Tuesday, 28 October 2014

Quick Analys: Mengapa Diego Costa Begitu Melempem di Timnas Spanyol ?

Timnas Spanyol si Juara Dunia 2010 ini menjadi salah satu kiblat sepakbola dunia pada masanya, bayangkan jika puluhan pemain terbaik dunia berkumpul dalam satu tim yang dikomandoi pelatih kawakan seperti mendiang Luis Aragones yang menghantarkan Spanyol juara Piala Eropa 2008 hingga  Vicente del Bosque menjadi sorotan setelah membuat penampilan luar biasa di Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012 lewat permainan cantik dan atraktif.

Spanyol Si Raja Sepakbola 2010
Semua figur bekerja saat itu, mulai dari kiper yang memiliki kemampuan bukan sekedar menangkap dan menghentikan laju bola seperti Iker Casillas, Victor Valdes atau Pepe Reina, bek tangguh yang cerdik dan cepat seperti Carles Puyol, Sergio Ramos atau Gérard Pique, gelandang yang seolah olah memiliki otak yang berada di kaki-kakinya seperti Xavi, Xabi dan Iniesta hingga penyerang yang juga memiliki ketajaman dengan kemampuan serba bisa seperti Cecs Fabregas, David Villa atau Fernando Torres.

Sebelum kekecewaan pada Piala Dunia 2014 lalu, Spanyol serasa berada di atas angin menyusul bergabungnya sang pencetak gol terbaik nomor 3 di La Liga musim lalu bernama Diego Costa. Namun, realita berkata lain. Di Piala Dunia, Cerita seperti bertolak belakang. Costa gagal menampilkan permainan baik dan tidak mencetak sebiji gol pun untuk Timnas pilihannya di event 4 tahunan itu dan La Furia Roja yang berangkat dengan label juara bertahan pulang dengan label pecundang.

Datang sebagai ancaman, pulang sebagai pecundang.

Ada berberapa hal yang menurut saya mempengaruhi penampilan Diego Costa selama ini di Timnas Spanyol. Salah satunya adalah ketidakcocokan taktik

Timnas Spanyol dikenal memiliki deretan penyerang tajam yang sangat sukses dan cukup melegenda, sebut saja Marcos Senna, David Villa, Fernando Torres dan kini semua berpikir Diego Costa adalah kelanjutan dari mereka.

Namun, perbedaan mendasar dan salah satu yang paling riskan untuk seorang penyerang adalah cocok atau tidaknya taktik yang dimainkan oleh sang juru taktik. Rasanya untuk Vicente del Bosque, Diego Costa bukanlah penyerang yang diimpikannya.

Ada yang salah dengan Costa?

Atletico Madrid, klub yang membesarkan namanya hingga di panggil ke Timnas Spanyol saat itu dinilai memiliki permainan yang jauh dari kata Spanyol, mereka bermain ala Amerika Latin yang mengandalkan ketahanan tubuh untuk bermain sepakbola, Diego Costa begitu nyetel dengan permainan itu dan kinipun ia dilatih oleh juru taktik yang memainkan filosofi Non-Spanyol dan bermain di liga sekeras Liga Primer dan tampaknya dirinya tidak perlu banyak waktu untuk menyesuaikan diri disana.

Perbedaaan tajam antara jersey merah dengan biru Ch*lsea
Sementara di Timnas Spanyol yang memainkan sepakbola tiki-taka yang kental seakan bertolak belakang dengan kemampuan alami yang dimiliki Costa, David Villa memang seorang striker, namun kecepatan dan kejeniusannya dalam bermain bola adalah nilai plus yang belum dimiliki Diego Costa, Fernando Torres hampir sama dengan Costa, namun Torres adalah Spainard alami, dia mengerti sepakbola Spanyol walaupun dirinya tidak memiliki atribut segesit David Villa.

El Nino and El Costa. Same but Different
Solusi? Sepertinya menanggalkan Tiki-taka, taktik yang sudah terlalu kuno untuk tuntutan sepakbola jama sekarang adalah sebuah keharusan untuk menggapai mimpi terkini. Namun, sepertinya akan sulit bagi Vicente del Bosque (yang akan melepas masa kerjanya di Timnas Spanyol seusai Piala Eropa 2016) melakukan solusi yang terbilang tadi. Jadi, juara atau tinggalkan tiki taka?

Mendedah Kelayakan (Andai) Klopp ke Liverpool

Oleh Dominico Zekhonya

Liverpool kembali menjalani masa muram yang beberapa tahun terakhir lekat dengan mereka. Setelah menjalani periode baik semusim lalu, kini mereka seperti lupa bagaimana caranya untuk mengulangi performa apik tersebut. Brendan Rodgers pun seperti kehilangan maginya. Jika musim lalu ia sukses menginspirasi anak asuhannya, tidak dengan musim ini. Berada di undakan ketiga Grup B Liga Champion--dalam tiga laga awal—dan tampil tak bagus-bagus amat di Liga Inggris, Rodgers mesti sadar bahwa posisinya terancam. Beberapa alternatif mungkin sedang dipertimbangkan oleh manajemen serta direksi. Nama Juergen Klopp pun menyeruak dan disebut sebagai salah satu kandidat juru racik anyar.


Dari segi taktik, Klopp adalah jaminan mutu. Meski kiprahnya belum teruji di liga mayor Eropa lainnya--karena baru Dortmund-lah klub terbesar yang ia tangani, sederet titel yang berhasil ia persembahkan bagi klub dari lembah Ruhr itu setidaknya menjadi justifikasi bahwa dirinya layak untuk berdiri di tepi lapangan Anfield, tentu saja di kubu Si Merah. Lima titel bergengsi, dua di antaranya juara Bundesliga, dan penghargaan individu sebagai Pelatih Terbaik Jerman pada 2011 dan 2012, merupakan rekam jejak sekaligus bekal bagi pria yang sempat menjadi pandit di salah satu televisi Jerman ini untuk meredam panasnya kursi manajer tim Merseyside Merah. Belum lagi, ia sempat membawa Dortmund mencatatkan 28 laga tanpa kalah pada 2011/2012. Impresif.

Klopp juga dikenal sebagai sosok yang adaptif terhadap situasi dan kondisi yang ia hadapi. Pada awal kedatangannya di Dortmund, eksbos Mainz ini sempat mencoba skema tiga bek. Sayangnya, skema tersebut tak begitu sukses. Ia kemudian memutuskan untuk mengubah formasi dengan empat bek sejajar, dua poros ganda, tiga gelandang serang, dan satu ujung tombak. Hasilnya? Seperti yang Anda bisa lihat di laman Wikipedia dirinya, ia sukses besar. Andaikata ia sukses meraih trofi Liga Champions musim 2012/2013 lalu, mungkin kini ia bisa pensiun dengan tenang atau mencoba melatih sebuah tim nasional.

Sesungguhnya, apa yang ia terapkan di Dortmund bukanlah hal baru mengingat sudah banyak tim lain yang sukses mengimplementasikan skema tersebut. Namun, intensitas yang ia tularkan kepada para pemainnya membuat skema milik Dortmund terlihat lebih mematikan dan memiliki daya rusak yang luar biasa. Meski pembawaannya dingin, ia amat andal dalam mengeluarkan kemampuan terbaik seluruh pemainnya.
“Ia mampu membuat kami semua menyadari bahwa jika ingin sukses, kami harus bekerja dan berusaha lebih keras ketimbang orang lain di lapangan. Tentu saja dengan berlari lebih banyak,” kata Robert Lewandowski, eksujung tombak Dortmund yang kini berseragam Bayern Munich itu satu ketika seperti dikutip dari Bild. “Hasrat yang kami miliki, semua kami kerahkan untuk kepentingan tim, dan Klopp-lah yang membuatnya demikian,” masih kata pemain timnas Polandia itu.
Borussia Dortmund's coach Juergen Klopp (rear) hugs Robert Lewandowski after losing their German Cup (DFB Pokal) final soccer match against Bayern Munich in Berlin May 17, 2014. REUTERS/Ina Fassbender (GERMANY - Tags: SPORT SOCCER) DFB RULES PROHIBIT USE IN MMS SERVICES VIA HANDHELD DEVICES UNTIL TWO HOURS AFTER A MATCH AND ANY USAGE ON INTERNET OR ONLINE MEDIA SIMULATING VIDEO FOOTAGE DURING THE MATCH.Borussia Dortmund's coach Juergen Klopp (rear) hugs Robert Lewandowski after losing their German Cup (DFB Pokal) …


Berbicara soal Lewandowski, terlepas dari kepergiannya yang tak memberi tambahan sesen pun dalam catatan buku pemasukan klub, ia merupakan satu dari sekian nama dalam daftar belanja sukses klub karena intuisi kelas satu pria religius ini. Selain Lewy, ada nama-nama asing yang juga mencuat di bawah arahan Klopp, antara lain: Neven Subotic, Mats Hummels, Lukasz Piszczek, Marco Reus, dan Sven Bender. Jangan pula lupakan pemain lincah dari Jepang, Shinji Kagawa, yang direkrut hanya dengan biaya 350.000 euro, tapi berhasil dilego dengan keuntungan 4.800%! Belakangan, pria jepun itu memutuskan kembali ke klub yang membesarkannya karena merana di Inggris bersama raksasa sakit, Manchester United.

Jika dibandingkan dengan manuver Rodgers selama di Liverpool, khususnya musim terakhir, Klopp tentu lebih unggul--dengan mengabaikan variabel absennya Liverpool di kompetisi antarklub paling bergengsi di tatanan Eropa yang membuat pemain-pemain bintang enggan merapat. Bagi para penggemar Liverpool, dosa terbesar pria Irlandia Utara itu adalah “hanya” mendatangkan pemain semodel Rickie Lambert dan Mario Balotelli untuk menggantikan peran Luis Suarez yang hengkang ke Liga Spanyol. Memboyong ekspemain Inter Milan dan AC Milan itu adalah repetisi dari apa yang dilakukan oleh Raja Liverpool, Kenny Dalglish, ketika mendatangkan Andy Carroll beberapa musim silam. Kehadiran Klopp di Liverpool tentu saja memicu peluang bagi pemain-pemain Dortmund untuk mengikuti jejak mentor mereka. Hal ini adalah efek domino yang diharapkan oleh mayoritas penggemar Liverpool.

Salah satu nilai plus dari suami Ulla Sandrock itu adalah, ketimbang Rodgers yang lebih banyak diam dan memilih bicara diplomatis nan normatif ketika berada di hadapan awak media, Klopp lebih apa adanya, tanpa menanggalkan kesan dingin yang dimiliki. Gaya bicaranya yang sopan semakin khas dengan suara rendah nan berat yang amat pria. Ia gemar mengungkapkan gagasan-gagasan yang membanjiri kepalanya, hingga terkesan ekspresif. Terkadang, ia kerap mengeluarkan lelucon atau pun parodi yang mampu mengundang gelak tawa di ruang konferensi pers. Hal tersebut tentu menjadi modal penting untuk menghadapi pers Negeri Ratu Elizabeth yang dikenal kurang kerjaan.


Dari gaya berpakaian, ia bukan sosok pria yang peduli soal citra dan lebih memilih untuk tampil senyaman mungkin. Hal itu kemudian membuatnya dikenal sebagai manajer sepak bola yang bergaya sportif berbalut celana olahraga dan jaket hangat--meski belakangan mulai mengalah dengan mengenakan jas di kompetisi antarklub Eropa. Ulrich Hesse, salah seorang pewarta berita di Jerman, menyebutnya sebagai Bon Jovi di lapangan hijau. Konon, ia sempat memainkan beberapa lagu rock ketika merayakan kesuksesan tim pada 2011/2012 dalam sebuah penerbangan.
Dortmund's head coach Juergen Klopp waves to supporters after his team lost the German first division Bundesliga soccer match between 1.FC Cologne and BvB Borussia Dortmund in Cologne, Germany, Saturday, Oct. 18, 2014. (AP Photo/Frank Augstein)Dortmund's head coach Juergen Klopp waves to supporters after his team lost the German first division Bundesliga …


Aksinya di lapangan--ketika berteriak lantang memerintahkan para pemainnya untuk mundur--memancarkan keanggunan yang membalut ketegasan. Ia adalah jawaban dari pertanyaan atas asal-usul keberanian yang ditunjukkan oleh para pemain Dortmund ketika berlaga. Bagi pendukung Mainz dan Dortmund, ia adalah pujaan. Dari aspek apa pun, ia adalah sosok ideal bagi Liverpool. Keberhasilan Dortmund untuk kembali menjulang setelah hampir gulung tikar tak lepas dari andil pria yang tak berhasrat untuk menghabiskan seluruh hidupnya dengan menjadi manajer sepak bola. 

Jika pada 2008 ia memanjat pagar tribun untuk berpamitan kepada para penggemar Mainz, cara serupa mungkin akan ia ulang--sembari menyanyikan satu atau dua buah lagu rock--ketika berpamitan kepada para penggemar Dortmund sebelum melatih Liverpool (semoga saja).


Thursday, 25 September 2014

4 Rekrutan Terbaik Brendan Rodgers

Sudah lama saya gak isi blog sederhana ini. Curcol dikit nih, bisa dibilang akhir-akhir ini jadwal saya terbagi banyak banget, mulai dari tuntuan Duniawi, Dunia ngetik-ngetik gini, dll. Oiya, saya juga mau memperkenalkan Liverpool FC ( Indonesia Fans Club ), Fanspage yang saya kelola ini sudah mencapai 162 ribu page likers sampai post ini turun, dan mungkin adalah Fanspage Liverpool Fans Indonesia TERBESAR! *aplause* - Di fanspage tersebut saya juga sering penuhi gairah hobi seperti buat artikel atau analis sederhana tentang laga-per-laga Liverpool dan menjadi salah satu alasan kenapa saya kembali terjun ke dunia blog.


Setelah sekitar 2 bulan lebih gak ngomongin Liverpool, sebagai pembukaan kini kita ngomongin tentang Manajemen. Ada berberapa hal yang sangat dekat dengan kata 'Menejemen', yaitu: Uang, Transfer Pemain, Pemilik FSG, John W. Henry, CEO Ian Ayre dan Manajer Brendan Rodgers. Jika dijabarkan maka judul yang tepat untuk topik kita kali ini adalah '4 Pembelian Terbaik Brendan Rodgers'. Gak nyambung amat sih :|

Brendan Rodgers (41 tahun) adalah pelatih asal Irlandia Utara yang dinilai memiliki pengalaman segudang dalam hal memilah pemain-pemain berbakat, dan kabarnya salah satu potensi tersebut adalah alasan mengapa petinggi klub sangat mempercayai seorang Rodgers yang dimusim pertamanya memanajeri Liverpool yang hanya berhasil mengangkat klub di posisi 7 klasemen akhir Liga Primer Inggris musim 2012/13. Sampai post ini terpampang di blog saya, ada total 24 pemain yang berhasil Rodgers rekrut dan 9 diantaranya di rekrut pada musim ini.

Fabio BoriniRoma£10,400,00013 July 2012
Joe AllenSwansea£15,000,00010 August 2012
Oussama AssaidiHeerenveen£2,400,00017 August 2012
Nuri SahinReal MadridLoan25 August 2012
Samed YesilBayer Leverkusen£1,000,00030 August 2012
Daniel SturridgeChelsea£12,000,0002 January 2013
Philippe CoutinhoInter Milan£8,600,00030 January 2013
Luis AlbertoSevilla£6,800,00022 June 2013
Iago AspasCelta Vigo£7,500,00023 June 2013
Simon MignoletSunderland£10,000,00025 June 2013
Kolo ToureMan CityFree2 July 2013
Aly CissokhoValenciaLoan20 August 2013
Tiago IloriSporting CP£7,000,0002 September 2013
Mamadou SakhoPSG£15,000,0002 September 2013
Victor MosesChelseaLoan2 September 2013
Rickie LambertSouthampton£4,500,0002 June 2014
Adam LallanaSouthampton£25,000,0001 July 2014
Emre CanBayer Leverkusen£9,750,0003 July 2014
Lazar MarkovicBenfica£19,800,00015 July 2014
Dejan LovrenSouthampton£20,000,00027 July 2014
Divock OrigiLille£10,000,00029 July 2014
Javier ManquilloAtletico MadridLoan6 August 2014
Alberto MorenoSevilla£12,000,00016 August 2014
Mario BalotelliAC Milan£16,000,00025 August 2014

Dari data diatas, saya mengambil 4 pemain yang dinilai memiliki peran besar dalam pengangkatan performa Liverpool sejauh ini.

1. Phillipe Coutinho

Philipe Coutinho (kanan) tanda tangani kontrak jangka panjang bersama CEO Ian Ayre

Salah satu bocah ajaib yang tersia-siakan oleh klub pendahulunya, kini Phillipe seakan menjadi idola baru para Liverpudlian dan tentunya para Kopite. Sempat berseragam tim-tim besar Eropa macam Internazionale dan Espanyol, kini The Magician terus membuat para pendukungnya tercengang akan aksi ajaib nan eksotis ala pemain Brazil.


Gol debut Phil untuk LFC, lawan Swansea City
Jangankan musim lalu dan musim ini, dimusim debutnya, Phil sudah memperlihatkan akan potensi besarnya sebagai pemegang No. 10, diboyong 'hanya' seharga £8,5 Juta -setelah berberapa media menggembor-gemborkan sampai £14 Juta adalah harga untuk dirinya- Si rambut kriting ini langsung bermain beringas dengan  mampu menciptakan tujuh assist dalam 13 penampilan di EPL, termasuk ketika ia menjadi pemain pengganti di laga debut menghadapi West Bromwich Albion. Jumlah assist Coutinho tidak terlalu jauh dari pencipta assist paling banyak di Liga Primer Inggris 2012/13, yaitu Juan Mata dengan catatan 12. Dari perbedaan itu, Coutinho sudah tampak istimewa dengan menciptakan lebih dari setengah total assist gelandang yang saat itu masih di Chelsea itu.


Selain assist, Coutinho juga mampu menyumbangkan gol. Total tiga gol berhasil ia cetak dalam 13 pertandingan. Bukan sebuah jumlah yang buruk mengingat ia seorang gelandang dan menjalani debutnya di Liga Primer Inggris saat itu.


Gol sensaional dalam laga 'semi-final' Liga Primer. Liverpool berhasil menang, cuma kalah di Final lawan tim papan bawah
Kini Phillipe terus menebar pesona khas Brazil yang dimiliki dirinya, Dengan bermain cepat, agresif dan cerdik, mungkin diusianya yang masih menginjak 22 tahun, sekitar 10 tahun kedepan, dirinya akan terus memberikan dampak positif untuk klub dan menjadi legenda di Anfield. Semoga


2. Daniel Sturridge

Daniel Sturridge tandatangani kontrak bersama CEO Ian Ayre
Salah satu pembelian cerdas Rodgers selanjutnya, penyerang asli Inggris yang juga terbuang sia-sia oleh klub pendahulunya kini menjadi salah satu goal-getter yang paling mematikan milik Timnas Tiga Singa sejak Michael Owen.

Sensation Dance, Sensation Goal. Keep it up Sturr!
Sturridge direkrut dari Chelsea seharga £12 Juta pada 2 Januari 2013, tepatnya sebelum perekrutan Coutinho di bulan yang sama. Mendapat musim yang sama hebatnya dengan Coutinho, Sturridge juga langsung membuat publik Anfield luluh dengan gol-demi-gol ia ciptakan, dan ketajaman dirinya ditambah dengan topangan striker macam Luis Suarez membuat mereka dikenal sebagai salah satu duet terbaik didunia sepanjang masa dengan sebutan 'SaS' pada musim lalu. Namun penampilan sensasionalnya sering sedikit terganggu akibat cedera yang terus menghinggapinya, but all over dirinya masih punya banyak kans untuk seperti Ian Rush atau God Fowler. We'll See...

3. Simon Mignolet

Simon Mignolet Sign for Liverpool
Awal musim 2013/14 yang dihadapi Simon Mignolet mungkin adalah salah satu beban, karna dirinya ditunjuk langsung oleh Brendan Rodgers sebagai kiper pengganti Pepe Reina yang hengkang ke Napoli pada musim itu, dan awal musim Mignolet langsung bermain konsisten dan membuat berberapa penyelamatan heroik seperti pertandingan debut Liga Primer melawan Stoke City.

Aksi Heroik Simon Mignolet vs Stoke City - Mengawalinya dengan indah
Namun, pertengahan musim dirinya terus ditekan untuk bermain konsisten setelah berberapa laga dirinya dinilai tidak bermain maksimal dan puncaknya pada akhir musim Liverpool kebobolan 50 gol -kebobolan terbanyak dalam peringkat 5 besar Liga Primer-. Inkonsistensi dirinya memang memberi nilai negatif, namun diluar itu semua, penampilan-penampilan heroik dirinya layak diberikan peringkat ketiga pada daftar ini. Seperti Jerzy Dudek, Tidak perlu selalu menjadi pahlawan, karna anda bisa menjadi pahlawan hanya ketika tim anda membutuhkan seorang pahlawan.- Farhan Maulana

4. Emre Can



Dini, sangat dini saya menilai penampilan pemuda ini, ya karna memang dirinyalah kandidat terkuat yang masuk dalam peringkat ini setelah Joe Allen, Alberto Moreno, Adam Lallana dan Mamadou Sakho. Banyak sisi yang membuat saya memilih dirinya mendapatkan peringkat disini, salah satunya adalah potensi masa depan dirinya di Anfield yang benar-benar saya percayai, kuncinya kekuatan dan konsistensi dalam bermain sangat bernilai



Pemuda berdarah Turki ini dianggap sebagai salah satu gelandang paling berpotensi di Eropa, cara dirinya bermain begitu kuat dan elegan. Dan poin plus lainnya adalah kedisiplinan yang diterapkan sepakbola Jerman telah menjadi bagian sukses Emre Can ketika didaratkan ke Anfield.

Sebagai seorang gelandang yang saat ini sering bertranformasi menjadi bek handal, dirinya lebih banyak menunjukan karakter seorang winger; mengejar bola, merebut bola, menggiring bola dan terus berlari hingga dirinya memiliki kesempatan untuk membantu tim mendapatkan skor.

Tak heran jika dirinyapun sering menjadi bulan-bulanan para pemain keras di Liga, dirinya banyak mendapatkan tekel keras ketika berlair dengan bola, namun seperti yang sudah saya bilang, pemain seharga £9,75 Juta ini sangat disiplin dan jujur, dengan kekuatannya, dirinya tak memaksakan jatuh dan tidak menyukai permainan kotor seperti diving. Can lebih suka terus berlari hingga sekitar 3/4 lapangan lalu mencoba mencari kans mengoper kepada petugas lain (striker) untuk memberikan assist. Sukses yang sangat bijaksana.

Friday, 22 August 2014

Antara Utang dan Diutangi. Rugi Mana?

Tanggal tua, itu adalah waktu yang krusial. Krusial dalam arti, ini adalah masa dimana kita sangat membutuhkan uang demi kelangsungan hidup kita. Uang memang bukan segalanya, namun ketika tanggal tua, uang adalah segalanya.

Diakhir bulan kita selalu punya masalah soal keuangan. Uang kita suka tiba-tiba menipis diakhir bulan, dan kadang kita suka gak tau kenapa uang kita suka tiba-tiba abis. Nah, jalan keluar dari masalah tersebut adalah... NGUTANG. Ya sebagai anak muda yang gaul, keren, tampan dan menawan, ngutang adalah kebiasaan.

Emang sih ada pepatah Planet Bekasi kuno yang mengatakan "Mens sana in corpore sano" artinya "Tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah", tapi soal ngutang dan di utangi, ngutang (tangah dibawah) justru lebih baik dari diutangi (tangan diatas). Tapi kalian bisa pertimbangkan pernyataan saya ketika kalian baca fakta-fakta serta tips sebagai bonusnya dibawah ini. Cekidot!

Kalo Ngutang, Uang Kita Nambah

Kalo ngutang, uang kita bakal nambah. Tuh, enak banget jadi pengutang. Uang kita bisa nambah dan uang kita juga bisa makin banyak, sementara yang diutangin justru uangnya makin berkurang. Duh, kasian juga ya yang diutangin, justru uangnya makin berkurang.

Jadi Handal mengelola Uang

Ciri-ciri orang yang ngutang itu biasanya dia gak cuma ngutang di satu orang. Seorang pengutang biasanya munjem uang dari berberapa orang. Misalnya 100 orang. Nah karena banyaknya orang yang diutangi itu, tentu saja pengutang harus bisa ngatur uang tersebut.

Makanya, seorang pengutang itu biasanya jadi jago dalam mengatur uang. Seorang pengutang biasanya punya skill mumpuni buat mengelola uang dari masing-masing orang yang diutangin. Tapi meski bisa mengatur uang, biasanya seorang pengutang itu orangnya pelupa. Ya, lupa balikin uang pinjemannya.

Jadi Tempat Buat Nabung

Kita kalo ngutang biasanya ngomong gini: "Bro, minjem uangnya dong! Ntar gue balikin!" Nah sebetulnya itu adalah omongan yang salah. Sebagai pengutang yang andal, kita harusnya ngomong gini: "Bro, lo nabung deh di gue! Akhir bulan ini lo nabung 100 ribu di gue, entar awal bulan lo bisa ambil lagi tabungan lo." Nah ini baru brilian.

Dan memang itulah keuntungan ngutang, kita bisa jadi tempat nabung buat temen kita. Baik bangetkan? Yoi Fak men!. Temen kita harusnya bangga karena kita rela jadi tempatnya buat nyimpen uang.

Yang Ngutang Bisa Lebih Galak

Ngutang itu lebih mending daripada diutangun, karena kita yang ngutang biasanya justru yang galak dan suka ngebentak. Pas minjem uang biasanya kita gini: "WOY! Minjem uang woy! 30 juta woy! Buruan!" Buset, itu ngutang apa ngerampok bank.

Dan pas ditagih utang, kita malah galak dan ngebentak kaya gini: "Bro, utang lo yang 30 juta mana?" "YAELAH 30 JUTA DOANG KAYAK ORANG NGGAK PUNYA DUIT AJA LO! PERHITUNGAN BANGET SAMA TEMEN! Nih gue bayar dulu serebu!"

Memang begitulah lika-liku ngutang. Yang ngutang selalu punya cara buat gak balikin uang. Kalo kalian gimana? Masih adakah temen kalian yang belum balikin utangnya sampe sekarang?

Thursday, 3 July 2014

Adam Lallana - John Barnes Jilid 2

Pertama-tama, saya mau ngucapin selamat datang Adam Lallana di 'Tanah Kejayaan' Anfield. Semoga pada musim perdananya bisa memberikan kejayaan lagi untuk Liverpool dan membuat The Kop mencintai anda!

Welcome to ours family Lallana!

Kali ini saya mau membahas pemain baru kita ini, dari mulai perjalanan hidup, karir hingga cerita ketika dirinya sampai di Anfield serta harapan yang mungkin kita bisa capai bersamanya selama dirinya berada di Liverpool.

Si pemain baru kita ini mempunyai nama lengkap Adaaaaaaaaaaaaammmmm.... Hehe becanda, nama lengkapnya Adam Lallana. Pemain ganteng ini lahir di Hertfordshire, tepatnya di St. Albans pada tanggal 10 Mei 1988. Namun ketika masih berumur 5 tahun, Lallana pindah ke Bournemouth dan belajar formal di Corpus Christi School dan dilanjutkan ke St Peter's Catholic Comprehensive School ketika sudah remaja. Seperti Ayahnya, sejak kecil Lallana adalah fans dari rival sekota Liverpool, Everton.

Karir sepakbola juniornya diawali dengan berlatih di klub lokal Bournemouth Centre of Exellence, dimana potensinya saat itu langsung tercium oleh pemandu bakat asal Southampton yang memang sedang populer saat itu. Lallana bergabung dengan Saints Academy pada umur 12 tahun. Pihak Southampton membayar biaya kompensasi pembelian sebesar £3000 kepada Bournemouth, £5000 untuk kompensasi lolos ke Akademi The Saint dan ditambah £10.000 untuk kompensasi ketika dirinya diberi kontrak professional oleh Soton. Kabarnya, Bournemouth mendapat jatah 25% hasil dari penjualan Lallana ke Liverpool dari Southampton.


Lallana ketika di Bournemouth

Lallana bergabung dengan tim utama Soton pada Juli 2006 dan mendapat debutnya pada tanggal 23 Agustus 2006 pada kemenangan 5-2 atas Yeovil Town di League One. Semenjak itu Lallana justru kehilangan tempat di skuad utama Soton dan akhirnya pada tanggal 9 Oktober 2007 ia kembali bergabung ke klub masa kecilnya Bournemouth dalam status pinjaman selama sebulan penuh.



Lallana ketika peminjaman di Bournemouth

Kurang dari 1 tahun kemudian ketika dirinya dipinjamkan ke Bournemouth tepatnya tanggal 28 April 2008, Lallana membuat gol pertamanya sepanjang karir professionalnya lawan West Bromwich Albion di pertandingan krusial Liga Championship.



Gol debut Lallana lawan West Brom

Pada 29 Agustus 2008 ia mendapat kontrak 3 tahun bersama Soton, dan semenjak saat itu dirinya menjadi pemain reguler di tim utama Soton dibawah asuhan manajer Jan Poortvliet yang sayangnya dipecat pada tanggal 23 Januari 2009 ketika kompetisi Championship masih berlangsung.

Pada musim 2012/13, seiring lolosnya Southampton ke Liga Primer Inggris, Lallana pertama kali mengemban ban kapten pada laga pembuka lawan juara Liga Primer musim sebelumnya Manchester City dengan kekalahan 3-2, semenjak saat itu ban kapten terus melekat di lengan kirinya. Lallana mencetak gol pertamanya di Liga Primer ketika klubnya menderita kekalahan 4-1 lawan West Ham United. 



Debut Liga Primer dan Ban Kapten Lallana vs Manchester City
Pada 24 Desember 2013, Adam Lallana menikahi tunangannya Emily Jubb setelah mereka bersama sejak 7 tahun lamanya. Lallana akhirnya resmi dipanggil ayah ketika anak pertamanya yang bernama Arthur lahir pada tanggal 26 Spetember 2012 (Budaya Inggris ya...)


Adam Lallana dan Emily Jubb
Adam Lallana dan Arthur
Selain kehidupan sepakbola, paras tampan yang dimiliki Lallana juga membuat dirinya dilirik oleh perusahaan baju yang cukup terkemuka di Dunia 'French Connection' asal Inggris.

Duh Lallana, kegantengannya nambah 18++ deh

Kembali ke karir sepakbolanya. Kampanye Lallana di Liga Primer musim 2013/14 diawali dengan gol luar biasanya ketika melewati 4 pemain Hull City dari jarak sekitar 30 yard sebelum menceploskan bola ke gawang kiper Hull, Steve Harper.




Setelah gol tersebut, Lallana terus menampilkan performa cemerlang di Liga Primer sehingga membantu klubnya The Saint berada di posisi 9 klasemen akhir EPL dan juga membuat namanya pada 18 April 2014 tercantum dari 6 kandidat peraih 'PFA Player of the Year', selain itu Lallana juga masuk dalam 'PFA Team of The Year' bersama rekan setimnya Luke Shaw yang kini bergabung dengan Manchester United. Lallana juga mendapat penghargaan internal dari klub berupa 'Player and Fans: Player of the year".



Adam Lallana PFA Player of The Year Nominee

Akhirnya, Lallana melanjutkan perjalanan karir ambisiusnya ke Liverpool FC pada tanggal 1 Juli 2014 dan memakai kembali kostum bernomor 20 kesayangannya sejak berada di Southampton. Biaya transfer diperkirakan memakan biaya £25 Juta - termasuk £6,25 Juta untuk klub masa kecilnya Bournemouth.



Peresmian Transfer Adam Lallana di Melwood

Kini Lallana menjadi pemain kedua yang resmi berseragam Liverpool, setelah rekan setimnya Ricky Lambert juga telah diresmikan sebagai punggawa baru Reds untuk musim depan. Semoga anda sukses di Tanah Kejayaan, Lallana!



Statistik Karir
ClubSeasonLeagueFA CupLeague CupOtherTotal
AppsGoalsAppsGoalsAppsGoalsAppsGoalsAppsGoals
Southampton2006–071000100020
2007–0851000051
Bournemouth (loan)2007–083000001040
Total3000001040
Southampton2008–094010031432
2009–1044155122525620
2010–113683221004111
2011–12411121314613
2012–133030000303
2013–1438931104210
Total235481351255226560

Tuesday, 1 July 2014

Menatap Indah Musim Depan Lewat Perkiraan Line Up

Cukup sulit untuk menentukan perkiraan line up utama musim depan menilik dari kedalaman skuad Liverpool yang memiliki kekuatan pemain yang merata, apalagi jika Liverpool sudah meresmikan Emre Can dan Adam Lallana atau dengan melakukan kesepakatan dengan Dejan Lovren. Namun, dengan berberapa pertimbangan, saya memilih berberapa pemain dan formasi 4-2-3-1 untuk menjadi andalan Rodgers dalam mengarungi ketatnya persaingan EPL. Berikut gambaran formasinya

Formasi Utama Pilihan 'Me and Liverpool'



Kiper: Simon Mignolet


Mignolet menjadi satusatunya pemain yang tak tergantikan di musim lalu. Tampil sebanyak 38 kali untuk LFC, ia harus merelakan gawangnya dibobol 50 kali. Namun seperti yang saya katakan di awal bahwa sepenuhnya bukan salah Mignolet, taktik Rodgers, kesolidan para pemain bertahan juga bertanggung jawab atas capaian buruk tersebut. Diluar dari itu semua, Mignolet telah memperlihatkan kematangan yang akan sangat berharga untuk musim ini.

Bek Kanan: Glen Johnson


Mungkin kalian akan bertanya-tanya mengapa saya memilih GlenJo yang musim lalu terlihat tampil angin-anginan. Namun, kalian tidak bisa mengelak jika Glen adalah salah satu bek kanan terbaik dan yang paling sempurna di EPL. Tubuh yang gempal namun lincah memungkinkan dirinya untuk memenangkan duel bola, penempatan posisi yang hampir selalu sempurna membuat Johnson tidak perlu melakukan tackling berlebihan pada saat yang sama, skill dribbling juga kekuatan tendangan adalah faktor hebat lainnya dari pemain ini. Tetapi, Cafunya Inggris, Jon Flanagan juga bisa menyaingi bahkan memberikan perlawanan sengit untuk dirinya di posisi tersebut.

Bek Tengah (1): Mamadou Sakho


Rekor pembelian Sakho yang sebesar £17 Juta menjadi topik pembahasan yang cukup hangat saat itu, berberapa forum fans Liverpool juga tidak sedikit yang mengkritisi langkah membeli bek muda raksasa yang saat itu bermain di Prancis bersama PSG. Namun, bukan maksud manajemen LFC untuk menghamburkan uang, Sakho diproyeksikan akan menjadi bek tengah tangguh dan tak tergantikan di masa depan untuk Liverpool. Sakho memiliki tubuh yang ideal untuk menjadi bek tengah terbaik disini. Maka, musim ini dianggap sebagai waktu yang tepat untuk memulai revolusi bek tengah yang musim lalu masih dipegang Skrtel dan Agger jika tidak banyak dihantam cedera.

Bek Tengah (2): Dejan Lovren


Jika uang sekitar £15 Juta diterima oleh pihak Southampton, maka Lovren akan menjadi duet baru dalam revolusi bek tengah Liverpool. Seperti yang sudah saya katakan diatas, bahwa Lovren memiliki kemampuan kepemimpinan seperti Agger atau Carragher, dia tidak pernah canggung untuk mengatakan apa yang harus dilakukan kepada pemain bertahan lain. Hal tersebut tentu menjadi solusi terbaik untuk pertahanan Liverpool saat ini.

Bek Kiri: Jose Enrique


Si banteng dipastikan kembali dari cedera panjaaaaaaang musim lalu. Jika kita memadukan 2 bek sayap bertipe sama-sama sempurna, maka hasilnya akan luar biasa. Energi dan kekuatan Enrique sangat nyata sebelum dirinya mendapat cedera panjang tersebut. Saat ini jika Enrique membuat penampilan konsisten, bukan tidak mungkin jika sepanjang musim dirinya akan terus berada di starting line-up untuk musim ini. Duet Glen dan Jose akan mengaktifkan kekuatan lini sayap belakang LFC!

Gelandang Bertahan (1): Steven Gerrard


Stevie akan kembali menjadi andalan di posisi lama yang ia tempati lagi sejak Lucas cedera panjang berberapa waktu lalu. Visi, sifat kepemimpinan, juga akurasi dan kekuatan tendangan masih menjadi andalan Brendan Rodgers untuk legenda kita ini. Musim lalu Gerrard membuktikan bahwa dirinya masih kuat bermain dengan cara yang luar biasa! Catatan 13 gol dan 13 assistnya menjadikan dirinya salah satu kandidat pemain terbaik EPL musim lalu yang jatuh ke tangan teammatenya Luis Suarez.

Gelandang Bertahan (2): Emre Can


Penampilan yang kurang konsisten dari Lucas serta performa yang juga semakin menurun membuat rekrutan baru Emre Can saya proyeksikan akan menggantikan posisi yang sempat tak tergantikan dalam berberapa musim lalu. Can yang baru berusia 20 tahun saya nilai sudah memiliki mental dan kemampuan yang cukup untuk mengarungi kerasnya Liga Primer untuk pemuda seusianya.

Gelandang Tengah-Serang: Jordan Henderson


Sebenarnya, Henderson bisa saja menjadi pemain yang tak tergantikan dimusim lalu, namun kartu merah yang ia dapatkan ketika lawan Manchester City diakhir musim lalu membuat dirinya hanya bisa menonton lewan tribun penonton untuk 2 laga. Motor lini tengah LFC ini benar-benar memiliki energi yang luar biasa. Tidak salah jika Stevie menyebut Hendo sebagai baterai. Dia akan menemani Can dan Gerrard dari lini tengah LFC untuk proyeksi line up versi saya ini.

Sayap Kiri: Phillipe Coutinho


Anak ajaib ini saya pilih sebagai pengisi pos sayap kiri, punya segala kelebihan untuk menjadi penyerang yang disegani lawan meski bertubuh mungil. Musim lalu Coutinho juga tak kalah memberikan sumbangsih yang sangat cukup untuk tim meski akhirnya hanya berhasil mengantarkan tim ke peringkat 2.

Sayap Kanan: Adam Lallana


Sebetulnya, Lallana bisa diposisikan di berbagai posisi gelandang serang, sayap kiri atau kanan. Namun, situs statistik whoscored.com menilai jika Lallana lebih efektif ketika bermain diposisi ini. Pemain baru kita ini akan memberikan warna baru dalam skema serangan kuat ala Rodgers.

Goal Getter - False 9: Luis Suarez


Jika Luis Suarez tidak jadi pindah dan musim depan bertahan di Liverpool. Maka dirinyalah yang pantas berada diposisi pencetak gol atau sebagai striker 'palsu'. Kemampuannya di EPL memang sudah tidak diragukan lagi, unggul 10 gol dari Daniel Sturridge yang menjadi Top Skorer keduanya membuat figur yang juga kontroversi ini tak sedikitpun mengubah niatan saya untuk menggantinya dengan Daniel Sturridge atau Alexis Sanchez sekalipun. Luis Suarez mungkin akan diandalkan di 2 kompetisi besar yaitu EPL dan UCL untuk musim ini.

Taktik Alternatif:

Perkiraan Line Up Kejuaraan Piala
Perkiraan Line Up Utama UCL