Tuesday, 12 January 2016

Interpretasi Lagu: SlipKnot - Snuff

Halo semua, disini dengan Farhan, admin terbaik *karna emang satu-satunya sih* di blog personal ini. Kali ini dalam postingan serius pertama di 2016, karna sebelumnya ya-kalian-tau-lah seperti apa postingan-postingan gue sebelumnya.

Postingan kali ini, gue *uhuk*, maksudnya 'saya' ingin mencoba menjabarkan sisi puitis dari seorang Farhan, mungkin kalau kalian pernah mengunjungi blog saya yang isinya postingannya super gak nyambung dan lebih ke absurd mungkin ya bisa melihat betapa menjijikan dan mengerikannya postingan saya selama ini. Maafkan.

Tidak ada yang meragukan kapasitas grup band SlipKnot dalam membuat kreativitas dan menjadikannya sebagai konsumsi publik. Mulai dari aksinya diatas panggung yang selalu 'gila' dan terkesan ekstrim, cara berpakaian mereka yang unik dan horor, pemilihan nada lagu yang beresensi tinggi lewat penampilan total mereka sehingga bisa dikatakan bahwa mereka adalah grup band Heavy Metal terkeras dan saya berani menyatakan bahwa dia adalah yang terbaik sepanjang masa.



Member-member mereka yang 'gila' berkarya lewat musik, bukan hanya gila, namun juga niat! Seperti lagu-lagu mereka yang liriknya luar biasa mendalam, walaupun mereka rocker, mereka juga manusia sob. Mereka selalu menyisipkan suatu kata di lirik-lirik mereka yang bermakna mendalam diluar dari kerasnya nada yang mereka lantunkan. Salah satunya lagu ini, Snuff.



Lagu ini menurut saya sangat menarik untuk di 'operasi', dengan pemilihan kata yang terkesan lebih simpel dalam artian mereka membuka dan menjabarkan lembaran sebuah cerita dari lirik yang cukup mudah untuk dimengerti.

SLIPKNOT - SNUFF

Bury all your secrets in my skin
Come away with innocence, and leave me with my sins
The air around me still feels like a cage
And love is just a camouflage for what resembles rage again...


"Lupakanlah segala cerita yang telah kita jalin dan tinggalkan aku dengan segala rajutan kasih yang pernah kita ukir. Sebenarnya aku tidak bisa ditinggalimu dengan rasa cintaku, namun inilah keterbatasanku."

So if you love me, let me go.
And run away before I know.
My heart is just too dark to care.
I can't destroy what isn't there.
Deliver me into my fate -
If I'm alone I cannot hate
I don't deserve to have you...

My smile was taken long ago
If I can change I hope I never know

"Jadi, jika kamu cintaiku, pergilah, pergilah tanpa kuketahui karna hatiku tidak akan cukup untuk mengucapkan 'selamat tinggal'. Tinggalkanlah aku agarku tidak lagi menyakitimu. Kemarahanku sudah tak tertahankan. Karna takdirku bukanlah bersamamu, aku tak pantas dapatkanmu."

I still press your letters to my lips
And cherish them in parts of me that savor every kiss
I couldn't face a life without your lights
But all of that was ripped apart when you refused to fight





"Aku masih ingat dengan kata-katamu, yang memberikanku kenyamanan dalam menjalin kasih. Hingga aku berpikir: "Aku tidak bisa hidup tanpamu". Namun segalanya berubah ketika dirimu menolak untuk berjuang dan memilih meninggalkanku."

So save your breath, I will not hear.
I think I made it very clear.
You couldn't hate enough to love.
Is that supposed to be enough?
I only wish you weren't my friend.
Then I could hurt you in the end.
I never claimed to be a saint...


"Jadi, hiduplah tanpa bersamaku, aku tidak peduli. Karna memang jelas "Kamu tidak bisa mencintaiku". Aku hanya berharap kamu bukanlah pasanganku, supaya aku bisa hidup dengan seorang yang dapat menemaniku dalam suka maupun duka."

Ooh, my own was banished long ago
It took the death of hope to let you go


"Kenyataan berkata bahwa kamulah pasanganku, kamulah pasangan hidupku yang telah menghancurkanku, namun sulit untuk melupakanmu karena kenangan yang telah terukir berdua."

So break yourself against my stones
And spit your pity in my soul
You never needed any help
You sold me out to save yourself
And I won't listen to your shame
You ran away - you're all the same
Angels lie to keep control...


"Aku selalu berharap kamu bisa ikut dalam duka bersama, seperti malaikat yang berdusta sebagai bentuk pengorbanan. namun pengkhianatan yang memalukan darimu selama ini seolah menjadi batin dalam hidupku."

Ooh, my love was punished long ago
If you still care, don't ever let me know
If you still care, don't ever let me know...





"Aku baru sadar kalau selama ini aku salah mencintaimu, membuatku merasa bahwa selama ini batinku telah terkhianati oleh cinta yang tak terbalas darimu. Jika engkau kembali, maka semuanya telah berubah. Dari hati yang melunak menjadi hati yang membatu."

Sekian dari saya.

"Jangan menyakiti bila tak mampu menyembuhi, jangan mencintai bila akhirnya menyirat benci." - Farhan.

Wednesday, 6 January 2016

Postingan Penting di 2016!

Selamat tahun baru 2016! Semoga apa yang menjadi resolusi kalian di tahun ini dapat tercapai secara komplit, plit, plit dan sukses selalu!

AMIN!

Untuk mengawali tahun baru ini, gue ... Bentar, gue mikir dulu...

Oke. Sebelum kita beranjak ke 2016 (asek ceritanya ini tulisan lintas waktu), gue pingin berterimakasih ke tahun 2015, kenapa? Kenapa 2015?

Terus terang, menurut gue, tahun 2015 adalah waktu yang paling berharga buat gue, banyak memori yang perlu dipetik untuk masa depan gue, banyak esensi yang dapat menjadi modal gue ditahun selanjutnya, selama kurang lebih 365 hari gue hidup selama tahun itu dan gue dapati banyak hal hebat, mulai dari yang manis manis kaya masuk dan lolos OSN tingkat sekolah, hingga yang pait-pait kayak kecelakaan motor di pertengahan tahun 2015. Dalam urusan asmara, asik sebagai remaja tanggung guepun merasakan yang namanya sayang yang bener-bener sayang, perasaan dimana gue akhirnya bener-bener pingin berjuang buat cewek, dari situpun gue juga dapati banyak esensi yang didapatkan, walopun memang dapetnya asem-manisnya.

Dari hal hal yang gue sebutin dan tidak gue sebutin lainnya gue menjadi makin sadar dan gue harap di tahun ini segalanya terasa manis-manis.

Selain berterimakasih kepada tahun 2015, gue juga mau berterimakasih kepada kalian yang pernah gue disekitar gue, orang-orang yang pernah gue amati, seriusan.

Satu hal terpenting lainnya dalam 2015 yang dapat gue petik adalah kebiasaan baru gue. entahlah gue tahun lalu lebih banyak mengamati orang-orang disekitar gue, mengorek isi otak mereka, sembari mencari-cari alasan kenapa mereka bisa melakukan hal demikian disekitar gue, misalnya ketika di jalan, gue liat anak orang buang sampah sembarangan, lalu gue perhatiin tingkah lakunya setelah kejadian itu, dan ternyata orang tuanya pun buang sampah sembarangan, itu artinya gue bisa simpulkan bahwa anaknya itu merasa bahwa membuag sampah sembarangan adalah tindakan yang heroik, karna mungkin mereka menganggap bahwa orang tua mereka adalah orang yang paling benar

Contoh tersebut lalu gue sadari, bahwa selama ini gue belajar dari mereka, gue belajar bagaimana sosialitas mereka berjalan entah itu benar atau salah. Gue baru sadar bahwa guepun melihat dan mempelajari apa yang dinamakan sosialitas manusia. Diluar gregetannya tingkah laku jelek mereka, gue benar-benar berterimakasih atas apa yang mereka lakukan, karna gue bisa ambil esensinya, ilmu guepun dalam hal psikologis semakin banyak walaupun belum tajem-tajem amat. Dan yang menjadi praktikum gue selama ini adalah orang-orang disekitar gue, gue pelajari sifat-sifat mereka.

Sekali lagi untuk orang-orang yang telah banyak memberikan gue pelajaran, serta teman-teman pembaca blog personal kecil yang sering baca dimari...

Terimakasih :)