RESMI: Liverpool tidak mendatangkan satupun pemain (lagi) di jendela transfer musim dingin. Seperti yang mereka lakukan pada musim lalu.
Fakta diatas cukup mencengangkan karna kenyataan bahwa seharusnya Liverpool menambah amunisi baru setelah tampil cukup terseok seok dari awal musim sampai pertengahan musim kali ini. Cuma mencetak 29 angka dan berhak menduduki posisi atas PAPAN TENGAH klasemen 20 laga awal, cukup kontras dibanding musim lalu.
Itulah alasan pentingnya untuk Liverpool melakukan pergerakan pada jendela transfer musim dingin ini. Namun yang terjadi justru Liverpool cukup aktif dalam menjual pemain, winger Oussama Assaidi dan pemuda potensial Suso Fernandez jadi korban kebijakan manajemen. Oke kedua pemain tersebut memang dinilai tidak sesuai dengan apa yang diinginkan Rodgers, namun apakah Rodgers tidak berpikir bahwa dirinya mesti mengganti kedua pemuda 'buangan'nya tersebut dengan wajah baru yang sesuai dengan ekspetasinya? Dengan keadaan tim yang awal musim mendatangkan 9 pemain dengan bandrol fantastis £100 Juta!
Yasudah, seperti halnya aku dan mantanku, kalau waktu bisa diulang kembali mungkin kamu gak akan aku biarkan disebut mantanku saat ini, namun waktu tidak bisa diulang, nasi yang diberi kecap dan di goreng telah menjadi nasi goreng dan tidak bisa menjadi padi seperti semula, winter transfer window telah ditutup, Liverpool gagal mendaratkan satupun pemain.
Oke, gue bukan tipe fans kacangan yang kalo situasi tim yang awalnya dibela seburuk ini langsung hopeless, sebagai fans gue ga kaya gitu namun sebagai cowo gue bukan tipe yang gampang nyerah, soalnya gue g... *Curhat lg gue timpuk lu an.
Yup. Dalam artian gue gaakan hilang harapan dengan gagalnya Liverpool di awal musim ini, justru gue yakin dengan starting XI yang gue susun dan perkirakan ini bakal membantu Liverpool kembali ke 4 besar (sesuai target awal) dan kembali duduk manis di Liga Champions. Yeaas! Ini adalah pemain dan formasi pilihan terbaik gue sejak gue perhatiin LFC dari awal musim sampe tulisan ini dibuat.



Dengan rasa tanggung jawab tinggi agar para reader ngerti, gue jelasin bagaimana formasi ini berjalan. Gue jelasin satu persatu peran di sektor pemain masing-masing.
1. Kiper, Simon Mignolet
Ah udahlah, ibarat lu minum air dibotol Aqua, tinggal buka tutup botol langsung srupppp... Pengisi posisi ini gampang banget ditebak! Apalagi pas Brad Jones cedera dan Mignolet kembali membuat kepercayaan seluruh pihak klub meningkat akibat performa aslinya kembali.
Jangan tersinggung buat fansnya Brad Jones atau Danny Ward bahwa kiper Belgia tersebut sampai saat ini belum mendapatkan pelapis ketat yang setidaknya dapat dipercaya penuh diajang lain atau ketika Mignolet kembali ke performa jeblok *paiit paiit*.
Selain itu gue juga mau komentarin tentang tipe bermainnya yang berkarakter kiper 'kekinian banget'. Ya, kemampuan seperti yang dimiliki berberapa kiper terbaik dieranya seperti Oliver Kahn, Pepe Reina dan Manuel Neuer, yaitu sebagai
Ball-Playing-Keeper. Mereka yang gue sebutin punya kemampuan kaki yang luar biasa bagi kiper. Mignolet menjadi aset berharga milik Liverpool saat ini jadi sepantasnya manajemen berbijak dengan baik menanganinya.2. Bek, Can - Skrtel - Sakho
Kalo posisi ini ya semi-heavy lah milihnya, apalagi kalo untuk pemilihan bek disektor Can, karna saat ini Liverpool bisa dibilang memiliki 2 bek yang baru saja menunjukan sinarnya, dan bisa dibilang telat bagus.
Yang gue maksud adalah duo muslim Sakho dan Toure. Kedua pemain ini sama-sama datang di musim lalu dan baru menunjukan sinarnya pada keduanya di Liverpool. Nah, sejak Rodgers memakai formasi 3 bek sejajar, mereka dengan berberapa penampilan apik di awal musim ini berhasil masuk sebagai pemain penting di lini depan, bahkan Sakho berhasil menggusur manusia £20 Juta, Dejan Lovren.
Lovren yang digadang-gadang sebagai pengganti Daniel Agger sebagai duet dengan Martin Skrtel. Namun dengan formasi 2 bek sentral Liverpool gagal total dimusim ini, lalu ketika memakai 3 bek sejajar dengan masih adanya Lovren sebagai starter Liverpool tidak tampil membaik. Akhirnya setelah masalah kedisiplinan Sakho dengan Rodgers kelar, Lovren perlahan-lahan tergusur dari skuat reguler main. Puncaknya ketika kekalahan 3-0 atas MU di Old Trafford.
Sementara Toure sih sebenarnya bagus, namun gue sebenernya kurang sreg gimana gitu, ya mungkin faktor umur jadi pembeda dalam pemilihan gue. Kita punya masa depan Liverpool dalam diri Emre Can, si ganteng agak mirip gue yang berusia 20 tahun. Jelas Toure sudah kehilangan kelincahannya dan Can menang banyak soal reflek, apalagi sejak Toure absen akibat membela negaranya di Piala Afrika, kepercayaan diri Can dalam skuat semakin bertumbuh. Namun tetap pengalaman dan emosi masih susah untuk dikelabui Can atas Toure - seperti soal untuk mencari jalan terbaik dalam meredam serangan lawan dimana itulah yang menentukan seberapa besar skill dan dewasanya seorang bek.
Jadi, Rodgers patut bijak ketika kembalinya Toure ke skuat. Namun gue prefer Can karna jelas, selain ganteng dirinya juga belum punya masalah besar dalam bermain. Sementara Kolo mulai kehilangan fokus. Sekali lagi faktor U menjadi pembeda.
Posisi yang didiami Sakho cukup rentan serangan balik, apalagi jika Liverpool memakai Wing-back berkarakter lebih menyerang seperti Lallana, maka gue kira Sakho mesti lebih teliti dalam berganti posisi dengan cepat, dari posisi full back hingga ketika membantu menggalang pertahanan bersama Skrtel.
Tugas Skrtel sepertinya gampang-susah karna pekerjaannya sebagai pelindung gawang Mignolet yang terakhir atau biasa disebut tembok terakhir, namun mudahnya karna selain dirinya hanya fokus bertahan (doi masih sering maju dalam situasi bola mati untuk Liverpool), ia juga banyak dibantu oleh 2 bek lainnya.
Sementara Can memiliki tugas yang relatif berat karna disini dia berusaha menjadi 2 figur, yaitu penyuplai bola dari samping, pemotong alur serangan samping juga sebagai bek yang bertahan. Semua tugasnya itu mesti memiliki totalitas yang tinggi jika tidak skema bertahan atau serangan balik yang diusung Rodgers diwaktu yang bersamaan bisa gagal.
3. Gelandang Sentral, Henderson - Lucas
Agak sulit memilih posisi ini, LFC punya Gerrard yang akan hengkang akhir musim dan Joe Allen yang cukup fenomenal. Namun yang paling realistis adalah memasukan nama Lucas dan yang pasti Henderson.
Mengganti Gerrard dalam skuat utama disisa musim ini agaknya layak dilakukan, hal tersebut agar bisa membuat tim terbiasa bermain apik walau tanpa seorang karismatik Gerrard yang resmi meninggalkan LFC pada akhir musim nanti, gue juga gak masukin Joe Allen disini, oshi gue belum jadi yang terbaik antara Lucas atau Henderson. Allen memang seorang yang fenomenal, visi operan yang luas, lugas dan tepat menjadi sisi fenomenalnya sejak didatangkan Rodgers 2012 lalu, namun konsistensi permainan serta masalah cedera bener bener ganggu oshi gue ini untuk menunjukan kemampuannya yang lebih baik lagi.
Henderson yang diplot sebagai kapten akan memegang peranan paling sibuk. Gue gadangkan dirinya bakal menjalani 3 posisi sekaligus! Yaitu sebagai cover posisi Lucas sebagai gelandang pengatur alur bola dari sektor pertahanan, cover posisi wingback kanan serta menjadi pemain pengatur tempo. Ya jelas, untuk mengatur tempo permainan adalah yang sangat sulit, tugas tersebut memerlukan kemampuan Allen dalam hal mengoper dan kelugasan dalam bermain seperti Gerrard. Namun dengan stamina yang dimiliki Hendo serta kemampuannya yang terus berkembang maka tugas ini bukan hal yang terlampau berat baginya.
Sementara Lucas seperti yang udah gue deskripsikan diatas bahwa tugasnya sebagai istilahnya jembatan antar lini sekaligus pemotong alur serangan pertama dalam skema serangan musuh. Kemampuan tekelnya dan uluran kaki Henderson bisa menjadi hal untuk memudahkan dirinya dalam melakukan tugas ini.
4. Gelandang Sayap, Lallana - Coutinho
Gue agak bertaruh ya dengan keputusan ini, memakai 2 gelandang sayap atau yang biasa disebut wing back bertipe menyerang seperti Lallana dan Cou. Tapi dengan cara Liverpool bermain yaitu menunjung tinggi pressing dan menyalakan alarm bertahan sejak lawan memegang bola di tengah lapangan namun tetap memiliki kecepatan atau agresifitas dalam menyerang maka gue nilai kedua pemain ini cocok abis!
Dalam foto formasi diatas cukup menjelaskan bahwa tugas Lallana adalah sebagai wingback yang membantu serangan serta membantu Lucas ketika Hendo sedang telat turun bantu Lucas ketika dalam situasi diserang balik. Sementara Coutinho dengan segala kemampuan dan lemahnya, doi hanya fokus nyerang dan akan sering swipe posisi dengan Henderson. Kadang doi bisa jadi gelandang dibelakang striker tunggal, sehingga Hendo yang bisa mengisi pos gelandang sayapnya. Enaknya punya seorang seperti Hendo begitu. Doi dengan hebatnya gak fokus dalam satu posisi, gatel buat terus bergerak mencari posisi yang bisa di back up gak salah kalo total assistnya sampai saat ini sudah sebanyak 6 assist. Kreatif!
Sebenernya Lallana bersaing ketat dengan Moreno yang akhir akhir ini juga mainnya mulai klop dan keliatan bagusnya. Namun dengan kekurangannya dalam hal transisi bermain takutnya doi sering kalah duel dan miss komunikasi sama Sakho. formnya belum terllau konsisten pula.
5. Striker, Sterling - Sturridge - Ibe
Posisi striker ini bisa dibilang posisi yang mesti banyak memiliki chemistry tinggi. Karna Rodgers memiliki 3 striker didepan dan skema akhir serangan Liverpool juga bagaimana ketiga pemain ini bekerja, bagaimana pula cara membongkar pertahanan lawan mereka mesti memiliki jawaban tersebut.
Tanpa adanya sang mantan indah, Luis Suarez maka praktis di lini depan, Sterling dan Ibe mesti membantu Sturridge dalam bermain, karna sesuai dengan kapabilitas, Sturridge tidak memiliki banyak kemampuan untuk seperti Suarez, yang dalam satu sisi bisa sebagai striker yang tajam namun dilain sisi bisa memberikan ruang untuk pemain lain. Sesuai pengalaman, Sturridge tidak terlalu bugar dalam melakukan kedua hal ini secara bersamaan. Cukup sebagai striker pencetak gol yang ditopang duet padunya Sterling dan Ibe. We have triple beast in the front!








0 comments:
Post a Comment