Selamat tahun baru 2016! Semoga apa yang menjadi resolusi kalian di tahun ini dapat tercapai secara komplit, plit, plit dan sukses selalu!
AMIN!
Untuk mengawali tahun baru ini, gue ... Bentar, gue mikir dulu...
Oke. Sebelum kita beranjak ke 2016 (asek ceritanya ini tulisan lintas waktu), gue pingin berterimakasih ke tahun 2015, kenapa? Kenapa 2015?
Terus terang, menurut gue, tahun 2015 adalah waktu yang paling berharga buat gue, banyak memori yang perlu dipetik untuk masa depan gue, banyak esensi yang dapat menjadi modal gue ditahun selanjutnya, selama kurang lebih 365 hari gue hidup selama tahun itu dan gue dapati banyak hal hebat, mulai dari yang manis manis kaya masuk dan lolos OSN tingkat sekolah, hingga yang pait-pait kayak kecelakaan motor di pertengahan tahun 2015. Dalam urusan asmara, asik sebagai remaja tanggung guepun merasakan yang namanya sayang yang bener-bener sayang, perasaan dimana gue akhirnya bener-bener pingin berjuang buat cewek, dari situpun gue juga dapati banyak esensi yang didapatkan, walopun memang dapetnya asem-manisnya.
Dari hal hal yang gue sebutin dan tidak gue sebutin lainnya gue menjadi makin sadar dan gue harap di tahun ini segalanya terasa manis-manis.
Selain berterimakasih kepada tahun 2015, gue juga mau berterimakasih kepada kalian yang pernah gue disekitar gue, orang-orang yang pernah gue amati, seriusan.
Satu hal terpenting lainnya dalam 2015 yang dapat gue petik adalah kebiasaan baru gue. entahlah gue tahun lalu lebih banyak mengamati orang-orang disekitar gue, mengorek isi otak mereka, sembari mencari-cari alasan kenapa mereka bisa melakukan hal demikian disekitar gue, misalnya ketika di jalan, gue liat anak orang buang sampah sembarangan, lalu gue perhatiin tingkah lakunya setelah kejadian itu, dan ternyata orang tuanya pun buang sampah sembarangan, itu artinya gue bisa simpulkan bahwa anaknya itu merasa bahwa membuag sampah sembarangan adalah tindakan yang heroik, karna mungkin mereka menganggap bahwa orang tua mereka adalah orang yang paling benar
Contoh tersebut lalu gue sadari, bahwa selama ini gue belajar dari mereka, gue belajar bagaimana sosialitas mereka berjalan entah itu benar atau salah. Gue baru sadar bahwa guepun melihat dan mempelajari apa yang dinamakan sosialitas manusia. Diluar gregetannya tingkah laku jelek mereka, gue benar-benar berterimakasih atas apa yang mereka lakukan, karna gue bisa ambil esensinya, ilmu guepun dalam hal psikologis semakin banyak walaupun belum tajem-tajem amat. Dan yang menjadi praktikum gue selama ini adalah orang-orang disekitar gue, gue pelajari sifat-sifat mereka.
Sekali lagi untuk orang-orang yang telah banyak memberikan gue pelajaran, serta teman-teman pembaca blog personal kecil yang sering baca dimari...
Terimakasih :)
Wednesday, 6 January 2016
Postingan Penting di 2016!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






Wkwkw(^▽^)
ReplyDeleteWkwkw(^▽^)
ReplyDelete