Saturday, 31 October 2015

6 Keuntungan dan Manfaat Jadi Jomblo

Jomblo... Mengucap katanya saja udah mau ketawa, "SITU JOMBLO? HAHAHAHASAMAHAHA.."

Jomblo.. Tau artinya saja pasti sudah disepelekan dan banyak yang mengira kaum jomblo adalah kaum pemuda rupawan tertindas dijaman serba globalisasi ini, iyalah, pemuda lain sudah menasbihkan sumpah cinta, sementara yang jomblo masih hapalin sumpah pemuda...

Tapi gue punya sedikit motivasi buat kalian yang masih jomblo. Jangan bingung, risau dan gundah deh kalau masih jomblo... Jomblo itu gak selalu menjadi kaum tertindas kok setelah kalian mengetahui keuntungan sekaligus manfaat-manfaatnya. Berikut ini adalah berberapa keuntungan kalian yang masih jomblo...

1. Jomblo Lebih Banyak Duit

Tidak ada kebahagiaan lain selain punya dompet tebal setiap hari, jomblo yang punya kemampuan keuangan yang baik akan merasakan ini, dia selalu merasa bahwa punya duit banyak karna tidak akan memfoya-foyakan uang yang dikumpulinnya untuk ngedate tiap akhir pekan bareng doi.

Tapi emang sih, dompet tebel belom tentu isinya duit, bisa aja dalemnya cuma kartu member supermarket, bon, struk parkir atau paling uang monopoli

2. Jomblo Banyak Temen
Keberadaan temen menjadi salah satu kebahagiaan tersendiri, apalagi kalau punya banyak, pasti kalian merasa sangat bahagia. Biasanya jomblo ini punya banyak temen karna kaum yang punya pasangan terlalu banyak menghabiskan waktu bareng doinya, sementara itu mungkin dapat memperkeruh hubungan dengan temannya.

3. Jomblo Itu Bebas

"Pagii... Kamu udah makan belum? Kamu udah mandi belum? Kamu jangan ujan ujanan.. Jangan lupa makan yah... Jangan lupa jemuran depan pager masukin yahh." Oke maap yang terakhir itu kalimat dari nyokap gue.

Ini poin yang menurut gue paling bermanfaat, bebas! Jomblo mau makan kapan kek, mau mandi kapan kek, mau nostalgia masa kecil juga bodo amat, jemuran basah bodo amat. Bahkan dengan bebasnya jomblo, mereka bisa berteman hingga ngedate sama siapa aja, asal gak bikin baper duluan. Jadi buat kaum jomblo yang masih penasaran pingin punya pasangan terbaik, jomblo bisa menjadi solusinya!


Jomblo juga gaakan tertekan karna jomblo jika sudah bersama temannya pasti 'lepas'! Gaada jaim jaiman. Beda dengan yang berpasangan kalo jalan bareng sama pasangannya pasti harus jaga sikap, jaga hati, jaga hati, jaga penampilan. Hadeh... Itu pasangan apa penjaga lapas.

4. Kepuasan Hobi Cepat Terpenuhi

Hobi merupakan hal yang pasti dimiliki setiap pemuda di dunia ini, tanpa hobi hidup pasti hampa. Nah jomblo dengan segala kebebasannya berarti punya banyak waktu buat memenuhi kepuasan hobinya, semakin cepat puas maka semakin bahagia mereka dengan hobinya. Bagaimana dengan mereka yang berpasangan? Mungkin agak sulit, dikit dikit pasangannya sms, bbm, wa, line dll.

Nah poin ini yang menurut gue emang berguna juga, sejak jomblo, hobi bersepeda gue mulai terealisasi, tiap minggu bisa upgrade sepeda sedikit-sedikit dengan uang yang mungkin kalo gue punya pasangan pasti habis tiap minggu karna ngajak jalan doi. Tapi emang, sedikit perasaan hampa karna tidak adanya doi membuat gue sedikit down, ah mungkin gue eamng belum bisa move on. Lanjut...

5. Jomblo Itu Sehat
Siapa sih yang tidak ingin hidup sehat? Apalagi di masa muda ini, kalian bisa merasakan nikmatnya sehat ini lewat status jomblo kalian. Jomblonya kalian berarti kembali ke hobi masing masing, kalo hobi kalian di segmen olahraga, berarti kalian memang bisa hidup sehat lewat status jomblo, atau dengan jomblo artinya waktu kalian dirumah lebih banyak, kulit kalian akan lebih putih dan bersih *kecuali kalo emang udah dari sononya.

Selain itu dengan banyak berdiam dirumah kalian juga akan lebih banyak merasakan sehat dan baiknya makanan yang disediakan dirumah. Nyokap mana sih yang biarin anaknya makan junk food tiap hari.

6. Jomblo Itu Gak Galau
Poin ini sih emang kembali ke diri masing masing. Kadang emang, walaupun kalian jomblo, kalian masih sering meratapi kejombloan, kengenesan, kehinaan, kejelekkan kalian, atau meratapi teks berisi 'Yaudahlah kita putus aja.' dari doi yang lama, dan sedihnya sampe sekarang gak bisa bangkit dari sana. Hiih...Guebgt.


Tapi kalau memang jomblo sejati gaaakan deh merasakan galau galau gak jelas, ini adalah poin yang PASTI tidak akan dirasakan oleh mereka yang punya pasangan.

Jadi, masih ada penyesalan kalian kah dengan status jomblo?

Wednesday, 28 October 2015

Killpop, Ketika Bisnis Menginvasi Industri Musik

Halo semua pengunjung blog gue yang paling berbahagia, kali ini gue mau ngomongin tentang musik, tepatnya gue si Manusia Kaleng Sarden mau ngomongin sebuah lagu yang menurut gue punya makna mendalam dari grup band Slipknot yang berjudul 'Killpop'.

Killpop?
Bukan bukan, gambar diatas namanya lollipop. Gue cowo yang super maskulin ini gaakan banting stir buat ngomongin permen manis ini, karna yang manis manis masih gue incer. Skip~

Killpop... Mendengar judulnya aja gue sempet kira: "Wah ini lagu jangan-jangan menceritakan tentang project pembunuhan si King Pop Michael Jackson?!",

Bahkan dari salah satu lirik akhir yang berbunyi "now die and f*cking love me" gue kira ini lagu jangan jangan bisa mendoktrin kita supaya bertindak kriminal?!

Eits tapi nanti dulu pikiran macam-macamnya, kita dengar dulu komentar Pakde Corey Taylor, vokalis bernomor 8 dari Band Slipknot. Beliau mengatakan bahwa lagu ini menceritakan tentang Cinta-Benciya beliau terhadap industri musik saat ini.

"Sejujurnya, lagu ini adalah tentang pendapat atas hubungan saya dengan musik. 'She' dalam lirik yang saya maksud adalah si musik itu. Tapi bukan cuma untuk musik, namun untuk industri musik secara umum juga. Jadi ini tentang hubungan cinta dan benci saya dengan musik."

Pakde juga menambahkan bahwa dia frustasi dengan musik yang dicampuri bisnis, namun ia juga 'beruntung' karna hal itu.

"Ada dua pepatah tua, 'Hati-hati dengan apa yang kamu harapkan,' dan 'Hati-hati melakukan sesuatu yang kamu sukai karna suatu saat itu akan berubah menjadi buruk untuk kamu.'. Kamu tau, setiap kamu mencampur musik dan bisnis, kamu akan menemukan retakan yang berkarat yang membuat kamu jatuh. Jadi lagu itu benar-benar tentang betapa saya masih sangat cinta membuat musik, namun saya juga benci sisi bisnisnya, di sisi angkanya, orang-orang berjas yang mencoba menjalankan bisnis, lalu kami membuat urusan dengan mereka dan belajar bagaimana berbicara dengan mereka.

"Dan kamu tau, kadang itu membuat frustasi, namun beruntung, kami memiliki lagu bagus (Lagu ini) tentang hal itu dan kami benar-benar bisa melukiskan sesuatu yang keren tentang itu dan meletakannnya disana supaya orang-orang bisa sadar." [Sumber]

Di lain tempat juga sang vokalis bercerita tentang lagu ini yang kurang lebih sama:

"Secara kiasan, liriknya bukan hanya tentang band ini sendiri, namun juga tentang industri musik secara keseluruhan, karena setelah sekian lama kami disini, banyak perubahan secara dramatis, bukan hanya sejak All Hope Is Gone (Album ke-4 Slipknot), namun sejak kami kehilangan Paul (Mantan bassistnya yang meninggal pada tahun 2008). Pada dasarnya lagu ini tentang cinta-bencinya kami dengan situasi yang saat ini kami alami, dengan bukan hanya di sisi bisnis, namun juga dengan bagaimana musik saat ini. Gambarannya kami adalah anggota yang besar dalam permainan ini, namun disaat yang bersamaan ada banyak orang yang ingin mengambil keuntungan walaupun faktanya mereka juga masih mencampuri hati, cinta dan kreatifitas mereka dalam musik ini, namun mereka juga ingin mengambil keuntungan dari itu. Ini adalah tentang bagaimana kami berusaha mendamaikan kejahatan yang datang dengan itu. Dimana ada daging maka disana ada burung bangkai yang mengitarinya selama sekian waktu." [Sumber]

Diluar dari kerennya lagu ini, ternyata liriknya mengandung makna yang dalam dan sangat berarti untuk industri musik. Bayangkan saja, musik diluar sana saking keren-keren lagunya sehingga dapat mendatangkan pundi-pundi uang yang luar biasanya masih sempat saja dihujat.

Bagaimana di Indonesia? jangankan bisnis, dijaman semakin modern ini musik Indonesia bisa dikatakan semakin tenggelam, kreatifitas permusikan di negara tercinta kami semakin menyusut.

Orientasi musik Indonesia semakin tenggelam ciri khasnya oleh arus globalisasi dari luar, contoh saja efek budaya K-Pop dari Korea. Efek dari hal tersebut memang sempat membuat booming, sehingga lahirnya banyak Boyband dari Indonesia, disaat yang bersamaan efek itu juga sempat berhasil memukul telak kreatifitas anak bangsa lewat karyanya bernuansa band khas Indonesia, kita ambil sample band Ungu atau Wali. Sehingga apa yang terjadi? Sampai saat ini industri Indonesia bisa dikatakan 'Mati Suri', bahkan kenyataannya saat ini selera musik Indonesia tertahan di tahun 2007-kebawah. Tidak ada perkembangan saat ini. Jelas bahwa saat ini musik Indonesia sedang krisis kreatifitas.

Jadi mari teman-teman muda, kita bangkitkan jiwa musik Indonesia, dengan jalan Indonesia atau lewat modifikasi 'sewajar-wajarnya'! Berhubung post ini turun pada tanggal 28 Oktober 2015, alias Hari Peringatan Sumpah Pemuda, jadi pas deh! Semangat Pemuda!

Ini dia MV nya. Curhatan tambahan dari gue, jadi ini salah satu lagu yang memantapkan posisi gue sebagai 'The Maggots' alias pecinta Slipknot, selain dari lagu lainnya seperti Psychosocial dan Duality. Kadang kalo lagi nyetir dijalan suka headbanging kepala saking asiknya ini lagu.


Slipknot - Killpop
[Verse 1]
She's sticking needles in her skin, I turn with an ugly grin
Her canvas doesn't leave a lot... to fantasy
But her peace of mind can't stay inside the lines
It's so... confusing, the methods that she's using
She knows she shouldn't leave a mark... that I can see
Will she ever find one million of a kind?
It's cold and lonely, but that's because she told me
Lost inside her dirty world, no one hurts this pretty girl but her
Oh, she's beautiful
A little better than a man deserves
Oh, I'm not insane
Please tell me she won't change...

[Chorus]
Maybe I should let her go...
But only when she loves me (she loves me)
How can I just let her go?
Not until she loves me (she loves me)

[Verse 2]
She's drowning in herself again
My god what a lovely sin...
I guess there's nothing left to do, but have my way
She can feel it's right so she doesn't close her eyes
She smiles and answers, it doesn't seem to matter
Lost inside my dirty headsomething tells me I'm the one who's kept
Oh, so volatile
A little better than a man defiled
Oh, I need the pain
Please tell me she won't change...

[Chorus]
Maybe I should let her go...
But only when she loves me (she loves me)
How can I just let her go?
Not until she loves me (she loves me)

[Outro]
We were meant to be together
Now die and fucking love me
We were meant to hurt each other
Now die and fucking love me
Die and fucking love me
Die and fucking love me
Die and fucking love me

Wednesday, 7 October 2015

Cara Kerja Kebijakan Transfer Liverpool ( Komite Transfer )







Apa itu Komite Transfer Liverpool?
Komite transfer Liverpool adalah 6 orang yang berurusan dengan pemilihan dan pendatangan target transfer di Liverpool
Ini adalah proses dimana pemilik utama John W. Henry masuk kedalam persoalan tersebut untuk memastikan bahwa Manajer tidak memegang peranan total terhadap pencarian bakat, pembelian, penjualan dan pembaruan kontrak.
Siapa saja 6 orang tersebut?
1. Manajer
2. Kepala pencarian bakat: Barry Hunter
3. Kepala eksekutif: Ian Ayre
4. Direktur kinerja teknis (Ahli statistik dan analisa pemain): Michael Edwards
5. Kepala perekrutan: Dave Fallows
6. Presiden Fenway Sports Group (FSG): Mike Gordon
Kenapa Komite tersebut dibentuk?
Ketika FSG mengambil alih klub pada tahun 2010, waktu itu Mr. Henry menyelidiki tentang 'Mengapa Liverpool tidak lagi menjadi kekuatan sepakbola yang dominan?', lalu ia bertanya ke orang-orang sekitar klub untuk mendapatkan jawaban tersebut. 
Jawaban utama dari mereka ternyata hampir seragam: Terlalu banyak pembelian buruk. Karna Mr. Henry itu cukup baru dalam dunia sepakbola, dia terkejut bahwa di Inggris, manajer memiliki kontrol total dalam pembelian pemain tersebut, padahal di Eropa sudah memakai direktur sepakbola 
Lalu Mr. Henry menunjuk direktur sepakbola Liverpool, Damien Comolli, mantan pemandu bakat Arsenal bersama Edwards, sebagai penganalisa dan ahli statistik.
Edwards itu adalah penggila 'Moneyball' yang mana ketika dia melihat rata-rata statistik maka akan ada target pembelian baru yang tak terkira (alias bukan pemain bernama) dan harga semiring-miringnya. Hal tersebut sudah berlaku di dunia baseball, FSG tahu betul karna mereka juga memiliki Boston Red Sox di Amerika sana. 
Brendan RodgersGETTY
Namun Comolli dan Edwards gagal. Seperti pembelian FSG terhadap Andy Carroll, mereka langsung sadar bahwa mereka tidak dapatkan apapun dari bisnis Carroll tersebut. Carroll dianggap gagal memberi dampak performa klub secara signifikan dan uang yang dihasilkan dari bisnis tersebut merugikan FSG.
Comolli dipecat, lalu Edwards menetap di klub sebagai bagian dari 6 orang Komite Transfer setelah penunjukan Brendan Rodgers pada 2012.
Rodgers tidak ingin bekerja dengan direktur sepakbola namun akan setuju menjadi bagian dari komite selama ia memiliki hak menentukan keputusan akhir pemain.
Itulah yang dinamakan Komite Transfer, namun label tersebut ternyata dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu di Anfield, dimana mereka lebih menganggap itu sebagai tim perekrutan pemain baru
Andy CarrollGETTY

Bagaimana cara kerjanya?
Ada banyak cara mereka bekerja namun cara paling sederhana yang bisa saya sampaikan begini: Manajer akan menyoroti area atau pemain yang ia inginkan, pemandu bakat akan mencarikan pemain, Edwards akan buat analisanya, Ayre akan melihat dari sisi finansial alias keuangan klub. Nah hasilnya akan dirapatkan oleh orang-orang tersebut.
Setelah diambil keputusan, manajer akan mengatakan bahwa dia inginkan pemain tersebut. Namun dia juga memiliki hak veto untuk menolak pemain dari komite transfer, begitupun sebaliknya, komite bisa menolak pemain yang diinginkan Rodgers.
Rodgers telah memilih pemain yang ia yakini bisa bermain dengannya
Contohnya seperti Mario Balotelli, dan pemain lain yang ia desak Komite Transfer untuk didatangkan macam Dejan Lovren (yang badannya mirip saya), Joe Allen (yang kebetulan pemain favorit saya), Christian Benteke (yang mirip sama orang yang baca tulisan ini) dan Adam Lallana (yang mukanya mirip saya).
Pembaruan kontrak juga disortir oleh para komite tersebut dengan sistem yang sama.
Mario BalotelliGETTY

Apa hal positif yang bisa diambil dari sistem transfer ini?
Hal positifnya jelas. Ada berberapa uji kelayakan yang dilakukan sebelum investasi tersebut dilakukan.
Pemain akan di tonton oleh sejumlah pemandu bakat, statistiknya akan dianalisa dan yang lain akan melihat karakternya yang bakal cocok di klub atau tidak.
Hal tersebut akan mendapatkan sedikit desakan dari manajer yang tidak ingin menghabiskan waktu terlalu lama untuk melihat target dan menentukan kontraknya.
Apa sisi negatifnya?
Saya pernah mendengar sebuah pepatah: terlalu banyak koki bisa merusak bumbunya, namun bukan hanya itu masalahnya.
Salah satu yang utama adalah pertanggung jawaban. Ketika perekrutan tersebut gagal, maka ada 6 orang yang memiliki kesalahan. Berberapa dari mereka akan memilih untuk menyalahkan kepada orang lain yang dapat menyebabkan friksi diantaranya.
Proses juga akan memakan waktu lama, jadi ketika tiba tiba pemain incaran tersedia untuk direkrut, Liverpool harus lakukan proses terlebih dahulu ketika klub lain mendekatinya dengan cara yang lebih kenaluriahan alias kira kira untuk merekrutnya.
Ketika Liverpool lakukan pendekatan, eh ternyata terlambat, pemain tersebut sudah tanda tangan dengan tim lain, contohnya seperti Alexis Sanchez atau Victor Valdes.
Jadi kadang membuat manajer harus menerima pilihan pemain lain, namun manajer akan merasa terdesak oleh pilhan tersebut dan juga memaksa pemain harus sesuai dengan rancangannya.
Kesimpulan
Sederhana saja, Liverpool telah mengahabiskan £291 Juta dalam 3 tahun oleh Komite Transfer dan hasilnya hampir tak membaik.
Itu artinya komite tidak bekerja, namun bisa jadi juga bahwa orang-orang di komite sekarang bukanlah orang yang cocok untuk manajer.
FSG mesti merangkai kembali kebijakan transfernya dan juga pada orang-orang yang terlibat dalam 3 tahun sistem transfer tersebut.