Wednesday, 7 October 2015

Cara Kerja Kebijakan Transfer Liverpool ( Komite Transfer )







Apa itu Komite Transfer Liverpool?
Komite transfer Liverpool adalah 6 orang yang berurusan dengan pemilihan dan pendatangan target transfer di Liverpool
Ini adalah proses dimana pemilik utama John W. Henry masuk kedalam persoalan tersebut untuk memastikan bahwa Manajer tidak memegang peranan total terhadap pencarian bakat, pembelian, penjualan dan pembaruan kontrak.
Siapa saja 6 orang tersebut?
1. Manajer
2. Kepala pencarian bakat: Barry Hunter
3. Kepala eksekutif: Ian Ayre
4. Direktur kinerja teknis (Ahli statistik dan analisa pemain): Michael Edwards
5. Kepala perekrutan: Dave Fallows
6. Presiden Fenway Sports Group (FSG): Mike Gordon
Kenapa Komite tersebut dibentuk?
Ketika FSG mengambil alih klub pada tahun 2010, waktu itu Mr. Henry menyelidiki tentang 'Mengapa Liverpool tidak lagi menjadi kekuatan sepakbola yang dominan?', lalu ia bertanya ke orang-orang sekitar klub untuk mendapatkan jawaban tersebut. 
Jawaban utama dari mereka ternyata hampir seragam: Terlalu banyak pembelian buruk. Karna Mr. Henry itu cukup baru dalam dunia sepakbola, dia terkejut bahwa di Inggris, manajer memiliki kontrol total dalam pembelian pemain tersebut, padahal di Eropa sudah memakai direktur sepakbola 
Lalu Mr. Henry menunjuk direktur sepakbola Liverpool, Damien Comolli, mantan pemandu bakat Arsenal bersama Edwards, sebagai penganalisa dan ahli statistik.
Edwards itu adalah penggila 'Moneyball' yang mana ketika dia melihat rata-rata statistik maka akan ada target pembelian baru yang tak terkira (alias bukan pemain bernama) dan harga semiring-miringnya. Hal tersebut sudah berlaku di dunia baseball, FSG tahu betul karna mereka juga memiliki Boston Red Sox di Amerika sana. 
Brendan RodgersGETTY
Namun Comolli dan Edwards gagal. Seperti pembelian FSG terhadap Andy Carroll, mereka langsung sadar bahwa mereka tidak dapatkan apapun dari bisnis Carroll tersebut. Carroll dianggap gagal memberi dampak performa klub secara signifikan dan uang yang dihasilkan dari bisnis tersebut merugikan FSG.
Comolli dipecat, lalu Edwards menetap di klub sebagai bagian dari 6 orang Komite Transfer setelah penunjukan Brendan Rodgers pada 2012.
Rodgers tidak ingin bekerja dengan direktur sepakbola namun akan setuju menjadi bagian dari komite selama ia memiliki hak menentukan keputusan akhir pemain.
Itulah yang dinamakan Komite Transfer, namun label tersebut ternyata dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu di Anfield, dimana mereka lebih menganggap itu sebagai tim perekrutan pemain baru
Andy CarrollGETTY

Bagaimana cara kerjanya?
Ada banyak cara mereka bekerja namun cara paling sederhana yang bisa saya sampaikan begini: Manajer akan menyoroti area atau pemain yang ia inginkan, pemandu bakat akan mencarikan pemain, Edwards akan buat analisanya, Ayre akan melihat dari sisi finansial alias keuangan klub. Nah hasilnya akan dirapatkan oleh orang-orang tersebut.
Setelah diambil keputusan, manajer akan mengatakan bahwa dia inginkan pemain tersebut. Namun dia juga memiliki hak veto untuk menolak pemain dari komite transfer, begitupun sebaliknya, komite bisa menolak pemain yang diinginkan Rodgers.
Rodgers telah memilih pemain yang ia yakini bisa bermain dengannya
Contohnya seperti Mario Balotelli, dan pemain lain yang ia desak Komite Transfer untuk didatangkan macam Dejan Lovren (yang badannya mirip saya), Joe Allen (yang kebetulan pemain favorit saya), Christian Benteke (yang mirip sama orang yang baca tulisan ini) dan Adam Lallana (yang mukanya mirip saya).
Pembaruan kontrak juga disortir oleh para komite tersebut dengan sistem yang sama.
Mario BalotelliGETTY

Apa hal positif yang bisa diambil dari sistem transfer ini?
Hal positifnya jelas. Ada berberapa uji kelayakan yang dilakukan sebelum investasi tersebut dilakukan.
Pemain akan di tonton oleh sejumlah pemandu bakat, statistiknya akan dianalisa dan yang lain akan melihat karakternya yang bakal cocok di klub atau tidak.
Hal tersebut akan mendapatkan sedikit desakan dari manajer yang tidak ingin menghabiskan waktu terlalu lama untuk melihat target dan menentukan kontraknya.
Apa sisi negatifnya?
Saya pernah mendengar sebuah pepatah: terlalu banyak koki bisa merusak bumbunya, namun bukan hanya itu masalahnya.
Salah satu yang utama adalah pertanggung jawaban. Ketika perekrutan tersebut gagal, maka ada 6 orang yang memiliki kesalahan. Berberapa dari mereka akan memilih untuk menyalahkan kepada orang lain yang dapat menyebabkan friksi diantaranya.
Proses juga akan memakan waktu lama, jadi ketika tiba tiba pemain incaran tersedia untuk direkrut, Liverpool harus lakukan proses terlebih dahulu ketika klub lain mendekatinya dengan cara yang lebih kenaluriahan alias kira kira untuk merekrutnya.
Ketika Liverpool lakukan pendekatan, eh ternyata terlambat, pemain tersebut sudah tanda tangan dengan tim lain, contohnya seperti Alexis Sanchez atau Victor Valdes.
Jadi kadang membuat manajer harus menerima pilihan pemain lain, namun manajer akan merasa terdesak oleh pilhan tersebut dan juga memaksa pemain harus sesuai dengan rancangannya.
Kesimpulan
Sederhana saja, Liverpool telah mengahabiskan £291 Juta dalam 3 tahun oleh Komite Transfer dan hasilnya hampir tak membaik.
Itu artinya komite tidak bekerja, namun bisa jadi juga bahwa orang-orang di komite sekarang bukanlah orang yang cocok untuk manajer.
FSG mesti merangkai kembali kebijakan transfernya dan juga pada orang-orang yang terlibat dalam 3 tahun sistem transfer tersebut.

3 comments:

  1. Keburukan lainnya, pemain yang diincar LFC sudah melalui pertimbangan matang. Klub lain tinggal nunggu LFC ngincer siapa aja. Habis itu ikutan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya. Karena Tottenham juga memiliki transfer komite juga.. sama kayak LFC.. dan bapak rasa lebih gak kerja lagi karena cuma ngikutin LFC mulu..haha..

      Delete