Wednesday, 28 January 2015

3 Hal Yang Menjadi Ujung Jendela Transfer Januari Idaman

Jendela transfer Januari benar-benar menarik perhatian, jendela transfer ini diadakan tiap pertengahan musim, namun perpindahan pemain secara konsisten selalu terjadi dan tidak sedikit transfer besar pun pernah terjadi dalam periode ini, termasuk Liverpool.

Liverpool sendiri pada musim-musim yang lalu pernah merasakan bagaimana tim melakukan pergerakan lincah dan besar di pasar untuk mencari berberapa pemain yang berkualitas yang utamanya dinilai mampu menutup berberapa kelemahan yang kurang mampu ditutupi berberapa pemain di awal musim.

Namun, Liverpool saat ini sedang terpuruk, benar-benar terpuruk. Setelah masih tertahan di sektor tengah klasemen sementara Liga Primer, mereka juga harus tersingkir awal di Liga Chhampions setelah Basel mampu menunjukan penampilan yang menakjubkan untuk melengserkan Liverpool dan membawa mereka ke fase final, sementara baru baru ini mereka juga tersingkir secara menyakitkan di tangan Chelsea dalam semi final Piala Liga.

Setelah terpuruk di klasemen dan gugur di dua ajang penting, sebenarnya mereka masih menyimpan kans untuk juara di Liga Eropa dan Piala FA. Namun dengan keadaan skuad seperti saat ini, kayaknya skuad mesti diperkuat.

Rodgers mengakui bahwa beban pembelian pemain pada Januari ini membuat dirinya stress, karena sulitnya mendatangkan bisnis mayor untuk tim menabuh kembali genderang perang pada sisa musim ini.

James Pearce dari Liverpool Echo menyampaikan kembali point penting yang dikatakan Rodgers pada konferensi pers Senin lalu.

Rodgers tentang rencana pergerakan pada jendela transfer Januari: "Saya tidak berpikir bahwa kami akan (lakukan transfer). Kecuali jika sesuatu yang dramatis terjadi maka kami akan berikan yang kami bisa berikan." (@JamesPearceEcho - 26 Januari 2015).

Sesuatu dramatis dan juga realistis, mungkin itulah maksud dari Rodgers. Menunjukan bahwa klub sedang dalam kesulitan transfer saat ini. Namun berberapa saran dari saya dibawah ini mungkin bisa setidaknya meringankan beban klub dan membuat Liverpool bertahan di papan atas klasemen dan memenangkan berberapa Piala dimusim ini.

1. Kiper yang Berpengalaman


Saat ini Liverpool telah mendaftarkan secara reguler 3 kiper untuk mengarungi musim 2014/15, adalah pemuda didikan akademi Liverpool Danny Ward, Brad Jones dan sang kiper utama Simon Mignolet.

Salah satu masalah pada awal musim ini adalah di sektor penjaga gawang dan saya yakin bahwa semua responden setia sepakbola Inggris mengakuinya. Liverpool memiliki Danny Ward, kiper yang bahkan belum pernah merasakan tegangnya menjadi penjaga gawang salah satu klub tersukses Eropa, lalu diatasnya ada Brad Jones sebagai kiper pelapis utama, lalu kiper utama sejak matchday pertama adalah Simon Mignolet. Namun kiper ini justru menunjukan down-performance di awal musim dan menjadikannya sebagai salah satu masalah yang cukup serius diperiode ini.

Ngomongin kiper yang berpengalaman, Liverpool memang memiliki itu dari Brad Jones, menilik dari usianya yang sudah menginjak 32 tahun. Namun Jones bukanlah kiper pelapis terbaik dan saya nilai kemampuannya pun tidak bisa menempel Mignolet agar bisa memperebutkan tempat utama. Ya, Jones memang sempat menjadi kiper utama pasca ketetapan Rodgers untuk mengistirahatkan kiper utama Mignolet dan memberikan amanah tersebut pada kiper Australia. Namun kemampuan yang ditunjukan Jones pun tidak terlalu spesial sebagai kiper pelapis. Maka dari itu ada berberapa daftar kiper potensial yang memiliki pengalaman segudang dalam sepakbola dan diharapkan mampu membuat opini saya ini menjadi realita yang indah untuk klub.

Brad Friedel, 43, Tottenham Hotspur
Nicolas Douchez, 34, Paris Saint-Germain
Timo Hildebrand, 35, Eintracht Frankfurt
Wayne Hennessey, 28, Crystal Palace
Marco Storari, 38, Juventus

Saya daftarkan 5 kiper diatas setelah mendapati penampilan dan pengalaman mereka yang mungkin sedikit bisa membantu Liverpool kembali ke jalur yang sebenarnya. Mereka akan tersedia untuk penampilan jangka pendek.

2. Pinjamkan Mario Balotelli


Saya rasa saat ini Balo adalah salah satu beban Rodgers. Banyak kalangan Kopite yang mengharapkan magisnya diawal kedatangan dan Rodgers pun dipercaya penuh untuk menuntun si bengal ini agar bisa mengeluarkan kemampuan terbaik diperiode keduanya bermain di Liga Inggris. Namun yang terjadi justru sebaliknya, Balo malah menunjukan performa dibawah standar dan membuat Kopites kecewa.

Akhirnya Rodgers membuat kebijakan dengan menomor duakan Balo dan membuat berberapa perbedaan untuk lini depan pasca lengsernya Balo sebagai striker utama. Sampai lawan Chelsea Rabu (28/1) lalu, posisi eks-AC Milan tersebut belum berganti.

Berberapa pihak menyayangkan hal tersebut terjadi, bahkan sampai membuat Rodgers seperti selalu 'terpaksa' memakai kembali jasa Balo yang jelas-jelas tidak 'kompitable' dengan skema permainannya.

Rodgers mengatakan pada Balotelli: "Jika anda tidak bisa menekan, maka anda tidak bisa menyatu kedalam tim. Itu berlaku untuk siapapun dalam tim." (24 Januari 2015)

Namun bagaimana lagi? Semua orang yakin dan mungkin juga Balo sudah berharap bahwa Liverpool adalah klub yang bisa menyelamatkan karirnya, namun sekarang situasi semakin rumit. Satu satunya yang bisa Liverpool lakukan untuk menghilangkan sedikit rasa tertekan itu tanpa menghancurkan karir sang pemain adalah meminjamkannya ke klub lain pada deadline day sekalipun.

Sang agen, Mino Raiola mengatakan bahwa kliennya tidak akan pindah pada Januari ini dan diamini oleh Rodgers, namun opsi lain yaitu peminjaman dengan kurun waktu 6 bulan ke klub lain adalah pilihan yang bijak, saya kira.

3. Ambil Berberapa Pemain Akademi


Keputusan saya yang satu ini mungkin kontra bagi sebagian besar pembaca (padahal cuma 2 orang doang yang baca). Disaat Liverpool memerlukan kebangkitan secara instan yang idealnya dilakukan dengan berberapa suntikan berberapa pemain baru yang top. Namun coba berfikir objektif tentang keadaan tim yang cukup mendesak ini. Dan sampai saat ini Rodgers sudah lakukan pada penarikan Jordon Ibe dari masa peminjamannya di Derby.

Berberapa pemain akademi yang sudah memiliki banyak waktu di Tim Reserves Liverpool mungkin mesti dicoba, siapa tau berhasil. Karna kita semua tau bahwa pemain akademi dididik sebuah klub agar bisa bermain dengan cara klub masing-masing yang jelas berbeda, maka Tim Muda Liverpool juga berpotensi memberikan impact instan untuk klub.

Berberapa talenta muda mesti dilindungi, apalagi setelah perginya salah satu calon masa depan cerah Timnas Spanyol Suso ke AC Milan, itu adalah sebuah kehilangan yang cukup mahal. Maka bijaknya manajemen tidak lakukan penjualan seperti Suso terulang kembali. Saat ini Sheyi Ojo sudah mulai menunjukan nafasnya di Tim Utama Liverpool setelah mencetak berberapa penampilan cemerlang, sementara pemain berkarakter menyerang lainnya seperti Jerome Sinclair yang sudah berlarut-larut setia bersama Tim Akademi Liverpool belum juga mendapatkan kesempatan bermain di pertandingan resmi.

Namun, kabar terbaru manajemen Liverpool ingin Ojo agar bermain dulu bersama tim lain seperti Ryan McLaughlin atau Brad Smith yang sedang dipinjamkan ke klub lain untuk menambah jam terbang. Ojo sendiri belum pernah bermain di pertandingan formal, sementara talenta berumur 17 tahun in terus menunjukan sinarnya.

0 comments:

Post a Comment