejauh ini start baik ditunjukan oleh klub tercinta kita ini, membawa kembali striker Ricky Lambert ke Anfield, membeli gelandang Jerman Emre Can dan sebentar lagi kita akan mendengar pengumuman peresmian striker Adam Lallana bersamaan dengan pengumuman untuk transfer Emre Can.

Tentu, petinggi, staff, Rodgers maupun fans berharap bahwa Lallana bukanlah pemain terakhir yang dapat direkrut LFC musim panas ini, karna LFC sudah lama dikabarkan dekat dengan berberapa pemain besar. Dilansir Telegraph, Liverpool bahkan dikabarkan segera menghamburkan dana sebesar £110 Juta untuk para pemain yang memiliki kemampuan bagus itu. Pemain tersebut adalah:

1. Alexis Sanchez - Pembelian Utama

Gol Alexis Sanchez v Brazil di Piala Dunia 2014

Kita memiliki target bagus disini, Telegraph melansir bahwa pemuda Chilli ini adalah target utama musim ini, bahkan legenda kita Phil Tompson meyakini jika Sanchez akan datang ke Anfield sebagai pemain baru LFC. Namun, kabarnya untuk mendapatkan Alexis Sanchez, Liverpool harus memilih opsi barter pemain dimana Barcelona juga sedang sangat dikaitkan oleh striker kontroversi kita Luis Suarez, tak tanggung-tanggung Barcelona akan melancarkan tawaran pertama sebesar £60 Juta + Alexis Sanchez. Apakah itu tawaran yang mengguirkan? Saya pikir, ya!.

Jika kita melihat situasi, maka rumor tersebut bisa terealisasi secara mulus. Namun yang jadi pertanyaan. Apakah Liverpool mampu mendapatkan sukses tanpa Luis Suarez musim depan? Itu memang masih menjadi misteri yang sangat dinantikan jawabannya ketika rumor tersebut benar. Alexis Sanchez luar biasa, namun taktik Rodgers juga akan menentukan nasib Sanchez di Anfield.

2. Dejan Lovren

Gol Dejan Lovren v Liverpool

Musim lalu kita terus dihantui rasa khawatir akan strategi lini pertahanan yang sangatlah keropos. Bayangkan, 50 gol sudah bersarang di gawang Simon Mignolet, menyalahkan Mignolet bukanlah hal yang bijaksana. Kita mesti pertanyakan kesolidan lini pertahanan terakhir setelah Mignolet. Martinn Skrtel yang menjadi bek tersubur Primer League musim lalu sebenarnya tidak perlu mendapatkan reaksi berlebihan, Skrtel bermain sebagai penyelamat juga sering membuat khawatir akan permainannya yang terlalu menyerangnya, Daniel Agger performanya semakin menurun akibat badai cedera, Kolo Toure pun terlalu banyak melakukan error, Mamadou Sakho yang belum banyak diberi kesempatan musim lalu mungkin akan banyak bermain untuk musim ini. Jadi saat ini, kita boleh untuk membicarakan pasangan yang pas untuk Mamadou Sakho.

Di lini bek tengah, Dejan Lovren menjadi transfer yang paling realistis, pas dan tentu juga diinginkan kita semua. Bek berusia 24 tahun ini menjadi palang kokoh dibalik kesuksesan Southampton musim lalu. Punya kelebihan dalam bertahan sebaik Skrtel yaitu senang memberikan tackle bersih tentu itu tidak akan merugikan tim, Lovren juga dinilai memiliki sifat kepemimpinan sebaik Agger yang akan menjadi sulosi terbaik untuk membuat pertahanan semakin solid.

Telegraph melansir bahwa bek Internasional Kroasia ini akan ditawar sekitar £15 Juta sebagai modal untuk mendapatkan pertahanan yang semakin kuat dimusim 2014-15.

3. Divock Origi

Gol Divock Origi v Russia di Piala Dunia 2014

Nama ini memang asing ditelinga kita sebelum pemanpilan cemerlangnya bersama Timnas Belgia di Piala Dunai 2014. Origi yang saat ini masih dimiliki oleh tim kontestan Ligue 1 Lille OSC dinilai sebagai pembelian yang bagus untuk melanjutkan dinasti para pemain besar yang pernah merumput Liverpool sebelumnya.

Dikaruniai kaki yang cepat, dribbling yang tajam serta kecerdasan dalam menyerang membuat dirinya akan semakin membuat para pemandu bakat Liverpool terpukau akan keahliannya. Namun, saya nilai dirinya bukanlah solusi paling penting di Liverpool saat ini, mengingat kita sudah memiliki Raheem Sterling, Phillipe Coutinho ataupun Jordon Ibe sekalipun.

4. Lazar Markovic

Gol Markovic v Rio Ave

Pemuda asal Serbia ini mampu menarik perhatian para klub Eropa musim lalu, termasuk Liverpool. Pemain yang dimiliki klub raksasa Portugal SL Benfica ini memiliki segudang potensi yang masih bisa dikembangkan untuk Liverpool, seperti Origi. Namun sebenarnya dirinya bukanlah yang dibutuhkan Liverpool musim ini. Namun untuk sekedar menambah kedalaman skuad, Marko adalah pemain yang tepat.

Namun diluar itu semua, saya harap BR juga mau memakai pemain binaan klub sendiri, setidaknya setiap musim sudah ada 10 pemain binaan yang merasakan debut di Tim Utama LFC. Salam!

YNWA!

Saturday, 28 June 2014

Joe Allen - Great Britain's Passing Maestro

Kali ini saya pengen ngomongin tentang salah satu pemain yang paling saya idolakan di ranah Anfield, Joe Allen.

Joe Allen v West Ham

Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa saya beri tagline 'Alien' untuk Joe, itu karna saya menilai selama ini dia adalah yang unik dan aneh untuk ukuran pemain asal Britania Raya. Selama ini Allen memang dikenal sebagai pemain dengan kemampuan seperti para pemain Spanyol, contoh terdekatnya adalah Xavier Hernandez atau biasa dipanggil Xavi, pemain asli binaan dari La Masia tersebut adalah salah satu yang fenomenal dalam dunia sepakbola, kemampuan passingnya yang melebihi rata-rata pemain sepertinya adalah alasan mengapa dirinya adalah fenomenal.

Joe Allen dan Xavi Hernandez
Sebenarnya sih saat ini pemain seperti Xavi sedang panen besar di Spanyol, sebut saja Koke pemain muda dari Atletico Bilbao yang juga mengukir sukses lewat skill dan kemampuan passingnya atau Isco dari Real Madrid. Namun tetap, Xavi adalah salah satu bagian yang terpenting dan tak tergantikan dari sejarah permainan yang saat ini masih menjadi tradisi sepakbola Spanyol, yaitu Tiki-Taka atau permainan oper-mengoper yang juga diadopsi dari salah satu taktik yang tak kalah fenomenal juga yaitu Total Football ala Belanda.

Jika Xavi yang saat ini sudah memasuki usia uzur masih menjadi bagian penting dari ranah sepakbola Spanyol, maka Joe Allen adalah pemain yang memiliki posisi paling memungkinkan jika kita compare. Kedua ini sama-sama memiliki tubuh yang mungil dan tentu kemampuan passing yang sangat luar biasa pula.

Bahkan, Brendan Rodgers yang menjadi pelatihnya di 2 klub berbeda Swansea dan Liverpool mengungkapkan jika pemain bernomor punggung 24 di Liverpool memiliki kemampuan yang mirip dengan sang maestro Barcelona.

"Dia adalah pemain yang sangat unik dan akan bagus untuk klub. Dia punya tubuh yang mungil, namun kecerdasannya sangat baik. Kita bisa membandingkannya dengan Xavi."


Joe Allen ganteng bingits, jam tangannya.
Singkat cerita, Joe Allen bergabung di Liverpool pada bulan Juli 2012 sebagai bagian dari perekrutan Brendan Rodgers ke Liverpool, Harga Joe Allen dinilai cukup besar £15 Juta.

Pemain yang saat itu masih berusia 22 tahun dikenal sebagai salah satu pemain yang paling berpotensi di Liga Inggris. Namun, dirinya harus bertarung dengan tubuh mungil yang hanya setinggi 168cm dan seberat 62kg di Liga Inggris. Sehingga jangan heran jika karir sepakbolanya sering terhalang akibat rentetan cedera.

Diluar kemampuan passingnya, kontribusi lewat statistik gol dan assistnya selama 2 musim terakhir di Liverpool juga masih bisa terhitung jari, selain itu faktor cedera kambuhan terus mengikis jatah bermain bersama Gerrard dan Lucas atau menggantikan salah satu dari keduanya.

Don't worry kid. You have many time to improve yourself.
Namun, diluar itu semua saya yakin, lewat potensi dan kemampuannya pemain ini masih mempunyai kesempatan besar untuk memimpin dinasti sukses para pemain muda klub di masa yang akan datang apalagi saat ini Brendan Rodgers yang menjadi pelatih Joe Allen selama 5 musim terakhir tentu paham bagaimana caranya mengembangkan permainan Joe Allen.

Masa depanmu Cerah Joe, secerah senyumanmu dipagi itu. Eaaaa...

YNWA!

Joe Allen's Skill Highlight. Enjoy!


Friday, 27 June 2014

Emre Can - Akankah Sempurna Untuk Liverpool?

Seperti sudah belajar dari kekacauan transfer pemain pada musim yang lalu, Liverpool dalam masalah transfer pemain kembali bergerak sangat cepat. Setelah membeli kembali Ricky Lambert dari Southampton seharga £4.5 Juta, The Reds telah mencapai kesepakatan untuk menandatangani kapten Timnas Jerman U21 dari Bayer Leverkusen dengan harga sekitaran £9.75 Juta. Brendan Rodgers sudah yakin dengan Can dan terlihat tidak akan membuang-buang waktu lagi untuk merekrutnya. Can yang juga mantan pemain Bayer Munich ini dinilai memiliki masa depan yang cerah dan berpotensi berkembang pesat di Liverpool diusianya yang masih 20 tahun.

Emre Can ketika bermain untuk Timnas Jerman
Can memulai karir seniornya di Bayern Munich II, tim cadangan dari klub raksasa Jerman. Lalu dia melanjutkan karirnya di tim utama Bayern dimusim 2012013, ia hanya bermain 4 kali dan mencetak sebiji gol dengan rata-rata bermain di posisi bek kiri pada musim debutnya di level tertinggi sepakbola Jerman ini.

Emre Can lagi ikut kejuaraan Futsal Junior ketika masih berseragam Bayern Munich II

Kemudian Can pindah ke Bayern Leverkusen, di BayArena, dia memainkan total 39 pertandingan di Bundesliga dan Liga Champions, salah satunya lawan Manchester United. Walau aslinya sebagai bek kiri, Can terlihat lebih nyaman ketika bermain sebagai gelandang tengah, pemain muda Jerman ini sangat mengesankan musim lalu dengan kekuatan, tenaga dan kepercayaan tinggi ketika membawa bola. Kualitas seperti ini tampak sempurna untuk pemain di Liga Primer.

Emre Can merayakan gol lawan Borrusia Monchengladbach ketika berseragam Bayern Leverkusen

Apa Yang Bisa Diberikan Oleh Can?

Kamu jelas bisa memprediksi bahwa Can masih sangat muda, artinya ia memiliki segudang potensi, tapi perkembangan yang cukup untuk mencapai potensinya itu adalah masalah lain.

Fleksibilitas, tampaknya menjadi salah satu kekuatan utamanya, karena ia hampir bisa bermain diberbagai posisi. Ketika di Bayern Leverkusen, Can sempat bermain di posisi;

Defensive Midfield
Central Midfield
Attacking Midfield
Left Back
Centre Back
Left Midfield
Right Midfield

Saat ini, tidak banyak pemain dalam pertandingan yang bisa bermain diposisi sebanyak yang bisa dilakukan Can, itu juga membuktikan bahwa dirinya bisa bermain di posisi apa saja yang diperlukan dan akan secepatnya melakukan adapatasi sesuai dengan situasi yang diperlukan. Postur tubuh yang memadai dan fisik yang kuat memberinya kemampuan untuk mempertahankan diri ketika dalam posisi defensif dan kemampuan tackling juga skill untuk memenangkan duelnya yang bagus membuatnya terlihat sempurna untuk berperan sebagai gelandang bertahan. Namun jika diperlukan, dia akan siap untuk bermain di posisi sayap karena dengan kemampuannya dribbling dan kecepatan kakinya. Kemampuannya sebagai gelandang box-to-box juga bisa memberikan energi lebih dilini tengah, seperti Jordan Henderson.

Meskipun Lucas sudah menjadi bagian yang tak tergantikan bagi Liverpool di lini gelandang bertahan dalam berberapa musim belakang ini, tampak Lucas tidak memiliki kemampuan untuk mengatur pertahanan 4 bek di belakangnya. Can bisa menjadi solusi yang sempurna dengan kemampuan sebagai pemimpin, tackling, ball winning, juga serba bisa dalam urusan umpan panjang maupun pendek. Sesuatu yang telah hilang dari permainan Lucas.

Banyak yang mengatakan bahwa Can memiliki kemampuan seperti Bastian Schweinsteiger dan Toni Kroos, kedua pemain yang sama-sama bermain untuk Bayer Munich. Jelas bahwa Can memiliki jalan yang masih panjang untuk menentukan bentuk permainannya secara konsisten. Namun, berada di tim seperti Liverpool, yang perlu menambah kedalaman skuad, Can sepertinya akan lebih banyak beraksi dilapangan dan akan mendapatkan banyak kesempatan untuk mengembangkan permainannya di bawah kepemimpinan Brendan Rodgers.

Walaupun Can membuktikan kedewasaan yang umumnya ditemukan pada pemain yang berusia 25 tahun-an keatas, namun permainan yang bersifat kasar dan terlalu banyak melakukan tackling bisa dilihat dari catatan pelanggarannya. Can mendapatkan 13 kartu kuning dan diusir dari lapangan pada pertandingan di leg 2 babak 16 besar Liga Champions lawan PSG. Kedisiplinannya harus ditingkatkan jika ingin terus bermain di tim utama dan ia tentu harus semakin hatihati.

Kita sudah banyak melihat berberapa pemain muda berpotensi yang saat ini masih belum memberikan dampak positif untuk Liverpool. Pemain seperti Borini, Suso dan Alberto hanya segelintir pemain yang belum mendapatkan banyak kesempatan untuk bersinar di bawah asuhan Rodgers dan kamu tentu akan berharap bahwa Can tidak akan berada di posisi yang sama dengan mereka jika diberi waktu bermain di berberapa bulan pertama.

Apa Yang Harus Dilakukan Can Agar Bisa Sukses?

Kamu tentu akan mengira bahwa dengan cara Can bermain, Liga Primer akan cocok untuknya. Agresif, terus mengalir dan menghibur adalah apa yang harus Can lakukan untuk membuktikan bahwa dirinya cocok di LFC dan itu akan perlu berberapa waktu untuk berlatih di tum utama. Rodgers dapat memutuskan untuk tidak terlalu banyak memainkannya di musim pertama dan itu bukanlah ide yang buruk. Can akan selalu menunjukan bahwa walaupun ia memiliki tempramental yang tidak terlalu baik, namun kepercayaan diri dan kemampuannya untuk berkembang akan sangat menarik untuk dinantikan di masa depan. Seorang yang harus diwaspadai setiap tim di masa depan, bisa kalian tonton di planet ini!

Inilah koleksi highlight Emre Can yang saya temukan di Youtube. Enjoy this player!


Para Pemegang Rekor Transfer Liverpool FC Dari Masa Ke Masa

Sejak didirikan, total 32 pemain telah mengukir rekor transfer klub. Yang pertama, transfer William Dunlop pada tahun 1895 seharga £35. 117 tahun kemudian, catatan rekor tersebut meningkat satu juta kali lipat ketika Liverpool membeli striker muda dari Newcastle, Andy Carroll seharga £35 Juta. Berikut daftar sekaligus rincian rekor transfer klub dari masa-ke-masa...


William Dunlop - £35
Bek kiri muda berusia 23 tahun asal Skotlandia, William 'Billy' Dunlop sepertinya menjadi pemegang rekor pertama klub ketika didatangkan pada Januari 1895 dari Paisley Abercorn seharga hanya £35. Setelah pembelian ini, Dunlop terus bersama Liverpool hingga 14 tahun  dan mengemas 325 penampilan.







Francis Becton - £100
Striker berusia 21 tahun Francis 'Frank' Becton mematahkan rekor Dunlop hanya setelah 2 bulan rekor
tersebut bertahan. Frank bergabung bersama Liverpool pada bulan Maret 1895 dari Preston North End. Karirnya di Liverpool cukup manis, bermain 70 kali dan mencetak 38 gol.





John Walker - £350
Tiga musim setelah menandatangani Frank Becton, manajer Liverpool saat itu Tom Watson merekrut pemain berusia 23 tahun asal Skotlandia pada bulan April 1898 dari Heart of Midlothian seharga £350. Walker bertahan hanya selama 4 tahun di klub, namun dirinya juga salah satu pemain kunci atas kesuksesan Liverpool pada musim 1900-01 dengan membantu tim
menjuarai Liga. Dia memegang rekor transfer selama 7 tahun.






Sam Hardy - £500
Pada Mei 1905, rekor transfer John Walker dipatahkan dengan pembelian kiper berusia 22 tahun Sam Hardy dari Chesterfield. Hardy dikenal sebagai salah satu kiper terbaik di masanya, dan bertahan di Liverpool selama 7 tahun. Pada saat itu dirinya juga telah memegang rekor transfer Liverpool selama 16 tahun.





Fred Hopkin - £2.8 Ribu
Pada Mei 1921, Liverpool membuat kejutan dengan pembelian Fred Hopkin dengan harga lebih dari £1.000 tepatnya seharga £2.800. Hopkin dibeli dari Manchester United di usianya yang ke-25 tahun. Hopkin yang berposisi sebagai penyerang kiri bermain untuk Liverpool selama 1 dekade, bermain 335 kali dan mencetak 10 gol. Hopkin memegang rekor selama 6 tahun.





Tom Morrison - £4 Ribu
Liverpool menandatangani pemain berusia 23 tahun asal Sktlandia, Tom Morrison pada bulan November 1927 dari St. Mirren seharga £4.000. Pemain yang berposisi sebagai bek ini menghabiskan 8 tahun di klub, membuat 254 penampilan sebelum pindah ke Sunderland. Dia memegang rekor transfer hanya selama 2 tahun.





Jim Smith - £5.5 Ribu
Liverpool menandatangani Jim Smith si striker berusia 27 tahun pada September 1929 dari Ayr United seharga £5.500. Jim hanya bermain sebanyak 61 laga untuk Liverpool dan mencetak 38 gol sebelum di jual kembali ke Tunbridge Wells. Rekor transfernya hanya bertahan selama 3 bulan.






Tom Bradshaw - £8.8 Ribu
Rekor transfer liverpool selanjutnya tercipta pada Januari 1930 dengan pembelian pemain asal Skotlandia lainnya, Tom Bradshaw yang berusia 25 tahun, yang dibeli dari Bury seharga £8.000. Bradshaw biasa bermain sebagai bek tengah dan berada di Liverpool selama 8 tahun, membuat 277 penampilan. Tom memegang rekor transfer selama 17 tahun.





Albert Stubbins - £12.5 Ribu
Pada 12 September 1946, Liverpool membayar kepada Newcastle sebesar £12.500 untuk servis striker berusia 27 tahun , Albert Stubbins, yang mencetak 83 gol dari 178 pertandingan kompetitif untuk Reds. Rekor Stubbins bertahan selama hampir 14 tahun.






Kevin Lewis - £13 Ribu
Liverpool kembali mematahkan rekor transfer pada Juni 1960 untuk membeli winger berusia 19 tahun Kevin Lewis dari Sheffield United seharga £13.000. Lewis berada di Liverpool hanya selama 3 tahun, bermain sebanyak 81 kali pertandingan liga dan mencetak 44 gol. Rekor ini hanya bertahan selama 2 bulan.





Gordon Milne - £16 Ribu
Gordon Milne adalah pemegang rekor transfer Liverpool selanjutnya, pada Agustus 1960 bergabung dengan manajer Bill Shankly di usianya yang ke 23 tahun dari Preston North End. Pemain berposisi sebagai gelandang ini adalah salah satu andalan "Shankly's Red Revolution". Bermain sebanyak 236 pertandingan liga bersaman Liverpool dan mencetak 17 gol pada 7 tahun karirnya di Anfield. Namun rekor transfernya hanya bertahan selama 1 tahun.





Ian St. John - £37.5 Ribu
Pemain yang saat itu masih berusia 22 bergabung ke Liverpool dari klub Skotlandia Motherwell dengan harga yang disepakati sebesar £37.500 pada 2 Mei 1961. Pemain yang berposisi sebagai penyerang tengah ini mencetak 118 gol dari 425 pertandingan untuk Liverpool di era Revolusi Bill Shankly. St John memegang rekor transfer selama 2 tahun.






Peter Thompson - £40 Ribu
Peter Thompson bergabung dengan Liverpool pada bulan Agustus 1963 diusianya yang masih 20 tahun dari Preston North End. Thompson bermain selama 10 tahun bersama Liverpool, membuat 322 penampilan dan mencetak 41 gol sebelum pindah ke Bolton Wanderers. Dia memegang rekor ini selama 3,5 tahun.




Emlyn Hughes - £65 Ribu
Bek tengah yang saat itu masih berusia 19 tahun, Emlyn Hughes menandatangani kesepakatan bermain di Anfield pada 27 Februai 1967 dari Blackpool dengan harga £65.000. Hughes bertahan di Liverpool sampai tahun 1979, berhasil mencetak 665 penampilan di pertandingan kompetitif dan menjadi kapten utama dengan jangka waktu yang lama. Hughes memegang rekor transfer hanya 5 bulan setelah rekor tersebut tercipta.





Tony Hateley - £96 Ribu
Liverpool menandatangani Tom Hateley dari Chelsea pada 5 Juli 1967 dengan harga £96.000, £31.000 lebih mahal ketimbang rekor transfer Emlyn Hughes sebelumnya. Karir sang striker ini tidak terlalu cemerlang, bermain hanya 2 musim di klub sebelum dijual kembali. Walau begitu, dia berhasil mencetak 28 gol dari 56 pertandingan artinya Hateley mampu mencetak rata-rata 1 gol dari dua pertandingan. Rekor Hateley hanya bertahan setahun.





Alun Evans - £100 Ribu
Pada bulan September 1968, Liverpool berhasil menembur rekor transfer sebesar £100.000 dengan membayar kepada Wolves untuk pemain muda mereka, Alun Evans. Evans tidak terlalu berkembang di Liverpool, sebagai striker Evanas tidak terlalu produktif dengan mencetak hanya 33 gol dari 111 pertandingan untuk The Reds sebelum di jual kembali. Rekor transfer Evans bertahan selama 2 tahun.





John Toshack - £110 Ribu
Liverpool membayar kepada Cardiff City sebesar £110.000 untuk servis striker yang saat itu masih berusia 21 tahun pada 11 November 1970. Toshack menjadi salah satu pemain yang paling sukses sepanjang sejarah Liverpool, mencetak 96 gol dari 247 penampilan berhasil membantu Liverpool mendapatkan sukses luar biasa pada saat itu. Rekor transfer tersebut bertahan hampir 4 tahun lamanya.




Ray Kennedy - £180 Ribu
Pada 12 Juli 1974, Liverpool mendapatkan servis pemain berusia 22 tahun Ray Kennedy dari Arsenal denga  harga £180.000. Seperti striker, Kennedy mencetak 72 gol dari 393 penampilan untuk The Reds dari posisinya yang sebetulnya adalah gelandang yang sering bermain ke dalam. Rekor Kennedy bertahan hingga 2 tahun.





David Johnson - £200 Ribu
Liverpool berhasil menembus rekor transfer £200.000 ketika mendatangkan Johnson dari Ipswich Town, pemain yang berposisi sebagai penyerang pada tanggal 12 Agustus 1976. Johnson perlu berberapa waktu untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan Liverpool,  namun akhirnya dia menjadi luar biasa ketika berpartner dengan Kenny Dalglish dan mengakhiri karirnya di Liverpool dengan catatan 78 gol dari 213 pertandingan. Rekor transfer ini bertahan hampir mendekati 1 tahun sebelum penandatanganan King Kenny oleh Reds.




Kenny Dalglish - £440 Ribu
Ikon Liverpool, Kenny Dalglish berhasil membuat rekor transfer baru Liverpool pada 10 Agustus 1977 ketika dirinya bergabung dari Celtic seharga £440.000 pada usia 26 tahun. Dalglish membuat 515 penampilan untuk Liverpool dan mencetak 172 gol, menjadikan ia dikenal sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah klub. Ia juga ditunjuk sebagai manajer pada 2 kesempatan yang berbeda. Dalglish memegang rekor ini hampir 4 tahun lamanya.



Craig Johnston - £575 Ribu
Rekor tarnsfer Dalglish telah dipatahkan pada April 1981 ketika pembelian pemain berusia 20 tahun asal
Middlesborough, Craig Johnston. Johnston berada di Liverpool selama 7 tahun, mencatatkan190 penampilan dan mencetak 30 gol. Rekornya ini hanya bertahan selama 4 bulan.




Mark Lawrenson - £900 Ribu
Rekor Johnston dipatahkan pada Agustus 1981 ketika pembelian pemain yang saat itu berusia 24 tahun dari Brigthon seharga £900.000. Bek tengah tersebut mencatatkan 356 penampilan bersama Reds dan rekornya bertahan hingga 6 tahun.





Peter Beardsley - £1.9 Juta
Liverpool melewati rekor transfer £1 Juta ketika merekrut pemain yang saat itu berusia 26 tahun Peter Beardsley dari Newcastle pada 14 Juli 1987. Beardsley membuat 175 penampilan untuk klub Anfield dan mencetak 59 gol, juga menjadi bagian trio penyerang maut yang terkenal saat itu dengan John Barnes dan Ian Rush. Trio itu menjadi bukti kedigdayaan Liverpool pada musim 1980-an. Rekor ini bertahan hanya setahun.





Ian Rush - £2.8 Juta
Rekor transfer Liverpool selanjutnya adalah ketika Reds melakukan penandatanganan kembali pemain berusia 26 tahun, Ian Rush dari Juventus, hanya semusim setelah raksasa Italia itu memiliki Rush. Striker yang juga memegang rekor sebagai Top Skor sepanjang masa klub ini bermain lebih banyak namun ketajamannya sedikit menurun. Walau begitu, dia adalah pemain kunci Liverpool ketika memenangkan gelar liga terakhir Reds pada akhir 1980-an. Rekor ini bertahan hingga 3 tahun.




Phil Babb - £3.6 Juta
Liverpool menandatangani pemain berusia 23 tahun yang berposisi sebagai bek tengah pada September 1994 dari Coventry City seharga £3.6 Juta. Phil Babb bermain untuk Liverpool selama 6 tahun dan membuat 128 penampilan sebelum pindah ke Sporting Lisbon. Rekor Babb bertahan hanya 1 tahun.






Stan Collymore- £8.5 Juta
Liverpool membeli Stan Collymore seharga £8.5 Juta dari Nottingham Forest pada 1 Juli 1995. Collymore terkenal dengan duetnya bersama Robbie Fowler dan mencetak 35 gol dari 81 pertandingan selam karirnya di klub. Rekor Collymore bertahan hampir 5 tahun.






Emile Heskey - £11 Juta
Pada tanggal 10 Maret 2000, Liverpool menandatangani Emile Heskey dari Leicester City dengan kesepakatan seharga £11 Juta. Heskey memulai karirnya yang produktif pada semusim setelah ia didatangkan dari Leicester ketika dirinya banyak diberikan waktu bermain. Heskey mengakhiri karirnya di Anfield dengan catatan 60 gol dari 223 penampilan. Rekor transfernya bertahan hingga 4 tahun.





Djibril Cisse - £14.5 Juta
Cisse adalah pembelian terakhir Gerard Houllier selama dirinya memanajeri Liverpool, Cisse didatangkan dari Auxerre dengan nilai transfer mencapai £14.5 Juta ketika diusianya  yang masih 22 tahun. Karirnya di Anfield tidak pernah sesuai ekspetasi, namun dirinya telah berhasil mencetak 24 gol dari 79 penampilan untuk klub. Rekor ini bertahan hingga 3 tahun.




Fernando Torres - £20.2 Juta
Pembelian penyerang asal Spanyol Fernando Torres dari Atletico Madrid pada 4 Juli 2007 lalu menjadi rekor transfer Liverpool dengan nilai transfer £20.2 Juta. Torres membuat penampilan impressif selama 3,5 tahun berseragam The Reds, dengan mencetak 81 gol dari `42 penampilannya. Selain rekor pembelian, saat ini Torres juga terdaftar sebagai penjualan termahal The Reds ketika dirinya dijual ke Chelsea pada 31 Jauari 2011.



Luis Suarez - £22.8 Juta
Liverpool mendaratkan pemain asal Uruguay berusia 22 tahun saat itu, Luis Suarez. Luis Suarez didatangkan dari Ajax pada 31 Januari 2011 dengan harga £22.8 Juta. Karir Suarez di Liverpool terbilang masih panja
ng, namun dimusim perdananya bersama Anfield Gank berhasil menaruh hati para fans dengan skill-skill yang menawan. Rekornya hanya bertahan selama berberapa jam setelah Liverpool menandatangani Andy Carroll.




Andy Carroll - £35 Juta
Andy Carroll adalah pemegang rekor transfer Liverpool saat ini setelah dibeli dari Newcastle United pada 31 Januari 2011 di usia 22 tahun. Dia adalah perekrutan ketiga Liverpool dari Newcastle yang telah membuat rekor transfer setelah Albert Stubbins dan Peter Beardsley. Sayangnya, karir Carroll di Liverpool dinilai
gagal total. Sebagai striker, catatan golnya sangat memprihatinkan, hanya mencetak 11 gol dari 58 penampilan selama dirinya bermain untuk Liverpool. Pada tahun 2012, Carroll dipinjamkan selama semusim penuh ke West Ham, namun akhirnya statusnya dipermanenkan oleh West Ham dengan tebusan £15.5 Juta di tahun 2013.